Basuki: Segera Ganti Atap Rumah Henk

Kompas.com - 24/04/2013, 03:09 WIB
Editor

Jakarta, Kompas - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersedia merenovasi rumah mantan Gubernur DKI almarhum Hendrik Hermanus Joel Ngantung, atau dikenal sebagai Henk Ngantung. Renovasi ini dilakukan untuk memperbaiki atap rumah yang rusak parah.

Rumah pribadi Henk Ngantung terletak di tanah seluas 2.400 meter persegi di Gang Jambu, Jalan Dewi Sartika, Jakarta Timur. Henk yang tersohor sebagai seniman itu diangkat Presiden Soekarno sebagai gubernur Jakarta tahun 1964-1965.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menerima Evelyn Ngantung Mame- sah, janda mendiang Henk Ngantung, di Balaikota Jakarta, Selasa (23/4).

Seusai pertemuan itu, Basuki pun segera menugaskan Dinas Perumahan DKI agar segera merenovasi atap rumah Henk yang sudah bocor dan nyaris roboh.

”Saya minta Dinas Perumahan agar mengganti atap dengan atap baja ringan,” ujar Basuki.

Basuki menegaskan, Pemprov DKI juga bersedia membeli rumah milik keluarga Henk Ngantung itu apabila pihak keluarga akan menjualnya.

”Kami bisa merenovasi rumah tanpa mengubah bentuk asli rumah. Rumah ini bisa dibuat menjadi sanggar lukis. Sampai beberapa tahun ke depan, orang bisa tahu bahwa ini rumah Pak Henk Ngantung,” kata Basuki.

Keterbatasan dana

Evelyn mengakui rumahnya tersebut memang tidak layak huni lagi. ”Memang halaman rumah saya besar. Namun, rumahnya enggak layak lagi. Karena saya sudah biasa di sana, ya tidak apa-apa,” ucapnya.

Meskipun demikian, Evelyn menyatakan senang menempati rumah itu, terlebih jika perbaikan dapat dilakukan. ”Saya bangga kalau bisa tinggal di rumah bagus, sebab rumah saya ada di dalam gang. Mobil saja tidak bisa masuk. Jadi betul-betul rumah itu di gang, letaknya paling ujung, dan di pinggir kali,” kata Evelyn.

Terkait penawaran Pemprov DKI untuk membeli rumah itu, Evelyn mengatakan, hal itu sangat mungkin dilakukan. Rumah akan dijual sesuai harga pasar. Dia berencana menggunakan uang hasil penjualan rumah itu untuk membeli rumah lain yang lebih kecil dan membagi sisa uang kepada anak-anaknya yang belum memiliki rumah.

Rumah itu dibeli keluarga Henk tahun 1971 seharga Rp 5,5 juta. Sebelum tinggal di Gang Jambu, Henk sekeluarga bermukim di Jalan Tanah Abang II, Jakarta Pusat. Mereka terpaksa pindah ke pinggir Jakarta karena keterbatasan dana setelah Henk tidak lagi menjabat gubernur.

Saat ini, Evelyn hidup dari uang pensiun suaminya sebesar Rp 850.000 per bulan. Pensiun itu baru rutin diterima tahun 1980. Karena keterbatasan uang, berbagai kerusakan rumah tidak dapat diperbaiki. Evelyn bahkan menjadikan dapurnya sebagai kamar tidur karena hanya tinggal ruangan tersebut yang atapnya tidak bocor. (ART)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.