Kompas.com - 03/05/2013, 10:15 WIB
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com - Lurah Warakas Mulyadi, yang sedang tenar karena menolak mengikuti sistem lelang jabatan Gubernur DKI Jakarta, memang selalu aktif di lingkungan tempat tinggalnya. Tak heran jika dia menjabat sebagai Lurah Warakas karena keuletannya dalam berkarier selama belasan tahun.

Mulyadi lahir di Sukoharjo, 5 November 1960. Pria asal Solo, Jawa Tengah ini masih satu kampung dengan Joko Widodo, Gubernur DKI Jakarta. Dia bergelut sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Jakarta hampir 18 tahun.

Ayah dari tiga orang anak ini sempat menjadi ketua RT 13 di lingkungan tempat tinggalnya, RW 3, Rawa Badak Selatan, Koja, Jakarta Utara, hampir sepuluh tahun lalu. Dia menjabat sekitar tahun 2001.

"Pak Mul orangnya memang aktif. Dia sempat menjadi ketua RT juga disini," kata Haris (52), warga Rawa Badak Selatan. Selain

menjadi ketua RT, di karier PNS-nya, Mulyadi mengawali karier sebagai Kepala Seksi (Kasie) Pemerintahan di Kelurahan Papanggo, Tanjung Priok pada tahun 1995. Setelah itu, dia melanjutkan kuliah di Universitas 17 Agustus 1945 jurusan Sosial Politik.

Usai menyelesaikan program sarjananya, Mulyadi sempat juga menjabat sebagai Kasie kebersihan maupun Kasie Polisi Pamong Praja (Pol PP) tahun 2003 lalu. "Dia memang mulai karier dari bawah banget," kata Yani, warga Warakas III.

Setelah menjadi kepala seksi di segala bidang, tiga tahun kemudian Mulyadi diangkat menjadi sekertaris kelurahan di Sunter Agung, Tanjung Priok. Jabatan tersebut dia jalani selama empat tahun di kelurahan tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tak sampai di situ, Mulyadi juga pernah kuliah S-2 di Universitas Krisnadwipayana tahun 2001. Empat tahun kemudian, sekitar tahun 2003, Mulyadi diangkat menjadi wakil lurah di Kelurahan Sunter Agung, Tanjung Priok selama 1 tahun.

Rekam jejak karier Mulyadi berlanjut ke Warakas. Tahun 2006, dirinya diangkat sebagai wakil lurah di Kelurahan Warakas sampai tahun 2010. Setelah itu, dia mulai menjabat sebagai Lurah Warakas sampai hari ini.

Dari hasil kerjanya, beberapa warga mengaku daerah Warakas memang sedikit mengalami perubahan. Di sekitar Kelurahan Warakas mulai terlihat tanaman di pekarangan rumah warga. Jalan di dekat kantor kelurahan juga telah diperbaiki. Selain itu, Warakas pun memiliki gedung bangunan baru dan tidak lusuh lagi.

"Perubahan sih ada, tapi cuma sedikit. Kayak pohon-pohon di depan rumah warga lumayan jadi hijau," kata Harun, warga RW 2 Warakas.

Menurut Sekretaris Kelurahan Deny Saifuddin, jika masa jabatannya sebagai lurah habis, Mulyadi akan menjadi sekretaris camat.

Baca tentang


    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.