Kompas.com - 29/04/2013, 16:43 WIB
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Untuk menangani kasus kejahatan cyber, Polri bekerja sama dengan Australian Federal Police (AFP) membangun laboratorium cyber. Kerja sama ini dianggap penting untuk penanggulangan terorisme sampai dengan upaya pencegahan peretasan situs penting pemerintahan yang belakangan pernah terjadi.

"Kejahatan cyber ini akan langsung berhubungan dengan kejatahan lain, termasuk komunikasi teroris yang informasinya dikirim melalui email," kata Kepala Badan Reserse Kriminal Mabes Polri Komisaris Jenderal Sutarman di Mapolda Metro Jaya, Senin (29/4/2013).

Menurut Sutarman, pihaknya pernah bekerja sama dengan kepolisian Australia dalam kasus bom Bali. Saat itu, Polri juga turut menggunakan sarana IT yang ada sehingga jaringan terorisme bom Bali bisa terungkap.

Perkembangan kemajuan cyber crime Polri, lanjutnya, membuat para teroris enggan berkomunikasi via internet sehingga akhirnya memilih melakukannya secara manual. "Makanya, sekarang pelaku teroris di Indonesia sudah berupaya berhubungan dengan manual untuk menghindari cyber ini," ujar Sutarman.

Ia menuturkan, situs pemerintahan dan juga perbankan akan berbahaya apabila sampai diretas atau di-hack seseorang. Di samping itu, lanjutnya, saat ini situs e-goverment sudah terkoneksi seluruhnya sehingga penyerangan terhadap situs pemerintahan bisa membuat rusak.

Dengan adanya laboratorium cyber, kepolisian bisa memonitor kejahatan komputer dari awal dan mengatasinya dengan baik. "Website-nya Presiden saja bisa di-hack. Kalau seandainya server di perbankan itu di-hack oleh seseorang yang masuk, kemudian account-nya dipindahkan ke orang lain, itu sangat membahayakan dan menghancurkan perekonomian dari perbankan itu," lanjut Sutarman.

Setiap tahunnya, menurut dia, ada sekitar 800 ribu laporan yang terkait kejahatan cyber. Dengan adanya bantuan kepolisian Australia, pihaknya berharap bisa mengurangi kejahatan dunia maya itu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.