Kompas.com - 23/04/2013, 13:00 WIB
|
EditorGlori K. Wadrianto

BANDUNG, KOMPAS.com — Beralasan solidaritas terhadap teman, FD (20) alias Pr, menusuk Denry Murliansyah (20) di dekat SMA 24 Bandung, Jalan AH Nasution, Kelurahan Sukamiskin, Kecamatan Arcamanik, Kota Bandung, Minggu (21/4/2013).

Akibatnya, Denry, yang merupakan warga Gang Mesjid Kelurahan Babakan Surabaya, Kecamatan Kiara Condong, Kota Bandung, mendapatkan 18 jahitan pada luka tusukan di bagian punggung dan paha.

Diceritakan FD, niatnya menghujamkan pisau dapur ke tubuh Denry berawal dari pengaduan teman rumahnya, BW (16), yang terlibat adu komentar di jejaring sosial Twitter. Tak terima rekannya dihina, FD lantas meminta BW untuk mengajak korban, Denry, bertemu di sebuah tempat yang berada tidak jauh dari SMAN 24 Bandung.

Meski demikian, FD sebenarnya tidak memiliki akun Twitter dan belum pernah aktif di jejaring sosial tersebut  "Masalahnya sih, sepele. Teman saya berantem di Twitter, katanya sih masalah cewek. Akhirnya, saya nantang korban untuk bertemu. Kebetulan saya juga kenal sama korban," kata FD saat ditemui di Mapolsekta Arcamanik, Selasa (23/4/2013)

Setelah bertemu dengan Denry, FD yang saat itu dalam keadaan mabuk seusai menenggak dua botol arak sempat terlibat adu mulut. Dalam pengaruh alkohol, FD, yang sengaja membawa pisau dapur dari rumah, langsung memukuli dan menusuk Denry sebanyak dua kali. Sementara BW yang terlibat masalah dengan korban hanya menyaksikan aksi brutal FD terhadap Denry dari atas motor.

"Waktu itu saya terpancing emosi juga. Tapi, saya tidak diberi apa-apa sama teman saya," ujar FD.

Di tempat yang sama, Kapolsek Arcamanik Komisaris Polisi I Ketut Adi Purnama mengatakan, hingga tertangkapnya pelaku FD di rumahnya Senin (22/4/2013) kemarin, barang bukti berupa sebilah pisau yang digunakan untuk menusuk korban belum ditemukan. Kuat dugaan, pisau dapur tersebut dibuang pelaku ke sungai yang berada tidak jauh dari TKP.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Berkaca dari kejadian tersebut, Adi mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak menyalahgunakan media jejaring sosial ke arah yang negatif. "Harusnya media Twitter digunakan untuk hal yang positif. Kejadian ini memberi pelajaran kalau membuat komen yang tidak baik dan menyinggung perasaan bisa jadi celaka," kata Adi.

Akibat ulahnya, tersangka FD diganjar dengan Pasal 351 KUH Pidana tentang Penganiayaan dengan ancaman hukuman lima tahun penjara.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X