Kompas.com - 15/04/2013, 16:17 WIB
Penulis Alsadad Rudi
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Warga Jakarta Selatan yang tergabung dalam Masyarakat Peduli MRT mempertanyakan Jokowi dan Basuki yang manut dengan desain MRT layang yang didesain Jepang. Padahal, kata mereka, dulu pimpinan Jakarta itu menolak.

Yudi, salah satu orator yang melakukan aksi di Jalan Fatmawati, menyinggung inkonsistensi dari Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu. Menurut mereka, Jokowo dan Basuki telah menutup telinga serta lebih menunduk kepada Perdana Menteri Jepang.

"Pak Jokowi dan Pak Ahok awalnya menolak, tapi kenapa begitu datang PM Jepang setuju? Kenapa kita selalu dijajah ama Jepang? Kenapa Jokowi dukung desain-desain Jepang?" kata Yudi saat orasi, Senin (15/4/2013).

Menurut Yudhi, desain MRT layang sepanjang Lebak Bulus hingga Sisingamangaraja diperkirakan hanya akan memunculkan kekumuhan, terutama di bawah jalur layang MRT. Selain itu, kolong MRT layang juga bisa menjadi tempat parkir yang menimbulkan preman-preman baru.

"Kalau jalur layang pasti akan menjadi tempat kumuh dan tidak nyaman seperti flyover di Roxy yang menjadi lahan parkir dan tempat berkumpul tumbuhnya premanisme," tutur Yudhi.

Dia menjelaskan, proyek MRT Jakarta merupakan pilot project yang harusnya dipersiapkan matang karena berfungsi menjadi alat dan sarana transportasi yang sangat vital di masa mendatang dan bahkan bisa menjadi contoh tolak ukur proyek-proyek MRT lainnya.

Mereka pun meminta agar dilakukan desain ulang terhadap stasiun dan rel layang, yakni didesain di bawah tanah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kita tahu, eksistensi MRT bukan jangka pendek, tapi kelak untuk para penerus bangsa lainnya," imbuh Yudhi.

Senada dengan Yudhi, Robert yang merupakan koordinator aksi menyatakan bahwa MRT layang akan mematikan usaha-usaha kecil menengah karena akan menggusur bangunan Pasar Blok A yang menampung 700-800 pedagang.

"Mereka enggak dikasih tahu sampai sekarang, boro-boro mau direlokasi," ujar Robert yang merupakan pemilik usaha toko di sekitar Pasar Blok A.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.