Kompas.com - 17/04/2013, 20:48 WIB
|
EditorLaksono Hari W

JAKARTA, KOMPAS.com — Halte bus pengumpan atau feeder transjakarta yang sudah tidak digunakan sejak awal tahun lalu terlihat tak terurus. Berbagai macam tulisan tercoret di depan halte dan sampah berserakan di sekitar halte tersebut.

"Haltenya memang sudah tidak pernah digunakan lagi dari bulan Januari," kata Santoso, warga Kembangan, Jakarta Barat, Rabu (17/4/2013).

Halte tersebut berada di dekat Panti Sosial Bina Laras, Kembangan, Jakarta Barat. Tak ada seorang pun yang menggunakan fasilitas umum halte tersebut. Selain letaknya yang berada di jalan yang tak banyak dilalui oleh angkutan umum, halte tersebut juga kotor dan tidak terurus.

Selain halte di dekat Panti Sosial Bina Laras, halte bus pengumpan di depan minimarket 7-Eleven di Jalan Kedoya Raya malah sudah beralih fungsi menjadi tempat berjualan minuman dan rokok. Halte tersebut lebih banyak digunakan untuk tempat nongkrong pemuda-pemuda atau tempat tukang ojek yang sedang menunggu calon penumpang.

"Kalau halte ini dari mulai jadi sampai sekarang belum pernah dipakai. Halte baru jadi, eh bus feeder-nya sudah enggak beroperasi lagi," kata Sunandi (40), warga Kedoya.

Ia mengatakan, walaupun halte tersebut sudah tidak digunakan, lampu di halte tetap menyala pada malam hari. Aliran listrik lampu di halte tersebut menyatu dengan lampu jalanan sehingga tetap menyala ketika lampu jalanan menyala.

Sunandi menduga, tak beroperasinya bus pengumpan karena tidak ada penumpang yang menggunakan angkutan umum tersebut. Kalaupun ada, paling banyak hanya 2 sampai 5 penumpang yang menunggu di halte tersebut. Selain itu, katanya, penumpang harus menunggu lebih lama untuk bisa menggunakan angkutan bus pengumpan tersebut. Angkutan umum lain bisa datang dan sampai tujuan lebih cepat dibangdingkan bus pengumpan. Tarif yang disediakan oleh angkutan lain pun jauh lebih terjangkau.

Sebelumnya, PT Ekasari Lorena Transport sebagai operator bus pengumpan transjakarta berhenti beroperasi sejak Kamis (1/11/2012) karena mengalami kerugian dan sepi penumpang. Dinas Perhubungan DKI Jakarta meminta operator untuk kembali mengoperasikan bus pengumpan dengan melakukan modifikasi keberadaan tiga rute yang dilayani saat ini. Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Udar Pristono mengatakan, alasan berhentinya operasi karena jumlah penumpang yang menggunakan layanan tersebut memang tidak banyak. Operator akhirnya mengaku mengalami kerugian.

Baca berita terkait:
Merugi, "Feeder Busway" Berhenti Beroperasi
Sepi Penumpang, Tiga "Feeder Busway" Stop Operasi
"Feeder Busway" Bakal Diganti "Feeder" Sepeda?
Feeder Busway Hanya Angkut Tiga Penumpang!
Feeder Busway Diperpanjang
Foke Ingatkan Pengguna 'Feeder Busway'

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.