Kompas.com - 28/04/2013, 20:41 WIB
|
EditorHindra

JAKARTA, KOMPAS.com - Ratusan peserta tes online uji kompetensi bidang seleksi dan promosi terbuka jabatan atau biasa disebut lelang jabatan untuk camat, hari ini Minggu (28/4/2013) mengikuti tes online di delapan sekolah negeri di Ibu Kota. Tak hanya Pegawai Negeri Sipil (PNS) DKI yang mengikuti tes tersebut, camat definitif (masih menjabat) pun ikut bersaing untuk mempertahankan posisi prestisius mereka.

Camat Tambora Isnawa Adji yang telah menjabat selama dua tahun memuji terobosan terbaru ini. Ia mengaku tak merasa tersaingi dengan peserta lainnya. "Kalau semuanya ditangani Gubernur, buat apa ada lurah dan camat? Seleksi terbuka ini sekaligus untuk mencari camat dan lurah yang berkualitas," kata Adji, saat dihubungi wartawan, di Jakarta.

Adji yang pernah memperoleh penghargaan sebagai camat DKI berprestasi tahun 2012 mengaku selalu siap menerima penugasan di lokasi manapun jika berdasarkan hasil tes. Pengabdian, katanya, tidak memandang tempat.

Hal senada juga diungkapkan oleh Camat Kelapa Gading Jupan Royter. Jupan yang telah menjabat selama lima tahun mengaku tak merasa terancam dengan kebijakan seleksi terbuka itu. Sebaliknya, dia berpendapat, seleksi terbuka itu menjadi peluang PNS DKI untuk bersama-sama dapat merasakan bekerja di tingkat kelurahan dan kecamatan.

"Ini sangat positif dan membuka peluang yang sama bagi teman-teman lain yang belum berkecimpung di kelurahan dan kecamatan. Kita bisa uji kemampuan kita selama ini, kayak apa sih sebenarnya sekarang," kata Jupan.

Setelah mengikuti tes online uji kompetensi bidang, peserta yang lolos diwajibkan untuk mengikuti tes manajerial dan tes kesehatan. Nantinya hasil tes online akan diumumkan pada tanggal 2 Mei 2013 mendatang. Tes manajerial akan digelar selama lebih dari satu bulan yakni dari 6 Mei 2013 hingga 11 Juni 2013 mendatang. Tes akan dilakukan di dua tempat berbeda yakni di Balaikota DKI Jakarta dan Mabes Polri.

Sepuluh peserta terbaik akan dijaring untuk menjalani seleksi pengetahuan umum dan kepemimpinan. Lima orang yang lolos seleksi pengetahuan umum akan mengikuti seleksi visi dan misi. Mereka diwajibkan untuk menyiapkan makalah berisi visi-misi terhadap daerah yang akan dipimpinnya. Mereka juga akan melaksanakan tes psikologi, wawancara, dan uji publik. Hasilnya, tiga orang terbaik akan menjalani wawancara final dan satu orang akan menduduki jabatannya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.