Kompas.com - 30/04/2013, 09:00 WIB
EditorHertanto Soebijoto

JAKARTA, KOMPAS.com — Perasaan kaget sekaligus tidak percaya diungkapkan Agnes (23) dan Dea (23) saat mendengar kabar bahwa Ustaz Jeffry Al Buchori telah meninggal dunia. Diceritakan oleh keduanya, pertemuan pertama dan terakhir kalinya dengan sang ustaz ialah pada hari Kamis (25/4/2013) malam sekitar pukul 23.00 WIB di kafe daerah Kemang, Jakarta Selatan, yang membuatnya semakin kagum dan cinta akan sosok kerendahan hati "ustaz gaul" itu.

"Pertemuan kami waktu itu sangat singkat. Awalnya, saya tidak sadar kalau orang yang membeli rokok dan mempersilakan kami masuk setelah diusir satpam ke dalam kafe adalah sang ustaz. Tapi, begitu saya dengar suaranya yang khas, saat beliau membagikan rokok kepada para satpam yang berjaga, baru saya tersadar kalau beliau itu adalah Ustaz Jeffry Al Buchori," ceritanya sambil terisak di samping makam Uje di TPU Karet Bivak, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (29/4/2013) siang.

Diungkapkannya, dirinya dan Dea, yang langsung saling menelepon ketika mengetahui kabar yang menimpa Uje pada pagi harinya, sempat diberikan pesan singkat dan motivasi saat Uje membayar satu slof rokok yang dibelinya pada malam itu. Disebutkan Agnes, isi pesan yang disebutkan Uje itu adalah harapan dan permintaan kepadanya untuk mendoakan Uje agar selamat dunia dan akhirat.

"Beliau berpesan singkat, tolong doakan saya agar selamat dunia dan akhirat. Waktu itu, saya hanya mengiyakan saja dan tidak berpikir tentang hal apa pun," ujarnya.

Tak hanya itu, Uje juga memuji apa yang dilakukan Agnes dan Dea sebagai SPG. "Beliau berkata kalau kami berdua adalah orang baik karena menurut beliau sampai larut malam masih bekerja mencari rezeki. Sebab, kata Uje, rezeki itu tidak ada yang tahu, kecuali Allah yang tahu," kata Agnes lagi sembari menirukan ucapan dan gerak tubuh Uje di malam pertemuan yang berkesan itu.

Dibalut kerudung tipis bermotif batik warna coklat dan mengenakan baju hitam lengan panjang, keduanya tidak berhenti menangis sampai tiba waktunya menyebarkan bunga dan menyiram air mawar di atas pusara tempat Uje dikebumikan. Baik Agnes maupun Dea tak henti menangis di pusara Uje.

"Semoga doa saya untuk Uje di malam itu benar-benar dikabulkan oleh Allah dan saya sangat kagum sekali kepada Uje karena beliau adalah salah satu orang yang paling rendah hati yang baru saya temui," kata Agnes lagi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Berita terkait, baca:

USTAZ JEFFRY AL BUCHORI WAFAT

 

Baca tentang


    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.