Kompas.com - 24/04/2013, 11:09 WIB
EditorAgus Mulyadi

TIMIKA, KOMPAS.com — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Mimika, Papua, meminta bantuan kepolisian dan Dinas Pendidikan Menengah (Dispendimen) setempat untuk melakukan verifikasi berkas bakal calon anggota legislatif, terutama soal keabsahan ijazah.

Sekretaris KPU Mimika Bernadinus Songbes, di Timika, Rabu (24/4/2013), mengatakan, jajarannya membutuhkan keterlibatan polisi dan staf Dispendimen Mimika untuk meneliti ijazah para bakal caleg, untuk menghindari adanya caleg yang berijazah palsu.

"Sekarang ini ada banyak kasus ijazah palsu. Maka, kita minta polisi dan dinas terkait untuk meneliti keabsahan ijazah para caleg, terutama ijazah Paket C dan ijazah sarjana dari perguruan tinggi swasta yang tidak diakreditasi oleh perguruan tinggi negeri," kata Songbes.

Proses verifikasi berkas administrasi para bakal caleg berlangsung selama 14 hari, mulai Selasa (23/4/2013) hingga Senin (6/5/2013). KPU Mimika menugaskan empat tim untuk melakukan verifikasi berkas administrasi ratusan bakal caleg, yang akan bersaing dalam Pemilu 2014 untuk memperebutkan 35 kursi yang tersedia di DPRD Mimika.

Hingga batas waktu penutupan pendaftaran bakal caleg di KPU Mimika pada Senin (22/4/2013) pukul 16.00 WIT, 12 partai politik sudah mendaftarkan para calegnya.

Hampir sebagian besar parpol peserta Pemilu 2014 di Mimika mendaftarkan calegnya pada hari terakhir penutupan pendaftaran.

Golkar
KPU Mimika juga berkonsultasi dengan Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Papua, Klemen Tinal, untuk menyelesaikan dualisme daftar caleg Partai Golkar Kabupaten Mimika, yakni versi Eltinus Omaleng dan versi Trifena M Tinal.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dari hasil konsultasi dengan DPD I Golkar Provinsi Papua, diputuskan bahwa kubu Eltinus Omaleng mengajukan 13 orang bakal caleg, kubu Trifena M Tinal mengajukan 12 orang bakal caleg, dan 10 orang lainnya ditentukan oleh DPD I Golkar Provinsi Papua.

"Kami harus berkonsultasi dengan DPD I Golkar Provinsi Papua karena ada permasalahan di tingkat DPD II Golkar Mimika. Kami tidak mau KPU Mimika menjadi sasaran karena masalah internal di Golkar," ucap Songbes.


Sumber: Antara

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.