Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 05/05/2013, 09:46 WIB
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo belum memiliki jawaban pasti terkait lurah dan camat yang tak lolos seleksi dan promosi terbuka, atau lelang jabatan. Meski begitu, hal tersebut dianggap wajar karena penempatan peserta yang tak lolos baru bisa dipetakan setelah hasil lelang jabatan diketahui.

Pengamat kebijakan publik dari Universitas Indonesia, Andrinof Chaniago, mengatakan, hasil ujian dalam sistem lelang jabatan akan berguna untuk memetakan kompetensi tiap-tiap kandidat. Entah itu peserta yang telah menjabat sebagai lurah dan camat, atau peserta lain yang saat ini hanya seorang pegawai negeri sipil di sektor tertentu.

"Saya kira wajar ya kalau pak Jokowi belum tahu (lurah dan camat) yang enggak lolos mau dikemanain. Kan nunggu hasilnya dulu, baru bisa dipetakan," kata Andrinof kepada Kompas.com, Minggu (5/5/2013) pagi.

Untuk diketahui, lurah dan camat diwajibkan ikut serta dalam sistem lelang jabatan. Di sisi lain, belum ada keputusan jelas apabila para peserta yang masih menjabat lurah atau camat itu tak lolos seleksi.

Dalam banyak kesempatan, mantan Wali Kota Surakarta tersebut sering menyampaikan bahwa para peserta yang masih menjabat sebagai lurah atau camat seyogianya bisa lolos seleksi. Pasalnya, soal-soal ujian sangat terkait dengan tugas sehari-hari lurah dan camat.

Selain itu, lurah atau camat yang mengikuti lelang jabatan mendapat nilai plus, walau tetap tak akan diistimewakan dalam proses ujiannya. Setelah melewati uji kompetensi bidang yang digelar akhir pekan lalu, 27-28 April 2013, para peserta lelang jabatan akan mengikuti uji kompetensi manajerial pada 6 Mei sampai 11 Juni 2013.

Untuk lolos lelang jabatan, ada tiga hal yang wajib dimiliki oleh para kandidat, yakni responsif pada masalah di lapangan, memiliki kompetensi dan kemampuan analisis sosial, serta memiliki jiwa kepemimpinan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca tentang
    Video rekomendasi
    Video lainnya
    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


    27th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
    komentar di artikel lainnya
    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
    Close Ads
    Verifikasi akun KG Media ID
    Verifikasi akun KG Media ID

    Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

    Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.