Kompas.com - 16/04/2013, 18:38 WIB
|
EditorLaksono Hari W

JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi mengatakan belum menerima nama-nama calon Sekretaris Daerah  DKI. Ia berharap calon Sekda DKI memiliki kecakapan dan kompetensi yang baik.

Jabatan Sekda DKI lowong setelah pejabat sebelumnya, Fadjar Panjaitan, mengundurkan diri. Saat ini posisi tersebut diisi oleh Pelaksana Tugas (Plt) Sekda, yakni Asisten Pembangunan Wiriyatmoko.

"Nama-namanya belum masuk ke kami karena pemilihan Sekda itu berdasarkan SK Presiden," kata Gamawan di Kemendagri, Jakarta, Selasa (16/4/2013).

Ia mengatakan, syarat pemilihan Sekda itu telah diatur dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 5 Tahun 2005 tentang Mekanisme dan Tata Cara Pemilihan Sekda. Sebelum mengajukan nama kepada Kemendagri, Sekretariat Negara, dan Presiden RI, pemerintah daerah dapat mengusulkan terlebih dahulu tiga nama calon yang layak mengisi posisi Sekda.

"Pejabat yang dipandang mampu, cakap, dan berkompeten oleh gubernur," ujar Gamawan.

Terkait penunjukan Wiriyatmoko sebagai Plt Sekda DKI, Gamawan tak mempersalahkannya. Apalagi jabatan Wiriyatmoko adalah pejabat Pemprov DKI eselon II. Ia menilai, yang sebaiknya mengisi posisi itu adalah pejabat DKI yang jabatannya lebih tinggi, yakni berpangkat eselon I.

"Plt boleh saja eselon II karena eselon I kan memang hanya untuk Deputi Gubernur dan Sekda. Tapi sebaiknya yang dipilih Deputi karena ada eselon I-nya kan. Jadi kalau ada eselon I, kenapa harus eselon II?" kata Gamawan seraya tertawa.

Kepala Pusat Penerangan Kemendagri Reydonnyzar Moenek menjelaskan persyaratan untuk dapat menjadi Sekda adalah pejabat Pemprov DKI eselon I-B dengan golongan IV-c dan IV-d. Selain itu, pejabat yang dipilih juga dianggap mampu, layak secara administratif, memiliki kapasitas, dan integritas.

Tiga nama calon sekda yang diusulkan oleh Pemprov DKI, kemudian diserahkan kepada DPRD DKI. Setelah mendapat persetujuan DPRD DKI, nama-nama tersebut dikembalikan kepada Pemprov DKI untuk selanjutnya diserahkan kepada Kemendagri. Kemendagri akan melakukan uji kelayakan dan kepatutan calon sekda yang telah diusulkan oleh Pemprov DKI. Proses itu telah diatur dalam Permendagri Nomor 5 Tahun 2005 tentang Syarat Pembobotan Pangkat, Riwayat Pendidikan, Integritas, dan Administratif.

Hasi uji kelayakan dan kepatutanl itu diserahkan kepada Tim Penilai Akhir (TPA) yang dipimpin dan diputuskan oleh Wakil Presiden. Presiden akan menandatangi surat keputusan mengenai pengangkatan sekda.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.