Penumpang Bus Bogor Terancam Tidak Terlayani

Kompas.com - 02/05/2013, 03:50 WIB
Editor

BOGOR, KOMPAS - Hari ini, Kamis (2/5), ribuan calon penumpang bus dari Terminal Baranangsiang, Kota Bogor, Jawa Barat, terancam tidak terlayani. Hal ini sebagai dampak dari aksi yang akan digelar Komunitas Masyarakat Terminal Baranangsiang yang menolak pembangunan hotel dan pusat perbelanjaan di lahan terminal itu.

”Mulai Kamis pukul 06.00, kami akan berkumpul di Terminal Baranangsiang, lalu berjalan kaki ke DPRD Kota Bogor, pukul 08.00. Bus akan tetap ada di sana, tetapi ada kesepakatan semua perusahaan otobus tidak akan mengangkut sewa (penumpang),” tutur Ketua Komunitas Masyarakat Terminal Baranangsiang Dedy Mihardi Indeng, Rabu (1/5).

Menurut dia, ratusan awak bus atau pedagang dari Terminal Baranangsiang bakal mengikuti aksi tersebut. Karena itu, dia meminta pengertian dari calon penumpang yang biasa menggunakan bus dari Terminal Baranangsiang.

Sebelumnya, komunitas ini juga menyampaikan penolakan terhadap rencana Pemerintah Kota Bogor membangun hotel dan pusat perbelanjaan di Terminal Baranangsiang.

Kepala Dinas Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (DLLAJ) Kota Bogor Suharto menjelaskan, dari 2 hektar lahan terminal, sebanyak 0,9 hektar akan tetap untuk terminal. Sisanya dimanfaatkan investor yang membiayai revitalisasi Terminal Baranangsiang untuk pembangunan hotel dan pusat perbelanjaan.

Menurut Dedy, aksi mogok ini merupakan wujud kekecewaan atas ”kekerasan hati” Pemkot Bogor yang tak bersedia menerima penolakan atas rencana pembangunan hotel dan pusat perbelanjaan itu. Dia mendengar, 5 Mei mendatang, bakal ada eksekusi untuk memulai rencana itu.

Bus yang saat ini berada di Terminal Baranangsiang akan dialihkan ke Terminal Bubulak dan Wangun. Menurut dia, rencana itu bakal ”menggusur” masyarakat yang selama ini hidup di Terminal Baranangsiang.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

”Tanggal 16 April lalu sudah ada paparan dari Dinas Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Kota Bogor. Termasuk bahan studi banding mereka di Singapura. Dari situ kelihatan lebih kuat lahan untuk bisnis. Bisa mencapai 70 persen lahan terminal untuk hotel dan mal,” ujarnya.

Dia mengaku belum tahu berapa lama perusahaan otobus akan ”mogok” melayani penumpang karena semua bergantung pada hasil pembicaraan dengan DPRD Kota Bogor.

Rudy Thehamihardja, pemilik PO Indah Murni yang juga beroperasi di Terminal Baranangsiang, membenarkan adanya rencana ”mogok” itu. Menurut dia, rencana revitalisasi terminal yang digulirkan Pemkot Bogor itu juga berpotensi melanggar Peraturan Daerah mengenai Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Bogor. Luas terminal seharusnya tidak boleh dikurangi.

”Selama luas terminal tidak berkurang, mau dibuat bangunan 100 tingkat pun tidak masalah. Fungsi dan luasan terminal tidak bisa dikurangi,” ujarnya.

Suharto belum bersedia dimintai tanggapan mengenai antisipasi ”mogok” pelayanan bus di Terminal Baranangsiang. ”Saya masih rapat,” ujarnya. (GAL)



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.