Perampok di BCA Melawai Berbadan Gemuk dan Kurus

Kompas.com - 30/04/2013, 11:01 WIB
Penulis Alsadad Rudi
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com - Ciri-ciri pelaku penjambretan Rp 480 juta di depan BCA Cabang Melawai, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, tercium polisi. Dua pelaku diketahui berbadan gemuk dan berbadan kurus.

Kanit Reserse Kriminal Polsek Metro Kebayoran Baru Komisaris Burhanuddin mengatakan, hal itu terungkap dari keterangan empat orang saksi yang telah diperiksa. Pelaku pertama yang berbadan gemuk mengendarai motor, sementara pelaku kedua yang dibonceng diperkirakan berbadan kurus dan bertugas merampas tas korban.

"Keduanya diduga menggunakan helm dan jaket, kemudian kabur dari Jalan Melawai mengarah ke Jalan Barito," kata Burhanuddin saat dihubungi pada Selasa (30/4/2013) pagi.

Menurutnya, sudah ada empat saksi yang dimintai keterangan. Saksi pertama adalah saksi korban, yaitu Joko Prihatin (40), salah seorang pegawai KFC sebagai penyetor uang hasil dari KFC. Sedangkan saksi kedua adalah Bripda Ridwan, satu satu petugas pengawal dari Satuan Pengendalian Massa (Dalmas) Polda Metro Jaya.

"Saksi ketiga adalah tukang parkir sekitar lokasi dan saksi keempat pedagang warung kecil dekat situ," ujarnya.

Kepolisian masih akan memanggil saksi lainnya yang dinilai dapat memberi informasi mengenai dugaan pencurian tersebut.

Secara singkat Burhanuddin memaparkan kronologis kejadian yang berlangsung pada Senin (29/4/2013) sekitar pukul 13.50 WIB. Saat itu saksi korban (Joko Prihatin) hendak menyetor uang sebesar Rp 480 Juta ke BCA Melawai.

Uang disimpan dalam tas besar yang dipegangnya. Joko dikawal oleh Bripda Ridwan. Saat Joko turun dari mobil untuk menuju BCA, tiba-tiba pelaku datang kemudian merampas tas uang yang dipegang Joko.

Pelaku pun kabur dari Jalan Melawai Raya ke arah Jalan Barito. Barang bukti yang disita polisi saat ini adalah mobil Daihatsu Grand Max yang digunakan ke BCA.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wagub DKI: Pembebasan Lahan untuk Normalisasi Ciliwung Butuh Rp 5 Triliun

Wagub DKI: Pembebasan Lahan untuk Normalisasi Ciliwung Butuh Rp 5 Triliun

Megapolitan
Pemkot Bogor Tiadakan Kebijakan Ganjil Genap untuk Akhir Pekan Ini

Pemkot Bogor Tiadakan Kebijakan Ganjil Genap untuk Akhir Pekan Ini

Megapolitan
Sempat Bertemu Pembunuh Anaknya, Ibu Ade Sara : Assyifa Kalau Memang Kamu Pelakunya, Tante Maafkan Kamu

Sempat Bertemu Pembunuh Anaknya, Ibu Ade Sara : Assyifa Kalau Memang Kamu Pelakunya, Tante Maafkan Kamu

Megapolitan
Wagub: 7,6 Kilometer Lahan di Bantaran Ciliwung Bisa Dinormalisasi

Wagub: 7,6 Kilometer Lahan di Bantaran Ciliwung Bisa Dinormalisasi

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG: Jabodetabek Hujan

Prakiraan Cuaca BMKG: Jabodetabek Hujan

Megapolitan
Virus Corona B.1.1.7 Sudah Menyebar di Jakarta Tanpa Terdeteksi?

Virus Corona B.1.1.7 Sudah Menyebar di Jakarta Tanpa Terdeteksi?

Megapolitan
Penyalahgunaan Jatah Vaksin di Pasar Tanah Abang: Dipakai ART hingga Kenalan Pedagang

Penyalahgunaan Jatah Vaksin di Pasar Tanah Abang: Dipakai ART hingga Kenalan Pedagang

Megapolitan
Ikappi Ingatkan PD Pasar Jaya Tak Menyepelekan Pendataan Pedagang untuk Vaksinasi Covid-19

Ikappi Ingatkan PD Pasar Jaya Tak Menyepelekan Pendataan Pedagang untuk Vaksinasi Covid-19

Megapolitan
Isi Pledoi Pembunuh Ade Sara, Assyifa: Mohon Putusan Ringan Agar Saya Bisa Melanjutkan Pendidikan...

Isi Pledoi Pembunuh Ade Sara, Assyifa: Mohon Putusan Ringan Agar Saya Bisa Melanjutkan Pendidikan...

Megapolitan
Pengamat Dorong Pemprov DKI Percepat Normalisasi 4 Sungai Utama

Pengamat Dorong Pemprov DKI Percepat Normalisasi 4 Sungai Utama

Megapolitan
UPDATE 5 Maret: Tambah 35 Kasus di Kota Tangerang, 303 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE 5 Maret: Tambah 35 Kasus di Kota Tangerang, 303 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Gerebek Lumpur hingga Sumur Resapan Dinilai Upaya Minor Atasi Banjir Jakarta

Gerebek Lumpur hingga Sumur Resapan Dinilai Upaya Minor Atasi Banjir Jakarta

Megapolitan
Kenalan hingga ART Ikut Divaksin di Pasar Tanah Abang, Ikappi: Merugikan Pedagang

Kenalan hingga ART Ikut Divaksin di Pasar Tanah Abang, Ikappi: Merugikan Pedagang

Megapolitan
Wali Kota Tangerang Sebut Penerapan Pembelajaran Tatap Muka Tergantung Dinamika Kasus Covid-19

Wali Kota Tangerang Sebut Penerapan Pembelajaran Tatap Muka Tergantung Dinamika Kasus Covid-19

Megapolitan
Penerima Bansos Tunai Rp 300.000 di Jakarta Bisa Dicoret, Ini Ketentuannya

Penerima Bansos Tunai Rp 300.000 di Jakarta Bisa Dicoret, Ini Ketentuannya

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X