Para Camat Tertawa Dengar Sindiran Jokowi

Kompas.com - 06/05/2013, 10:18 WIB
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo memberikan pengarahan kepada para Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) DKI dan para camat dari wilayah Ibu Kota. Kesempatan itu digunakan Jokowi untuk bertanya terkait tanggapan mereka soal lelang jabatan.

"Bapak Camat, Ibu Camat ada yang mau bertanya tidak? Atau ada yang bermasalah dengan lelang jabatan?" tanya Jokowi di Balai Agung, Balaikota Jakarta, Senin (6/5/2013).

Sontak para peserta yang menghadiri pengarahan itu langsung tertawa. Sindiran ini terkait dengan program unggulan yang dilaksanakan Jokowi untuk mengadakan seleksi terbuka camat dan lurah.

Pekan lalu, program ini menjadi heboh karena ada lurah yang enggan mengikuti proses seleksi jabatan, yaitu Lurah Warakas. Seharusnya, kata Jokowi, bagi lurah dan camat definitif yang masih menjabat tidak perlu khawatir karena  mereka berada dua langkah lebih maju dari mereka yang tak menjabat sebagai lurah ataupun camat.

"Logikanya begini, yang sudah menjabat sekarang itu sebenarnya dua langkah lebih maju dari yang baru-baru. Karena anda semua sudah menguasai medan, jadi 99,9 persen sudah enggak ada masalah. Karena yang kosong itu yang diprioritaskan," kata Jokowi.

Pada pengarahan itu, Jokowi kembali memberikan pengarahan terkait permasalahan Ibu Kota, seperti taman yang rusak, coretan liar di dinding, dan pedagang kaki lima yang menjamur di tempat tak seharusnya. Dia meminta semua memiliki rasa tanggung jawab dan tak saling melemparnya.

Hadir pula di pengarahan tersebut yakni Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, Pelaksana Tugas (Plt) Sekda DKI Wiriyatmoko, Kepala Bappeda DKI Sarwo Handayani, Kepala BPKD DKI Endang Widjayanti, Inspektur DKI Jakarta Franky Mangatas, Kepala BKD DKI I Made Karmayoga, wali kota lima wilayah Ibu Kota, Bupati Kepulauan Seribu Ahmad Lutdfi, dan Kepala Dinas DKI.

Baca tentang
    Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


    Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Polisi Kembali Tangkap Pelaku Penodongan di Warteg Pesanggrahan

    Polisi Kembali Tangkap Pelaku Penodongan di Warteg Pesanggrahan

    Megapolitan
    Penjual Barongsai Mainan Raup Untung Saat Perayaan Imlek

    Penjual Barongsai Mainan Raup Untung Saat Perayaan Imlek

    Megapolitan
    Masjid Lautze Jadi Simbol Toleransi Kawasan Pecinan di Sawah Besar

    Masjid Lautze Jadi Simbol Toleransi Kawasan Pecinan di Sawah Besar

    Megapolitan
    Menelusuri Arti Nama Glodok, Kawasan Pecinan di Jakarta

    Menelusuri Arti Nama Glodok, Kawasan Pecinan di Jakarta

    Megapolitan
    Kronologi Penangkapan Satu Pelaku Penodongan di Warteg Pesanggrahan, Dikejar hingga Sumsel

    Kronologi Penangkapan Satu Pelaku Penodongan di Warteg Pesanggrahan, Dikejar hingga Sumsel

    Megapolitan
    Underpass Ghandi Kemayoran Masih Banjir, Arus Lalu Lintas Dialihkan

    Underpass Ghandi Kemayoran Masih Banjir, Arus Lalu Lintas Dialihkan

    Megapolitan
    Kabur ke Sumsel, Pelaku Penodongan di Warteg Pesanggrahan Sudah Ditangkap

    Kabur ke Sumsel, Pelaku Penodongan di Warteg Pesanggrahan Sudah Ditangkap

    Megapolitan
    Di Balik Tegaknya Masjid Lautze, Ada Peran BJ Habibie...

    Di Balik Tegaknya Masjid Lautze, Ada Peran BJ Habibie...

    Megapolitan
    Tradisi Bagi-bagi Angpau untuk Warga Kurang Mampu di Wihara Dharma Bhakti

    Tradisi Bagi-bagi Angpau untuk Warga Kurang Mampu di Wihara Dharma Bhakti

    Megapolitan
    Sejak Pagi, Kelenteng Tertua di Tangerang Boen Tek Bio Dipadati Umat

    Sejak Pagi, Kelenteng Tertua di Tangerang Boen Tek Bio Dipadati Umat

    Megapolitan
    Kisah Rumah Tua Pondok Cina, Jejak Etnis Tionghoa di Depok

    Kisah Rumah Tua Pondok Cina, Jejak Etnis Tionghoa di Depok

    Megapolitan
    Ketika Masyarakat Tionghoa di Wihara Dharma Bakti Berdoa Lebih Lama pada Tahun Tikus Logam

    Ketika Masyarakat Tionghoa di Wihara Dharma Bakti Berdoa Lebih Lama pada Tahun Tikus Logam

    Megapolitan
    Fakta tentang Virus Corona, Gejalanya Sangat Umum, Satu Orang Diduga Terinfeksi

    Fakta tentang Virus Corona, Gejalanya Sangat Umum, Satu Orang Diduga Terinfeksi

    Megapolitan
    [POPULER JABODETABEK] Jakarta Banjir Lagi | Suspect Virus Corona di Jakarta Utara

    [POPULER JABODETABEK] Jakarta Banjir Lagi | Suspect Virus Corona di Jakarta Utara

    Megapolitan
    Cerita Singkat tentang Masjid Lautze yang Dibangun oleh Warga Keturunan Tionghoa

    Cerita Singkat tentang Masjid Lautze yang Dibangun oleh Warga Keturunan Tionghoa

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X