Kompas.com - 03/05/2013, 13:42 WIB
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengaku belum mengetahui perihal kabar Lurah Warakas Mulyadi menjadi calo di Rusun Marunda. Menurut mantan Bupati Belitung Timur itu, siapa pun yang berani menyewakan rusun, DKI akan menyita rusun tersebut.

"Kita enggak peduli siapa pun yang punya rusun, kalau dia sewakan ke orang, ya (rusun itu) kita sita," kata Basuki di Balaikota Jakarta, Jumat (3/5/2013).

Basuki melanjutkan, ia tak pernah memerintahkan staf pribadinya untuk menelusuri latar belakang dan kinerja Mulyadi. Mengenai keterlibatan Mulyadi dalam Rusun Marunda, pria yang akrab disapa Ahok itu mengatakan, itu merupakan tugas dan tanggung jawab Unit Pengelola Teknis (UPT) Rumah Susun Wilayah I Dinas Perumahan DKI Jakarta.

Salah seorang pengawas UPT bernama Natanael, kata dia, yang melaporkan kepadanya terkait kepemilikan unit rusun Marunda oleh Mulyadi. "Dia itu salah satu pengawas UPT. Jadi, dia pengawas di Rusun Marunda yang bertugas melaporkan ke DKI," kata Basuki.

Sebelumnya, dikabarkan bahwa Mulyadi menyewakan unitnya di Rusun Marunda. Kepala Unit Pengelola Teknis (UPT) Rumah Susun Wilayah I Dinas Perumahan DKI Jakarta Jati Waluyo membenarkan informasi tersebut. Satu unit rusun yang disewa Mulyadi disewakan kembali kepada orang lain bernama Tio.

Harga sewa yang dia kenakan juga lebih tinggi daripada harga sewa asli rusun itu. Unit rusun atas nama Mulyadi berada di lantai satu, tepatnya di lantai 1.20 Blok Pari, Klaster A Marunda. Harga sewa per unit Rusun Marunda di lantai satu yang paling mahal seharusnya adalah Rp 371.000 per bulan. Namun, rusun itu "dikemas" ulang oleh Mulyadi sehingga menjadi kamar sewaan dengan harga Rp 1,2 juta per bulan.

Dalam perjanjian sewa dengan UPT Rumah Susun, Mulyadi menggunakan alamat Jalan Semper Plumpang Nomor 68 RT 13 RW 3, Rawa Badak Selatan, Koja, Tanjung Priok, Jakarta Utara, yaitu persis dengan alamat rumah yang ditempatinya sekarang.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Mulyadi diketahui menyewakan kembali unit rusun itu sejak 2009. Penyewa unit itu rata-rata adalah mahasiswa yang kuliah di kampus swasta di dekat Kelurahan Warakas. Menanggapi informasi ini, Mulyadi membenarkan dia memang menyewa satu unit rusun itu, tetapi membantah telah menyewakannya kembali.

 

Baca tentang


    25th

    Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X