Jokowi Pusing Kerja DPRD Lambat

Kompas.com - 29/04/2013, 15:49 WIB
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Entah sudah berapa kali Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menyampaikan keluh kesah tentang sulitnya memimpin Jakarta. Saat ingin melangkah cepat membenahi Jakarta, ia sering merasa terhambat dengan rumitnya birokrasi dan regulasi yang ada.

Bila dirunut, sejak awal dilantik menjadi Gubernur pada 15 Oktober 2012 silam, Jokowi beberapa kali harus menahan laju kecepatannya, mulai dari pembahasan, perumusan, dan pengesahan APBD serta eksekusi seluruh program unggulannya. Terakhir, dia harus kembali menghadapi hambatan yang seyogianya bisa dibuat lebih mudah.

Senin (29/4/2013) ini, Jokowi mengadakan pertemuan dengan DPRD DKI Jakarta. Tampak di Balai Agung, Balaikota Jakarta, Ketua DPRD DKI Ferrial Sofyan bersama wakilnya Triwisaksana dan Ketua Komisi B Slamet Nurdin. Sesuai agenda, pertemuan yang juga dihadiri oleh Wakil Gubernur Basuki Tjahaja Purnama itu membahas perihal deep tunnel dan giant sea wall.

Seusai pertemuan, kepada para wartawan, mantan Wali Kota Surakarta itu tak bersedia membocorkan apa yang dibahas bersama legislatif. Ia mengaku hanya menjawab pertanyaan dewan dan lebih banyak menyampaikan keluh kesah tentang kesulitan yang dihadapinya.

"Yang tadi ditanyakan (oleh dewan), semua harus ada persetujuan dari dewan. Ada empat, deep tunnel, giant sea wall, monorel, dan mass rapid transit (MRT)," kata Jokowi.

Jokowi sebenarnya tak akan merasa terganggu bila sikap DPRD bisa cepat dalam mendukungnya. Namun, cerita menjadi berubah karena persetujuan dari dewan tak bisa keluar cepat. Inilah yang membuat Jokowi merasa dihambat saat ingin melangkah cepat.

Ia mengambil sebuah contoh terkait rencana pembangunan deep tunnel atau terowongan bawah tanah. Megaproyek senilai Rp 16 triliun itu dibangun mengandalkan campur tangan investor, alias tanpa menggunakan APBD. Meski begitu, restu dari DPRD tak mudah didapatkan, padahal Jokowi yakin akan banyak investor antre untuk ikut andil di proyek tersebut.

"Jangan tanya ke saya, tanya ke dewanlah, saya enggak ngerti. Tapi enggak apa-apa, kerjakan saja. Regulasi kita itu memang ruwet," ujarnya.

Baca tentang


    Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Wakapolri Ancam Copot Kapolsek hingga Kapolda yang Tak Serius Tangani Covid-19

    Wakapolri Ancam Copot Kapolsek hingga Kapolda yang Tak Serius Tangani Covid-19

    Megapolitan
    Nilai Rapor Jadi Pertimbangan Lulus Ujian SIMAK UI

    Nilai Rapor Jadi Pertimbangan Lulus Ujian SIMAK UI

    Megapolitan
    Pilkada Depok, PSI Manfaatkan Kesempatan untuk Perkuat Mesin Partai

    Pilkada Depok, PSI Manfaatkan Kesempatan untuk Perkuat Mesin Partai

    Megapolitan
    [HOAKS] Data BIN Tetapkan Jakarta Zona Hitam Covid-19

    [HOAKS] Data BIN Tetapkan Jakarta Zona Hitam Covid-19

    Megapolitan
    Ditjen Perkeretapian Hentikan Pembongkaran Struktur Bata Kuno di Proyek DDT Stasiun Bekasi

    Ditjen Perkeretapian Hentikan Pembongkaran Struktur Bata Kuno di Proyek DDT Stasiun Bekasi

    Megapolitan
    Warga Jakarta Bisa Gelar Lomba dan Kegiatan 17 Agustus, asalkan...

    Warga Jakarta Bisa Gelar Lomba dan Kegiatan 17 Agustus, asalkan...

    Megapolitan
    Polisi Buru Tetangga yang Diduga Bawa Kabur Remaja Asal Cengkareng

    Polisi Buru Tetangga yang Diduga Bawa Kabur Remaja Asal Cengkareng

    Megapolitan
    Seorang Ibu Laporkan Tetangga, Diduga Bawa Kabur Anaknya Berusia 14 Tahun

    Seorang Ibu Laporkan Tetangga, Diduga Bawa Kabur Anaknya Berusia 14 Tahun

    Megapolitan
    Bandara Soekarno-Hatta Operasikan Heliport Komersial Mulai 23 Agustus

    Bandara Soekarno-Hatta Operasikan Heliport Komersial Mulai 23 Agustus

    Megapolitan
    PSI Nilai Koalisi Gerindra dan PDI-P Tak Serius Menang di Pilkada Depok 2020

    PSI Nilai Koalisi Gerindra dan PDI-P Tak Serius Menang di Pilkada Depok 2020

    Megapolitan
    Ledakan Covid-19 Kota Bogor, PNS Hingga Puluhan Pegawai Puskesmas Positif Corona

    Ledakan Covid-19 Kota Bogor, PNS Hingga Puluhan Pegawai Puskesmas Positif Corona

    Megapolitan
    Saat 867 Pohon Harus Diganti dan Direlokasi karena Imbas Proyek MRT Fase 2A

    Saat 867 Pohon Harus Diganti dan Direlokasi karena Imbas Proyek MRT Fase 2A

    Megapolitan
    Penumpang KRL Tak Tertib hingga Rusak Pagar Stasiun Tanah Abang, Personel TNI-Polri Dikerahkan

    Penumpang KRL Tak Tertib hingga Rusak Pagar Stasiun Tanah Abang, Personel TNI-Polri Dikerahkan

    Megapolitan
    UPDATE 11 Agustus: Covid-19 di Kota Bekasi Capai 626 Kasus Positif

    UPDATE 11 Agustus: Covid-19 di Kota Bekasi Capai 626 Kasus Positif

    Megapolitan
    Akhir Rentetan Penembakan Misterius yang Incar Pengedara di Tangsel

    Akhir Rentetan Penembakan Misterius yang Incar Pengedara di Tangsel

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X