Polisi Selidiki Unsur Nepotisme Pabrik yang Perbudak Buruh

Kompas.com - 04/05/2013, 16:40 WIB
|
EditorLaksono Hari W

JAKARTA, KOMPAS.com - Kasat Reskrim Polres Kota Tangerang Ajun Komisaris Besar Shinto Silitonga mengatakan, pabrik pengolahan limbah untuk dijadikan panci aluminium, yang digerebek pada Jumat (3/5/2013) kemarin, tidak memiliki izin usaha. Polisi hanya menemukan selembar surat keterangan usaha dari kelurahan berbeda.

"Aneh, TKP itu kan di Kecamatan Sepatan Timur, tapi surat keterangan usaha di Cikupa, Kelurahan Bunder, agak jauh ya," ujar Shinto seusai konferensi pers di salah satu aula Polres Kota Tangerang, Sabtu (4/5/2013) siang.

Menurut Shinto, surat keterangan usaha yang ditunjukkan pemilik pabrik atas nama YI (41) tidak sesuai dengan peraturan. Menurut Undang-Undang Industri Nomor 5 Tahun 1984, sebuah pabrik harus terdaftar di Departemen Perindustrian dan Perdagangan. Namun, pemilik tak bisa menunjukkan surat izin pabrik tersebut.

Setelah diambil keterangannya lebih lanjut, polisi menemukan fakta menarik bahwa surat keterangan usaha yang dikeluarkan oleh Kecamatan Cikupa tersebut ditandatangani oleh Lurah Bunder. YI mengaku memiliki hubungan saudara dengan lurah tersebut. Shinto mengatakan, hal ini akan diselidiki lebih lanjut.

"Mereka saudara sepupu. Karena ada hubungan kekerabatan, kita akan mengirimkan surat ke Kecamatan Cikupa untuk mempertanyakan, atas dasar apa mengeluarkan surat itu," ujarnya.

Berdasarkan keterangan YI, pabrik tersebut berdiri sejak 10 tahun silam. Pabrik itu mengolah limbah yang diambil dari pabrik-pabrik di area Tangerang untuk dijadikan aluminium batangan. YI pun mengembangkan pabriknya sejak dua tahun lalu. Tak berhenti menjadikan batangan, YI juga mengolah limbah tersebut menjadi panci. Sejak saat itulah YI merekrut banyak buruh.

Pada Jumat (3/5/2013) pukul 13.00 WIB, aparat Polda Metro Jaya dan Polres Kota Tangerang menggerebek pabrik milik YI di Kampung Bayur Opak, RT 03 RW 06, Kelurahan Lebak Wangi, Kecamatan Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang, Banten, itu polisi menangkap YI dan empat orang mandor, yakni Sdm (34), Nrd (34), Jaya alias Mandor (41), dan TS (34).

Penggerebekan tersebut berdasarkan laporan dua orang buruh pabrik tersebut yang berhasil kabur, yakni Andi Gunawan dan Junaedi, ke Polres Lampung Utara pada 28 April 2013. Mereka melaporkan adanya tindak perampasan kemerdekaan sekaligus penganiayaan terhadap puluhan buruh yang dipekerjakan YI di pabrik.

Kini kelima tersangka sekaligus barang bukti dan para korban masih diperiksa intensif di Polresta Tangerang. Kelima tersangka diancam Pasal 333 KUHP tentang merampas kemerdekaan orang lain dan Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan dengan ancaman hukuman delapan tahun penjara.

Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    369 Karyawan Positif Covid-19, PT Epson Hentikan Operasional hingga Sediakan Tempat Isolasi Karyawan

    369 Karyawan Positif Covid-19, PT Epson Hentikan Operasional hingga Sediakan Tempat Isolasi Karyawan

    Megapolitan
    Sempat Tergenang, Banjir di Dekat TPU Karet Bivak Sudah Surut

    Sempat Tergenang, Banjir di Dekat TPU Karet Bivak Sudah Surut

    Megapolitan
    Tertimpa Pohon Tumbang di Menteng, Sebuah Mobil Ringsek

    Tertimpa Pohon Tumbang di Menteng, Sebuah Mobil Ringsek

    Megapolitan
    Banjir Setinggi 30 Cm Menggenangi Kawasan Citraland

    Banjir Setinggi 30 Cm Menggenangi Kawasan Citraland

    Megapolitan
    Sempat Tergenang, Banjir di Jalan Jenderal Sudirman dan Kolong Semanggi Sudah Surut

    Sempat Tergenang, Banjir di Jalan Jenderal Sudirman dan Kolong Semanggi Sudah Surut

    Megapolitan
    Hujan Selama 3 Jam, Sejumlah Ruas Jalan di Jakarta Banjir

    Hujan Selama 3 Jam, Sejumlah Ruas Jalan di Jakarta Banjir

    Megapolitan
    Sempat Banjir, Kolong Jembatan Dukuh Atas Sudah Bisa Dilewati Kendaraan

    Sempat Banjir, Kolong Jembatan Dukuh Atas Sudah Bisa Dilewati Kendaraan

    Megapolitan
    369 Karyawannya Positif Covid-19, PT Epson Jadi Klaster Industri Terbesar

    369 Karyawannya Positif Covid-19, PT Epson Jadi Klaster Industri Terbesar

    Megapolitan
    Pemprov DKI Cairkan Dana Kartu Lansia dan Disabilitas Triwulan III

    Pemprov DKI Cairkan Dana Kartu Lansia dan Disabilitas Triwulan III

    Megapolitan
    Polisi Pastikan 5 Jenazah ABK di Dalam Freezer Tewas karena Miras Oplosan

    Polisi Pastikan 5 Jenazah ABK di Dalam Freezer Tewas karena Miras Oplosan

    Megapolitan
    Kapasitas ICU Sering Penuh, Pemkot Bekasi Tambah 26 Tempat Tidur Isolasi Pasien Covid-19 di Rumah Sakit

    Kapasitas ICU Sering Penuh, Pemkot Bekasi Tambah 26 Tempat Tidur Isolasi Pasien Covid-19 di Rumah Sakit

    Megapolitan
    Katulampa Siaga 1, Bima Arya Ingatkan Anies Untuk Waspada

    Katulampa Siaga 1, Bima Arya Ingatkan Anies Untuk Waspada

    Megapolitan
    Polisi Tangkap Sopir Angkot Penganiaya Warga di Duren Sawit

    Polisi Tangkap Sopir Angkot Penganiaya Warga di Duren Sawit

    Megapolitan
    Sebelum Ditusuk Hingga Tewas, Pentolan Geng Copet Pernah Suruh Temannya Tusuk Tersangka

    Sebelum Ditusuk Hingga Tewas, Pentolan Geng Copet Pernah Suruh Temannya Tusuk Tersangka

    Megapolitan
    Geng Copet Tamansari Kerap Beraksi di Halte TransJakarta

    Geng Copet Tamansari Kerap Beraksi di Halte TransJakarta

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X