Kompas.com - 17/04/2013, 20:47 WIB
|
EditorHindra

JAKARTA, KOMPAS.com — Rumah Sakit Harapan Bunda (RSHB) melarang orangtua Edwin Timothy Sihombing, bayi 2,5 bulan yang diduga menjadi korban malapraktik, menempuh jalur hukum. Hal tersebut tercantum dalam kesepakatan antara RSHB dan orangtua.

"Di akhir tulisan kesepakatan itu, ada poin, semua pihak tidak akan melakukan tuntutan, baik pidana, perdata, maupun majelis kehormatan dokter," ujar Gonti Laurel Sihombing, ayah Edwin, usai melakukan pertemuan dengan direksi RS Harapan Bunda, Rabu (17/4/2013) malam.

Pertemuan yang berlangsung dari pukul 14.00 WIB hingga pukul 19.00 WIB tersebut digelar di Lantai IV RS Harapan Bunda dengan dihadiri lengkap oleh orangtua Edwin dan kuasa hukum, tiga orang direktur RSHB beserta staf dan dua pengacara, dua orang dari Dinas Kesehatan, dan tiga orang dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

Adapun kesepakatan tersebut, lanjut Gonti, terdiri dari tiga pasal yang mengerucut pada keputusan bahwa Edwin Timothy Sihombing akan menjalani tindakan medis lanjutan ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Paviliun Kencana, Jakarta Pusat, segera mungkin. Di RSCM, dokter akan melakukan upaya medis agar kondisi bayi malang itu membaik.

Sejumlah upaya medis itu ialah bedah plastik, skin draft atau pencangkokan jaringan kulit. Semua biaya akan ditanggung oleh manajemen RSHB. "Dari awal saya mengeluarkan statement, saya tidak pernah menuntut materi. Saya hanya ingin penyembuhan total anak saya. Saya konsisten dengan apa yang saya katakan," lanjut Gonti.

Meski demikian, Gonti menegaskan kepada pihak rumah sakit untuk juga konsisten dengan apa yang telah disepakati. Gonti mengatakan, jika pihak rumah sakit melanggar poin kesepakatan, misalnya tidak membiayai proses perawatan bayinya dengan baik, ia tak segan menggugurkan kesepakatan itu dengan menempuh jalur hukum.

Sebelumnya diberitakan, Edwin, bayi berusia 2,5 bulan, terpaksa kehilangan separuh jari telunjuk kanannya setelah digunting dokter RS Harapan Bunda. Orangtua pun menduga kuat adanya kesalahan penanganan oleh salah satu dokter rumah sakit kepada bayi pertamanya tersebut. (C18-11)

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.