Jokowi: Pengusaha Ganjal Relokasi di Waduk Pluit

Kompas.com - 03/05/2013, 11:31 WIB
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo akhirnya membocorkan sedikit informasi mengapa relokasi warga di Waduk Pluit masih terganjal. Menurutnya, ada pihak ketiga yang coba mengganggu jalannya proses relokasi warga dari waduk tersebut ke rumah susun.

Mantan Wali Kota Surakarta ini menegaskan, dirinya sudah sangat intens melakukan komunikasi sebagai upaya pendekatan dengan warga. Dalam setiap pertemuan itu, dia selalu menyampaikan niat untuk menormalisasikan waduk tersebut.

"Masalahnya ada pihak ketiga yang ikut masuk (mengganggu), karena di situ ada pertarungan usaha besar. Yang ribut-ribut itu bukan masyarakat, ini kan ada kepentingan bisnis, sudah diklaim oleh usaha, kita ngertilah," kata Jokowi, saat meninjau Lokasi Binaan Makasar (Pasar Embrio), Kelurahan Makasar, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur, Jumat (3/5/2013).

Sebelumnya, Jokowi menyatakan proses relokasi warga di waduk tersebut bersifat mutlak. Pasalnya, fungsi Waduk Pluit akan dikembalikan sebagai waduk terbesar di Jakarta untuk mengontrol potensi banjir dan ketersediaan sumber air cadangan.

Area Waduk Pluit awalnya memiliki luas 80 hektar. Namun, saat ini wilayahnya menyusut tersisa 60 hektar akibat banyaknya warga yang mendirikan bangunan secara ilegal. Kedalaman waduk juga terkena imbas, saat ini hanya sekitar dua meter dari kedalaman ideal di atas lima meter.

Proses relokasi akan diimbangi dengan solusi permanen, yakni pembangunan rumah susun di Marunda dan Muara Baru, Jakarta Utara. Warga Waduk Pluit akan langsung direlokasi ketika unit rusun telah siap dihuni.

Baca tentang


    Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Konsep Mirip Stadion Premiere League, Begini Cara JIS Antisipasi Penonton Terjun ke Lapangan

    Konsep Mirip Stadion Premiere League, Begini Cara JIS Antisipasi Penonton Terjun ke Lapangan

    Megapolitan
    Pemprov DKI Belum Batasi Jumlah Pedagang yang Jualan Saat CFD

    Pemprov DKI Belum Batasi Jumlah Pedagang yang Jualan Saat CFD

    Megapolitan
    Sepekan Sebelum Bunuh Diri, Pilot Wings Air Kerap Mengurung Diri di Kamar Indekos

    Sepekan Sebelum Bunuh Diri, Pilot Wings Air Kerap Mengurung Diri di Kamar Indekos

    Megapolitan
    Dihampiri Samsat dan BPRD, Tukang Bangunan Kaget Disebut Nunggak Pajak Mobil Mewah

    Dihampiri Samsat dan BPRD, Tukang Bangunan Kaget Disebut Nunggak Pajak Mobil Mewah

    Megapolitan
    Rel Antara Stasiun Pasar Minggu dan UI Sempat Patah, KRL Sudah Bisa Melintas

    Rel Antara Stasiun Pasar Minggu dan UI Sempat Patah, KRL Sudah Bisa Melintas

    Megapolitan
    KCI Siapkan KRL sebagai Feeder untuk Pangkas Waktu Tempuh Rangkasbitung-Tanah Abang dan Cikarang-Jakarta Kota

    KCI Siapkan KRL sebagai Feeder untuk Pangkas Waktu Tempuh Rangkasbitung-Tanah Abang dan Cikarang-Jakarta Kota

    Megapolitan
    Jakarta Internasional Stadium Gunakan Rumput Hybrid Impor Untuk Tiga Lapangan

    Jakarta Internasional Stadium Gunakan Rumput Hybrid Impor Untuk Tiga Lapangan

    Megapolitan
    Jakarta International Stadium Hanya Sediakan Parkir untuk 1.500 Kendaraan, Apa Alasannya?

    Jakarta International Stadium Hanya Sediakan Parkir untuk 1.500 Kendaraan, Apa Alasannya?

    Megapolitan
    Polisi Tangkap Kelompok Pencopet Ponsel Saat Konser Musik

    Polisi Tangkap Kelompok Pencopet Ponsel Saat Konser Musik

    Megapolitan
    LPSK Beri Perlindungan Remaja yang Diperkosa Ayah Tiri di Tangsel

    LPSK Beri Perlindungan Remaja yang Diperkosa Ayah Tiri di Tangsel

    Megapolitan
    Pemprov DKI Sebut Sepeda yang Melintas di Badan Jalan Tidak Kena Sanksi

    Pemprov DKI Sebut Sepeda yang Melintas di Badan Jalan Tidak Kena Sanksi

    Megapolitan
    Setelah Uji Publik, LRT Jakarta Targetkan 7.000 Penumpang per Hari

    Setelah Uji Publik, LRT Jakarta Targetkan 7.000 Penumpang per Hari

    Megapolitan
    Jakarta International Stadium Akan Dilengkapi Fasilitas Bungee Jumping

    Jakarta International Stadium Akan Dilengkapi Fasilitas Bungee Jumping

    Megapolitan
    Tersangka Penyiraman Air Keras Racik Larutan Soda Api Sambil Ngopi di Samping Polsek

    Tersangka Penyiraman Air Keras Racik Larutan Soda Api Sambil Ngopi di Samping Polsek

    Megapolitan
    Mantan Kapolsek Kebayoran Baru Akan Dipecat karena Konsumsi Narkoba

    Mantan Kapolsek Kebayoran Baru Akan Dipecat karena Konsumsi Narkoba

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X