Usai Sodomi, Guru Ngaji Beri Uang ke Korbannya

Kompas.com - 02/05/2013, 09:24 WIB
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Seusai melakukan tindak kekerasan seksual dengan cara menyodomi korban yang masih bocah, AZ (28) pun melakukan tipu daya agar sang bocah tak mengadu tentang apa yang dilakukannya. Dia memberikan uang kepada korban.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Metro Jakarta Timur AKBP Muhammad Saleh menjelaskan, AZ selalu menyodomi anak didiknya di rumah kontrakan di Cakung, Jakarta Timur. Ia melakukan sodomi setelah para bocah diajarkannya mengaji. Sementara bocah yang lain pulang, AZ memanggil salah satu dari mereka untuk tetap bertahan di kontrakannya tersebut.

"Pertama minta pijat, lama-lama dipelorotin celananya, saat itulah dieksekusi sama dia. Setelah itu, korbannya disuruh pulang sambil diberikan uang, ada yang Rp 1.000 ada yang Rp 2.000," ujar Saleh saat ditemui Kompas.com di kantornya, Rabu (1/5/2013) malam.

Saleh mengatakan, pemberian uang tersebut merupakan bentuk tipu daya tersangka agar sang bocah melupakan apa yang baru terjadi. Meski dengan nada tak mengancam, AZ juga mengatakan agar korban tidak bercerita kepada siapa pun apa yang terjadi.

Aksi AZ itu, tutur Saleh, dilakukan dalam rentang waktu Desember 2012 hingga April 2013. Adapun proses sodomi terhadap keempat belas korban tersebut dilakukan dalam waktu yang tidak bersamaan.

Saleh mengungkapkan, rasa hormat kepada sang guru, wibawa yang dimiliki sang guru, dan tipu daya yang dilakukan pria belum berkeluarga dan memiliki tato di punggungnya tersebut menyebabkan para korbannya tidak berontak.

"Pertama korbannya tidak berontak. Namun, ada satu korban yang mengeluh bokongnya sakit saat buang air besar, jadilah itu pergunjingan di antara tetangga-tetangga. Ternyata, korbannya banyak, sampai 14 orang. Akhirnya diketahui bahwa pelakunya adalah si AZ," ungkap Saleh.

Pada Jumat (26/4/2013) pagi, warga, terutama orangtua korban yang geram dengan tindakan AZ, pun langsung menggerebek kontrakannya. Setelah sempat diamankan di kediaman Ketua RW setempat dari amukan warga, AZ kemudian diserahkan ke Polres Metro Jakarta Timur.

Kini, AZ yang juga bekerja sebagai karyawan perusahaan pengantar barang tersebut sudah diamankan di Tahanan Polres Metro Jakarta Timur. AZ dikenakan Pasal 82 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman 12 tahun hukuman penjara.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polda Metro Klaim Kampung Tangguh di Paseban Mampu Tekan Penyebaran Covid-19

Polda Metro Klaim Kampung Tangguh di Paseban Mampu Tekan Penyebaran Covid-19

Megapolitan
Ibu 60 Tahun yang Kalung Emasnya Dijambret Alami Luka di Leher

Ibu 60 Tahun yang Kalung Emasnya Dijambret Alami Luka di Leher

Megapolitan
Jakarta Catat 1.737 Kasus Baru Covid-19, Positivity Rate Hampir 14 Persen

Jakarta Catat 1.737 Kasus Baru Covid-19, Positivity Rate Hampir 14 Persen

Megapolitan
UPDATE 27 Februari: Depok Catat 233 Kasus Baru Covid-19, 4 Pasien Meninggal

UPDATE 27 Februari: Depok Catat 233 Kasus Baru Covid-19, 4 Pasien Meninggal

Megapolitan
Viral Video Kalung Emas Ibu 60 Tahun Dijambret di Tangsel

Viral Video Kalung Emas Ibu 60 Tahun Dijambret di Tangsel

Megapolitan
Jalan di Kampung Baru Tangsel Retak, Warga Khawatir Melintas

Jalan di Kampung Baru Tangsel Retak, Warga Khawatir Melintas

Megapolitan
Anies: 578 Kilometer Jalur Sepeda Ditargetkan Selesai pada Tahun 2030

Anies: 578 Kilometer Jalur Sepeda Ditargetkan Selesai pada Tahun 2030

Megapolitan
Mayat Pria Ditemukan di Kali Pesanggrahan, Pakai Baju dan Celana Hitam

Mayat Pria Ditemukan di Kali Pesanggrahan, Pakai Baju dan Celana Hitam

Megapolitan
Simak Alasan Jakarta Raih Penghargaan STA dan Mengalahkan Kota Lain di Dunia

Simak Alasan Jakarta Raih Penghargaan STA dan Mengalahkan Kota Lain di Dunia

Megapolitan
Langgar Aturan PPKM, 2 Tempat Karaoke di Jakarta Barat Disegel

Langgar Aturan PPKM, 2 Tempat Karaoke di Jakarta Barat Disegel

Megapolitan
Bupati Kepulauan Seribu: Destinasi Wisata Kampung Jepang Siap Dibangun di Untung Jawa

Bupati Kepulauan Seribu: Destinasi Wisata Kampung Jepang Siap Dibangun di Untung Jawa

Megapolitan
Warga Cilincing Mulai Perbaiki Atap Rumah yang Rusak Diterpa Angin Kencang

Warga Cilincing Mulai Perbaiki Atap Rumah yang Rusak Diterpa Angin Kencang

Megapolitan
Bupati Kepulauan Seribu: Pulau Sebaru Tak Jadi Dibuat Rumah Sakit Covid-19

Bupati Kepulauan Seribu: Pulau Sebaru Tak Jadi Dibuat Rumah Sakit Covid-19

Megapolitan
Pembersihan Lautan Sampah di Kampung Bengek dan Munculnya Kesadaran Warga Jaga Kebersihan

Pembersihan Lautan Sampah di Kampung Bengek dan Munculnya Kesadaran Warga Jaga Kebersihan

Megapolitan
Anggota TNI yang Ditusuk Tetangga di Jakarta Timur Kondisinya Membaik

Anggota TNI yang Ditusuk Tetangga di Jakarta Timur Kondisinya Membaik

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X