Kompas.com - 29/04/2013, 20:41 WIB
|
EditorLaksono Hari W

JAKARTA, KOMPAS.com — Seorang oknum TNI Angkatan Laut berpangkat kolonel dan oknum polisi diringkus Badan Narkotika Nasional (BNN) di salah satu hotel di Simpang Lima, Semarang, Jawa Tengah. Pria berinisial ASB yang juga menjabat sebagai Komandan Pangkalan Angkatan Laut tersebut dibawa ke kantor BNN untuk diperiksa lebih lanjut.

Deputi Pemberantasan BNN Inspektur Jenderal Benny Jozua Mamoto menjelaskan, penangkapan ASB berawal dari terungkapnya peredaran sabu di Jawa Tengah pada 25 Februari 2013. Peredaran obat terlarang itu melibatkan oknum anggota Detasemen Markas Polda Jawa Tengah berinisial Iptu H.

Setelah melakukan pemantauan dan pengembangan kasus, BNN mencurigai seorang pengedar lain, yakni seorang oknum polisi di Direktorat Intelkam Polda Jateng berinisial Briptu RS alias MM. Pada 29 April 2013 pukul 01.00 WIB, BNN mengintai RS ke salah satu hotel di Simpang Lima, Semarang. Petugas menduga RS tengah mengantar barang ilegal tersebut.

Di dalam hotel itu, RS masuk ke kamar 1003. Setelah keluar, RS ditangkap di luar hotel dan diinterogasi BNN. "Setelah dia kita periksa, kita menggeledah kamar hotel yang tadi ia masuki. Di dalam, kita temukan ASB berpangkat cukup tinggi tengah mengonsumsi sabu," ujar Benny dalam konferensi pers di Gedung BNN, Jakarta, Senin (29/4/2013).

Di dalam kamar hotel sang komandan, petugas BNN menemukan dua kantong plastik berisi narkotika jenis sabu seberat 1,5 gram, empat pipa penyedot, dua bong atau alat isap, tujuh korek api gas, satu lembar aluminium foil, dua botol kosmetik wajah yang digunakan untuk membakar sabu, serta barang bukti lain.

Setelah itu, BNN menggeledah kediaman RS di hari yang sama di Semarang. BNN menemukan barang bukti delapan butir ekstasi merek Butterfly, satu paket kecil sabu seberat 0,3 gram, dan alat isap sabu. Di kediaman RS itu pula, BNN menciduk seorang wanita yang mengaku sebagai kekasih RS. Wanita tersebut diduga terlibat sindikat narkoba tersebut.

"ASB dan dua orang lainnya (RS dan H) positif mengonsumsi narkotika jenis sabu. Para tersangka beserta barang bukti saat ini sudah ada di BNN untuk diperiksa lebih lanjut," ujar Benny.

Setelah diperiksa, ASB akan diserahkan ke Pusat Polisi Militer Angkatan Laut untuk menjalani proses penyidikan. Adapun H juga akan dilimpahkan ke Provost Polda Jawa Tengah. Satu tersangka berstatus warga sipil akan disidik oleh BNN.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.