Kompas.com - 02/05/2013, 17:33 WIB
|
EditorLaksono Hari W

JAKARTA, KOMPAS.com — Polres Metro Jakarta Pusat menahan seorang sales manager sebuah showroom mobil di Jalan Ahmad Yani, Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Manajer itu ditangkap karena telah menyekap salah satu karyawannya hingga karyawan tersebut memilih mengakhiri hidupnya dengan gantung diri.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Pusat Ajun Komisaris Besar Rahmat mengatakan, dari hasil keterangan para saksi, polisi telah menahan SH yang bekerja sebagai atasan karyawan berinisial JED yang bunuh diri tersebut. Saksi mengatakan bahwa SH telah melarang korban meninggalkan kantornya sampai korban dapat mengembalikan uang muka sebanyak Rp 41 juta dari seorang calon pembeli mobil di showroom itu.

"Dia (SH) akan dikenai Pasal 333 ayat 3 KUHP tentang Penyekapan, ancamannya lima tahun penjara," ujar Rahmat saat ditemui di Mapolresto Jakarta Pusat, Kamis (2/5/2013).

Rahmat mengatakan, dari hasil visum yang dilakukan Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, penyidik tidak menemukan adanya tanda-tanda penganiayaan pada tubuh korban, baik pukulan maupun kekerasan lain. Pada tubuh korban hanya ditemukan luka bekas lilitan ikat pinggang pada leher untuk menggantung diri.

Sementara itu, seorang keluarga korban, Yasin Mansur, menilai kematian JED tidak normal. Ketika keluarga melihat jenazah korban, terdapat beberapa luka sayatan dan luka memar pada sebagian tubuhnya. Keluarga juga kecewa karena telat mendapat pemberitahuan tentang kematian JED. JED ditemukan tewas pada Rabu (24/4/2013) pagi, sedangkan keluarganya baru mendapatkan berita duka tersebut pada malam hari.

"Kami tidak terima jika dinyatakan bunuh diri karena dari tubuh korban, kami menemukan adanya luka sayatan dan memar," kata Yasin.

JED ditemukan tewas menggantung di ruang tamu showroom tempatnya bekerja pada 24 April 2013. Jenazah ditemukan pertama kali oleh petugas keamanan pada pukul 08.00 WIB. Sebelum tewas, pria 36 tahun itu disebutkan telah menggelapkan uang muka dari seorang calon pembeli mobil. Karena itu, ia dilarang oleh atasannya keluar dari kantor sampai ia bisa mengembalikan uang tersebut.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.