Surabaya Berpeluang Raih Adipura Kencana

Kompas.com - 27/04/2013, 17:50 WIB
|
EditorMarcus Suprihadi

SURABAYA, KOMPAS.com- Kota Surabaya berpeluang besar untuk kembali meraih penghargaan Adipura Kencana di tahun 2013. Berdasarkan hasil pemantauan tahap pertama pemeringkatan Adipura yang dilakukan Kementerian Lingkungan Hidup dan Dewan Pertimbangan Adipura, Surabaya berhasil mengungguli 15 kota lainnya, baik kota metropolitan dan kota sedang atau kecil yang masuk sebagai nominator peraih Adipura Kencana.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini di Surabaya, Sabtu (27/4/2013), mengatakan, berdasarka hasil pemantauan tahap pertama (PI) tersebut, Surabaya bisa meraih Adipura Kencana. Apalagi Ujang Solihin Sidik, perwakilan dari Kementerian Lingkungan Hidup menyampaikan kegiatan ekspose Adipura di Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya, Jumat (26/4/2013), telah mengungkpan beberapa kriteria yang menjadi unggulan Surabaya.

Hadir dalam acara tersebut Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Surabaya Musdiq Ali Suhudi, camat dan lurah serta pakar tata kota Prof Johan Silas.

Dalam paparannya, Ujang menegaskan, Kota Surabaya dalam tahap pemantauan tahap pertama mendapatkan nilai 75,81. Nilai itu paling tinggi dibanding kota metropolitan lain.

Menurutnya, dalam menjaga kebersihan kota, Surabaya masih menjadi percontohan bagi daerah-daerah lain. "Surabaya masih menjadi panutan, bukan hanya kota besar, tapi juga kota sedang dan kecil. Jadi jangan sampai turun pangkat, harus dipertahankan pada tahap pemantau tahap kedua (P2), kalau bisa malah lebih baik," katanya.

Dijelaskan Ujang, untuk tahap P1 ada beberapa poin yang menjadi penilaian, antara lain nilai fisik pemukiman, nilai fisik jalan, nilai fisik pasar, nilai fisik sekolah, nilai fisik pertokoan, dan juga nilai fisik perkantoran. Kemudian nilai fisik RSUD dan Puskemas, nilai fisik perairan terbuka, nilai fisik transportasi, serta nilai fisik hutan kota dan taman kota. Bahkan upaya kota/kabupaten dalam pengendalian pencemaran air dan udara.

Untuk pengelolaan sampah, diharuskan mengelola sampah minimal 14 persen dari jumlah timbunan sampah. Sampah menjadi energi alternatif, adanya inovasi pengelolaan sampah, memiliki master plan pengelolaan sampah dan rencana penetapan tempat pembuangan sampah (TPS).

Sementara untuk syarat pengendalian pencemaran air, berupa konservasi air, perlindungan air (situ). Lalu ada syarat pengelolaan tanah yang mencakup penggunaan tanah dalam tata ruang atau tutupan lahan.

Ada juga syarat keanekaragaman hayati, perubahan iklim (mitigasi dan adaptasi), dan sosial ekonomi.

Pekan ini, Kementerian LH dan Dewan Pertimbangan Adipura akan melakukan verifikasi untuk kategori kota sedang dan kecil. Kemudian menyusul verifikasi untuk kategori kota Metropolitan. Nantinya, hasilnya akan diumumkan pada bulan Juni.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Saat Lahan Pemakaman Korban Covid-19 di Jakarta Kian Menipis...

Saat Lahan Pemakaman Korban Covid-19 di Jakarta Kian Menipis...

Megapolitan
PSI: Gubernur Anies Jadi Harapan Terakhir, Jika Usulan Kenaikan Gaji DPRD DKI Disetujui

PSI: Gubernur Anies Jadi Harapan Terakhir, Jika Usulan Kenaikan Gaji DPRD DKI Disetujui

Megapolitan
Kapolda Metro: Kerawanan Pilkada Depok dan Tangsel Sama

Kapolda Metro: Kerawanan Pilkada Depok dan Tangsel Sama

Megapolitan
Terus Melonjak, 1.360 Kasus Baru Covid-19 di Jakarta

Terus Melonjak, 1.360 Kasus Baru Covid-19 di Jakarta

Megapolitan
Untuk Pelaku UMKM, Ini Stimulus Pemprov DKI Jakarta yang Perlu Kalian Tahu

Untuk Pelaku UMKM, Ini Stimulus Pemprov DKI Jakarta yang Perlu Kalian Tahu

Megapolitan
2.407 Warga Depok Masih Positif Covid-19, Terbanyak Selama Pandemi

2.407 Warga Depok Masih Positif Covid-19, Terbanyak Selama Pandemi

Megapolitan
Daftar 18 Artis yang Terjerat Narkoba dan Psikotropika Sepanjang 2020

Daftar 18 Artis yang Terjerat Narkoba dan Psikotropika Sepanjang 2020

Megapolitan
Meski di Tengah Pandmi, KPU Tangsel Targetkan Pemilih Mencapai 77 Persen

Meski di Tengah Pandmi, KPU Tangsel Targetkan Pemilih Mencapai 77 Persen

Megapolitan
Pilkada Depok: Ini Ucapan Imam Budi yang Dianggap Afifah Alia Melecehkan

Pilkada Depok: Ini Ucapan Imam Budi yang Dianggap Afifah Alia Melecehkan

Megapolitan
Cekcok karena Perempuan, Pria di Tangerang Tewas Ditusuk

Cekcok karena Perempuan, Pria di Tangerang Tewas Ditusuk

Megapolitan
Anies Baswedan Jadi Wakil Ketua Komite Pengarah C40 Cities Bersama Gubernur Tokyo

Anies Baswedan Jadi Wakil Ketua Komite Pengarah C40 Cities Bersama Gubernur Tokyo

Megapolitan
Ketua DPRD DKI: Kenaikan Anggaran karena Tambahan Kegiatan

Ketua DPRD DKI: Kenaikan Anggaran karena Tambahan Kegiatan

Megapolitan
Ditangkap Terkait Sabu, Mantan Artis Cilik IBS Masih Syok

Ditangkap Terkait Sabu, Mantan Artis Cilik IBS Masih Syok

Megapolitan
Polisi: Mantan Artis Cilik Iyut Bing Slamet Beli Sabu dari Seseorang di Johar Baru

Polisi: Mantan Artis Cilik Iyut Bing Slamet Beli Sabu dari Seseorang di Johar Baru

Megapolitan
Ditangkap Terkait Narkoba, Mantan Artis Cilik IBS Gunakan Sabu Sejak 2004

Ditangkap Terkait Narkoba, Mantan Artis Cilik IBS Gunakan Sabu Sejak 2004

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X