Kompas.com - 04/05/2013, 07:03 WIB
|
EditorPalupi Annisa Auliani

JAKARTA, KOMPAS.com - Anna Marlina Simanungkalit (38), pasien meninggal yang diduga merupakan korban dugaan malapraktik Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Persahabatan, Jakarta Timur telah dimakamkan. Namun, jika dimungkinkan, makam Anna akan digali kembali untuk kepentingan otopsi penyelidikan kasus dugaan malapraktik tersebut.

"Kami ditanya penyidik, siap enggak diotopsi jenazah (Anna) digali supaya diperiksa lagi? Keluarga (suami Anna) sudah menyatakan siap," kata Yaser Panjaitan, salah satu kuasa hukum suami Anna, Pandapotan Manurung (41), pelapor kasus tersebut, Jumat (3/5/2013). Namun, Yaser mengatakan hal tersebut begantung dari keputusan penyidik apakah akan melakukan otopsi atau tidak. T

"Itu kemungkinan besarnya. Untuk permintaan otopsi demi kepentingan penyidikan. Jadi di makam itu juga (pelaksanaan otopsinya)," ujar Yaser. Seperti diberitakan, Pandapotan Manurung melaporkan dokter RSUP Persahabatan beinisial BHS ke Polda Metro Jaya, Senin (22/4/2013). Ia menilai sang dokter melakukan kesalahan diagnosis terhadap istrinya sehingga meninggal dunia.

Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Persahabatan membantah bahwa insiden kematian Anna disebabkan oleh malapraktik. Hal itu terungkap dalam audit medik yang dilakukan oleh rumah sakit seusai kasus tersebut mencuat di pemberitaan media massa.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X