Eh..., Ada Spanduk Dukung MRT Layang

Kompas.com - 03/05/2013, 08:46 WIB
Penulis Alsadad Rudi
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Pedagang di Pasar Fatmawati tegas menolak pembangunan MRT layang di kawasan tersebut. Namun, di tengah-tengah itu, muncul spanduk dukungan MRT layang.

Pengamatan Kompas.com di salah satu sudut di depan Pasar Blok A, Jumat (3/5/2013) sekitar pukul 05.30 WIB, spanduk tersebut bertuliskan "Menuju Jakarta Baru Kami Warga Kelurahan Pulo Mendukung Pembangunan MRT Layang". Padahal, Pasar Blok A merupakan basis penolakan warga tersebut.

Beberapa warga sekitar mengaku tidak mengetahui pasti kapan spanduk itu mulai dipasang. "Enggak tahu juga nih. Kalau enggak salah udah dua hari apa ya," kata Hayat, seorang penjual kue di pasar tersebut.

Sementara Joni, salah seorang tukang ojek di pasar tersebut, menyebut spanduk itu merupakan dukungan dari warga yang bukan tinggal di daerah tersebut. "Spanduknya dari warga Pulo, kan dia enggak tinggal di daerah sini. Yang tinggal di sini yang saya tahu pada nolak," ujarnya.

Seperti diketahui, sejumlah warga Jakarta Selatan yang menolak dibangunnya MRT layang adalah warga yang tergabung dalam Masyarakat Peduli MRT yang rata-rata tinggal di Jalan Fatmawati, Cipete, dan Panglima Polim.

Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Positif Covid-19, Wagub DKI Riza Patria dalam Kondisi Stabil dan Isolasi Mandiri

    Positif Covid-19, Wagub DKI Riza Patria dalam Kondisi Stabil dan Isolasi Mandiri

    Megapolitan
    Wagub DKI Riza Patria Positif Covid-19

    Wagub DKI Riza Patria Positif Covid-19

    Megapolitan
    UPDATE 29 November: Tambah 49 Kasus Baru, Covid-19 di Kabupaten Bekasi Jadi 6.807

    UPDATE 29 November: Tambah 49 Kasus Baru, Covid-19 di Kabupaten Bekasi Jadi 6.807

    Megapolitan
    Balita Meninggal Saat Diajak Mengemis, Polisi: Sudah Sakit 4 Hari Sebelumnya

    Balita Meninggal Saat Diajak Mengemis, Polisi: Sudah Sakit 4 Hari Sebelumnya

    Megapolitan
    Balita Meninggal saat Dibawa Mengemis, Polisi Sebut Tak Temukan Tanda-tanda Kekerasan

    Balita Meninggal saat Dibawa Mengemis, Polisi Sebut Tak Temukan Tanda-tanda Kekerasan

    Megapolitan
    Bantah Rizieq Shihab Kabur dari RS, FPI: Bodoh Akut yang Bicara!

    Bantah Rizieq Shihab Kabur dari RS, FPI: Bodoh Akut yang Bicara!

    Megapolitan
    Polemik Pasca Rizieq Shihab di Tanah Air: 7 Pejabat Dicopot, Klaster Covid-19, hingga Tindak Pidana

    Polemik Pasca Rizieq Shihab di Tanah Air: 7 Pejabat Dicopot, Klaster Covid-19, hingga Tindak Pidana

    Megapolitan
    FPI Benarkan Rizieq Shihab Tinggalkan RS Ummi Bogor dan Tak Lagi Dirawat

    FPI Benarkan Rizieq Shihab Tinggalkan RS Ummi Bogor dan Tak Lagi Dirawat

    Megapolitan
    Janji Anies dan Kritik soal Syarat NIK dan KK pada Smart E-budgeting

    Janji Anies dan Kritik soal Syarat NIK dan KK pada Smart E-budgeting

    Megapolitan
    MER-C Sebut Rizieq Shihab Dapat Perlakuan Tak Beretika dari Bima Arya

    MER-C Sebut Rizieq Shihab Dapat Perlakuan Tak Beretika dari Bima Arya

    Megapolitan
    Kasus Meningkat, Pusat Karantina Rumah Lawan Covid-19 Tangsel Hampir Penuh

    Kasus Meningkat, Pusat Karantina Rumah Lawan Covid-19 Tangsel Hampir Penuh

    Megapolitan
    RS Ummi Dapat Teguran Keras, MER-C: Seharusnya Bima Arya Percaya Penuh pada RS

    RS Ummi Dapat Teguran Keras, MER-C: Seharusnya Bima Arya Percaya Penuh pada RS

    Megapolitan
    Di Tengah Polemik Tes Swab, Rizieq Shihab Pergi Tinggalkan RS Ummi

    Di Tengah Polemik Tes Swab, Rizieq Shihab Pergi Tinggalkan RS Ummi

    Megapolitan
    Kontroversi Tes Swab Diam-diam Rizieq Shihab yang Berbuntut Kasus Hukum...

    Kontroversi Tes Swab Diam-diam Rizieq Shihab yang Berbuntut Kasus Hukum...

    Megapolitan
    Modus Pencabulan Bocah di Pondok Aren, Pelaku Mengaku Kru Televisi hingga Imingi Bertemu Artis

    Modus Pencabulan Bocah di Pondok Aren, Pelaku Mengaku Kru Televisi hingga Imingi Bertemu Artis

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X