Kompas.com - 23/04/2013, 14:49 WIB
Penulis Norma Gesita
|
EditorLaksono Hari W

JAKARTA, KOMPAS.com — Polda Metro Jaya menggelar pertemuan dengan pimpinan badan usaha jasa pengamanan untuk membahas persiapan menghadapi unjuk rasa peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day pada 1 Mei mendatang. Dalam pertemuan itu, Direktur Intel Polda Metro Jaya Komisaris Besar Sutanto menyebut tuntutan buruh sulit dipenuhi karena tak masuk akal.

"Kami berharap tuntutan buruh dapat tersalurkan. Agak sulit memang karena (tuntutannya) agak tak masuk akal," kata Sutanto di Mapolda Metro Jaya, Selasa (23/4/2013).

Tuntutan yang diajukan serikat buruh yang tergabung dalam Majelis Pekerja Buruh Indonesia (MPBI) adalah penolakan kenaikan harga bahan bakar minyak, jaminan kesehatan seluruh rakyat pada 1 Januari 2014, penolakan penangguhan upah minimum dan upah murah, serta penghapusan tenaga kerja alih daya atau outsourcing.

Sutanto mengatakan, Polda Metro telah mempersiapkan keamanan secara optimal untuk menjaga unjuk rasa buruh pada 1 Mei mendatang. Ia berharap peringatan Hari Buruh Internasional dapat berjalan dengan lancar. Selain itu, kegiatan masyarakat lain juga diharapkan dapat berjalan seperti biasa.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.