Basuki Tak Konsisten soal JEDI

Kompas.com - 23/04/2013, 16:35 WIB
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Basuki Tjahaja Purnama menegaskan Pemprov DKI akan membatalkan pinjaman Bank Dunia untuk proyek Jakarta Emergency Dredging Inisiative (JEDI) atau program pengerukan saluran, sungai, dan waduk.

Apabila sebelumnya Wakil Gubernur DKI Jakarta itu mengatakan kalau DKI telah memberikan surat pengajuan penghentian pinjaman kepada Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Selasa (23/4/2013) ini, dia mengatakan DKI belum mengajukan surat tersebut.

"Iya, tapi belum dikirim. Nanti dikirim secepatnya," kata Basuki di Balaikota Jakarta.

Klausul perjanjian yang ditetapkan Bank Dunia dinilai telah memberatkan Pemprov DKI. Dalam surat penghentian pinjaman itu, kata dia, DKI akan meminta Bank Dunia untuk meringankan syarat yang diajukan oleh Bank Dunia.

Apabila Bank Dunia tidak mengabulkan surat permohonan itu, DKI akan mengerjakan proyek tersebut dengan menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) DKI. "Lihat saja Kali Pakin sudah kita beresin sendiri kan. Alat-alat berat juga sudah mulai turun. Kita bisa kok kerjakan sendiri," kata mantan Bupati Belitung Timur itu.

Sebelumnya, Pemprov DKI menilai dua klausul yang ditetapkan Bank Dunia memberatkan pelaksanaan proyek JEDI. Klausul pertama menyangkut waktu penyelesaian pengerukan 13 sungai yang ditetapkan selama lima tahun. Klausul kedua menyebutkan bahwa Pemprov DKI menjamin hak-hak warga di bantaran kali yang bakal digusur dengan pemberian ganti rugi berupa uang.

Proyek JEDI yang dirintis oleh gubernur sebelumnya, Fauzi Bowo atau Foke, diperkirakan menelan anggaran sebesar 190 juta dollar AS. Bank Dunia memberikan pinjaman lunak kepada Pemerintah Indonesia sebesar 139 juta dollar AS. Sisanya sebesar 51 juta dollar AS akan dibebankan dari APBN dan APBD DKI.

Kementerian PU juga telah memastikan bahwa pengerjaan fisik pengerukan 11 sungai dan empat waduk di Jakarta dimulai dengan pengadaan tender fisik internasional. Tender fisik akan dimulai dengan tahap prakualifikasi dan tahap tender untuk tujuh paket kegiatan pengerukan.

Proses tender berlangsung terbuka bagi semua kontraktor. Adapun kontraktor asing yang berkeinginan mengikuti proses tender diwajibkan membentuk joint venture bersama kontraktor asal Indonesia.

Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Kadishub DKI Pastikan Aturan Ganjil Genap Belum Diterapkan di Jakarta

    Kadishub DKI Pastikan Aturan Ganjil Genap Belum Diterapkan di Jakarta

    Megapolitan
    Proyek LRT Rute Velodrome-Manggarai Diusulkan Diubah Jadi Velodrome-Klender, Ini Alasannya

    Proyek LRT Rute Velodrome-Manggarai Diusulkan Diubah Jadi Velodrome-Klender, Ini Alasannya

    Megapolitan
    Hina Brimob Kacung China di Instagram, Tersangka Mengaku Cuma Iseng

    Hina Brimob Kacung China di Instagram, Tersangka Mengaku Cuma Iseng

    Megapolitan
    Perwakilan FPI Sambangi Kodam Jaya, Mayjen Dudung: Silaturahim Saja

    Perwakilan FPI Sambangi Kodam Jaya, Mayjen Dudung: Silaturahim Saja

    Megapolitan
    Satu Rumah di Kompleks Polri Ragunan Terbakar

    Satu Rumah di Kompleks Polri Ragunan Terbakar

    Megapolitan
    Gerindra DKI: DPP Akan Jelaskan soal Penangkapan Menteri Edhy Prabowo oleh KPK

    Gerindra DKI: DPP Akan Jelaskan soal Penangkapan Menteri Edhy Prabowo oleh KPK

    Megapolitan
    Riza Patria Berharap KPK Bisa Adil Tangani Kasus Edhy Prabowo

    Riza Patria Berharap KPK Bisa Adil Tangani Kasus Edhy Prabowo

    Megapolitan
    Tabung Gas Meledak di Bekasi, Tiga Rumah Rusak dan Satu Orang Luka Bakar

    Tabung Gas Meledak di Bekasi, Tiga Rumah Rusak dan Satu Orang Luka Bakar

    Megapolitan
    Lonjakan Pasien Covid-19 pada November, RSUD Depok Terisi 94 Persen, ICU Penuh

    Lonjakan Pasien Covid-19 pada November, RSUD Depok Terisi 94 Persen, ICU Penuh

    Megapolitan
    Kabur Setelah Dinyatakan Reaktif, Tiga Warga Petamburan Akan Didatangi Tim Puskesmas

    Kabur Setelah Dinyatakan Reaktif, Tiga Warga Petamburan Akan Didatangi Tim Puskesmas

    Megapolitan
    PSBB Tangsel Diperpanjang hingga 19 Desember, Wali Kota Airin Sebut Tak Ada Perubahan Aturan

    PSBB Tangsel Diperpanjang hingga 19 Desember, Wali Kota Airin Sebut Tak Ada Perubahan Aturan

    Megapolitan
    Anies Singgung Penegakan Aturan PSBB di Daerah Pilkada Tak Seperti Jakarta, Wali Kota Tangsel: Nanti Kami Evaluasi

    Anies Singgung Penegakan Aturan PSBB di Daerah Pilkada Tak Seperti Jakarta, Wali Kota Tangsel: Nanti Kami Evaluasi

    Megapolitan
    Antisipasi Musim Hujan, Satpol PP Turunkan 470 Spanduk dan Baliho Liar

    Antisipasi Musim Hujan, Satpol PP Turunkan 470 Spanduk dan Baliho Liar

    Megapolitan
    Ledakan akibat Tabung Gas Bocor di Bekasi, Dapur hingga Rumah Tetangga Ikut Rusak

    Ledakan akibat Tabung Gas Bocor di Bekasi, Dapur hingga Rumah Tetangga Ikut Rusak

    Megapolitan
    RSUI Depok Hampir Penuh meski Sudah Tambah Kapasitas, Pasien Covid-19 Terus Berdatangan

    RSUI Depok Hampir Penuh meski Sudah Tambah Kapasitas, Pasien Covid-19 Terus Berdatangan

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X