Hindari Kedubes Myanmar, Ini Pengalihan Arusnya

Kompas.com - 03/05/2013, 13:26 WIB
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com - Terkait aksi unjuk rasa yang akan dilakukan Forum Umat Islam (FUI) dan Komisi Nasional Advokasi untuk Muslim Rohingnya di Kedubes Myanmar, Jalan Agus Salim, Jakarta Pusat, Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya rencananya akan melakukan pengalihan arus lalu lintas di jalur sekitar Kedubes Myanmar.

"Kita akan melakukan pengalihan arus di Kedubes Myanmar," kata Kabag Bin Ops Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Budiyanto, kepada Kompas.com, saat dihubungi Jumat (3/5/2013).

Menurutnya, pengalihan arus itu akan dilakukan di jalur sekitar lokasi objek unjuk rasa apabila terjadi kepadatan lalu lintas yang dapat menimbulkan kemacetan. Sementara laporan yang diterima pihaknya, akan ada sekitar 1.000 pengunjuk rasa yang hendak melakukan aksi sekitar pukul 13.00 WIB.

"Jadi rencana alih arus ini sifatnya situasional," ujar Budiyanto.

Berikut rencana pengalihan arus lalu lintas yang akan dilakukan:

1. Arus dari Bundaran Hotel Indonesia ke Sutan Syahrir: Bundaran HI - Imam Bonjol - simpang Diponegoro kekanan dst.

2. Arus dari Diponegoro - Imam Bonjol ke Sutan Syahrir: Bundaran HI - depan UOB dan Dukuh Atas atau dari Bundaran HI ke Sarina dan Kebon Sirih.

3. Arus lalu lintas yang datang dari jln Moch Yamin mengarah Sutan Syahris jalan Agus Salim: Simpang Sutan Sahril Agus Salim belok kekiri - Bundarah HI - Imam bonjol - Diponegoro.

4. Arus lalin yang datang dari arah jalan Yusuf Adiwinata dialihkan ke jalan Irian - jalan Riau atau Jalan Irian - belok kanan Jalan Agus Salim, dst.

5. Arus yang datang dari arah Jalan H Moch Yamin yang mengarah simpang Agus Salim diputar balikan ke Jalan Sutan Sahrir, dst.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Setelah Ada Temuan Buaya 2,5 Meter, Damkar Kota Depok Sisir Kali Pesanggrahan Sawangan

Setelah Ada Temuan Buaya 2,5 Meter, Damkar Kota Depok Sisir Kali Pesanggrahan Sawangan

Megapolitan
93 Pengendara Kena Tegur dalam Sosialisasi Ganjil Genap di Jalan Gunung Sahari

93 Pengendara Kena Tegur dalam Sosialisasi Ganjil Genap di Jalan Gunung Sahari

Megapolitan
Kasatpol PP DKI: Satpol PP Jangan Dimaki, Jangan Dibenci

Kasatpol PP DKI: Satpol PP Jangan Dimaki, Jangan Dibenci

Megapolitan
Akan Maju Pilkada, Muhamad Resmi Mundur dari Jabatan Sekda Tangsel

Akan Maju Pilkada, Muhamad Resmi Mundur dari Jabatan Sekda Tangsel

Megapolitan
Polisi Klaim Temukan Petunjuk Terduga Pembunuh Wanita di Margonda Residence Depok

Polisi Klaim Temukan Petunjuk Terduga Pembunuh Wanita di Margonda Residence Depok

Megapolitan
Pria Ini Nekat Jadi Anggota BNN Gadungan karena Terlilit Utang Rp 100 Miliar

Pria Ini Nekat Jadi Anggota BNN Gadungan karena Terlilit Utang Rp 100 Miliar

Megapolitan
Sering Tawuran dan Membegal, Anggota Geng Motor 'Maju Kena Mundur Kena' Diciduk Polisi

Sering Tawuran dan Membegal, Anggota Geng Motor 'Maju Kena Mundur Kena' Diciduk Polisi

Megapolitan
Wanita Tewas di Margonda Residence Depok, Polisi Temukan Palu

Wanita Tewas di Margonda Residence Depok, Polisi Temukan Palu

Megapolitan
Operasi Patuh Jaya, Pengendara Motor Dominasi Pelanggaran di Jakarta Timur

Operasi Patuh Jaya, Pengendara Motor Dominasi Pelanggaran di Jakarta Timur

Megapolitan
Tipu Pencari Kerja, ASN Kota Tangerang Beraksi Bersama Tiga Oknum Lain

Tipu Pencari Kerja, ASN Kota Tangerang Beraksi Bersama Tiga Oknum Lain

Megapolitan
Rumah Lawan Covid-19 Tangsel Siap Bantu Jakarta Sediakan Tempat Karantina

Rumah Lawan Covid-19 Tangsel Siap Bantu Jakarta Sediakan Tempat Karantina

Megapolitan
Terkait Hoaks Obat Covid-19, Polisi Panggil Anji dan Hadi Pranoto Pekan Ini

Terkait Hoaks Obat Covid-19, Polisi Panggil Anji dan Hadi Pranoto Pekan Ini

Megapolitan
Warga Kabupaten Bekasi yang Tak Pakai Masker Bisa Kena Denda Maksimal Rp 250.000

Warga Kabupaten Bekasi yang Tak Pakai Masker Bisa Kena Denda Maksimal Rp 250.000

Megapolitan
Dinkes Jakarta: Persepsi Masyarakat Belum Anggap Covid-19 sebagai  Ancaman

Dinkes Jakarta: Persepsi Masyarakat Belum Anggap Covid-19 sebagai Ancaman

Megapolitan
Pasang Wifi untuk Belajar Siswa Kurang Mampu, F-PAN Minta Pemprov DKI Lakukan Hal yang Sama

Pasang Wifi untuk Belajar Siswa Kurang Mampu, F-PAN Minta Pemprov DKI Lakukan Hal yang Sama

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X