Kompas.com - 22/04/2013, 16:57 WIB
Penulis Icha Rastika
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, KOMPAS.com — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan lima tersangka kasus dugaan korupsi kepengurusan izin lahan makam, Senin (22/4/2012). Pemeriksaan ini merupakan yang pertama sejak lima tersangka ditahan pada pekan lalu.

"Kelimanya diperiksa sebagai tersangka," kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Informasi KPK Priharsa Nugraha.

Kelima tersangka itu adalah Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Bogor Iyus Djuher, Direktur PT Garindo Perkasa bernama Sentot Susilo, Nana Supriatna yang diduga sebagai perantara dari PT Garindo, pegawai Pemerintah Kabupaten Bogor bernama Usep Jumenio, serta pegawai honorer di Pemkab Bogor Listo Welly Sabu.

Kelima tersangka ini diduga terlibat tindak pidana berupa pemberian hadiah atau janji terkait permintaan izin pengelolaan lahan di Desa Antajaya, Kecamatan Tanjung Sari, Bogor. Lahan seluas 100 hektar itu rencananya akan dibangun taman pemakaman bukan umum. Padahal, lahan itu merupakan kawasan konservasi . Diduga, Sentot bersama Nana sebagai pihak pemberian uang agar izin pengelolaan lahan yang sebenarnya merupakan kawasan konservasi itu bisa diterbitkan.

Sementara Iyus, Usep, dan Welly diduga sebagai pihak penerima uang. Kasus ini berawal dari operasi tangkap tangan terhadap sembilan orang, termasuk kelimanya. Bersamaan dengan itu, KPK menyita alat bukti berupa uang sekitar Rp 800 juta dalam tas besar. Dugaan sementara, Rp 500 juta dari total Rp 800 juta tersebut akan diberikan kepada Iyus melalui Usep dan Welly. Kini, kelima tersangka ditahan secara terpisah di beberapa rutan.  

Ikuti perkembangan kasus ini dalam topik:
Kasus Suap Lahan Makam

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Kasus Brigadir J, Ajudan Istri Ferdy Sambo Dijerat Pasal Pembunuhan Berencana

    Kasus Brigadir J, Ajudan Istri Ferdy Sambo Dijerat Pasal Pembunuhan Berencana

    Nasional
    Survei Litbang Kompas: Citra KPK Terendah dalam 5 Tahun Terakhir

    Survei Litbang Kompas: Citra KPK Terendah dalam 5 Tahun Terakhir

    Nasional
    Prabowo-Muhaimin Disebut Bakal Umumkan Kerja Sama Gerindra-PKB Senin Sore Ini

    Prabowo-Muhaimin Disebut Bakal Umumkan Kerja Sama Gerindra-PKB Senin Sore Ini

    Nasional
    Polri Tetapkan Ajudan Istri Sambo Tersangka Pembunuhan Brigadir J

    Polri Tetapkan Ajudan Istri Sambo Tersangka Pembunuhan Brigadir J

    Nasional
    Refleksi HUT RI ke-77: Menuju Kemerdekaan Pangan dan Energi (Bagian I)

    Refleksi HUT RI ke-77: Menuju Kemerdekaan Pangan dan Energi (Bagian I)

    Nasional
    Ini Alasan Prabowo-Cak Imin Dijadwalkan ke KPU Bareng dari Masjid Sunda Kelapa...

    Ini Alasan Prabowo-Cak Imin Dijadwalkan ke KPU Bareng dari Masjid Sunda Kelapa...

    Nasional
    [POPULER NASIONAL] Tangisan Istri Ferdy Sambo | Kontroversi Brigjen Hendra Kurniawa di Kasus Brigadir J

    [POPULER NASIONAL] Tangisan Istri Ferdy Sambo | Kontroversi Brigjen Hendra Kurniawa di Kasus Brigadir J

    Nasional
    Keberanian Kapolri adalah Kunci

    Keberanian Kapolri adalah Kunci

    Nasional
    Moeldoko: Subsidi Capai Rp 502 Triliun, Mohon Hemat Gunakan BBM

    Moeldoko: Subsidi Capai Rp 502 Triliun, Mohon Hemat Gunakan BBM

    Nasional
    Optimisme Partai Nonparlemen dan Partai Baru Hadapi Pemilu 2024...

    Optimisme Partai Nonparlemen dan Partai Baru Hadapi Pemilu 2024...

    Nasional
    Misteri Lem di Kepala Belakang Brigadir Yosua

    Misteri Lem di Kepala Belakang Brigadir Yosua

    Nasional
    Besok, Prabowo-Cak Imin Berangkat Bareng ke KPU dari Masjid Sunda Kelapa

    Besok, Prabowo-Cak Imin Berangkat Bareng ke KPU dari Masjid Sunda Kelapa

    Nasional
    Pengamat Sebut Jokowi 'Ada Hati' dengan Prabowo sebagai Capres 2024

    Pengamat Sebut Jokowi 'Ada Hati' dengan Prabowo sebagai Capres 2024

    Nasional
    Pengamat: Sangat Masuk Akal jika Jokowi Dekat dan Dukung Prabowo

    Pengamat: Sangat Masuk Akal jika Jokowi Dekat dan Dukung Prabowo

    Nasional
    Kontroversi Hendra Kurniawan, Jenderal yang Diduga Larang Keluarga Buka Peti Jenazah Brigadir J

    Kontroversi Hendra Kurniawan, Jenderal yang Diduga Larang Keluarga Buka Peti Jenazah Brigadir J

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.