Jokowi Bingung Mau Dikemanakan Bas Pemberian Metallica

Kompas.com - 06/05/2013, 12:09 WIB
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo bingung akan dikemanakan bas merek Ibanez pemberian Robert Trujillo, pemain bas (basis) band Metallica, beberapa waktu lalu. Sebelumnya, bas berwarna coklat itu menjadi sorotan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) lantaran diduga merupakan bentuk gratifikasi.

"Kalau KPK memang menyampaikan enggak boleh ya sudah, akan ke mana ya, hmmm," ujar Jokowi kepada wartawan seusai memberikan pengarahan kepada camat di Balai Agung, Gedung Balaikota, Jakarta Pusat, Senin (6/5/2013).

Kebingungan Jokowi itu pun sempat ditanggapi sebagai candaan oleh para wartawan. "Buat saya saja, Pak, kalau boleh," ujar salah seorang wartawan media masa cetak.

Sang Gubernur pun langsung menyambutnya hanya dengan senyum. Mantan Wali Kota Surakarta itu pun meyakini, bas berwarna coklat pemberian basis band beraliran heavy metal asal California tersebut bukanlah gratifikasi. Selayaknya seorang tokoh datang ke suatu daerah, pemberian suvenir semacam itu adalah sesuatu yang wajar adanya.

Meski demikian, Jokowi menegaskan, dirinya tetap patuh hukum. Senin pagi ini, dirinya telah mengutus stafnya untuk bertemu dengan KPK membicarakan pemberian bas tersebut. Jokowi mengaku menyerahkan sepenuhnya pada KPK.

"Nanti aturannya di KPK yang ngerti. Karena sekecil apa pun pemberian harus ditanyakan supaya enggak dikategorikan sebagai gratifikasi," ujar Jokowi.

Sebelumnya diberitakan, Jokowi mendapat sebuah gitar bas merek Ibanez pemberian Robert Trujillo, basis band Metallica, beberapa waktu lalu. KPK pun menilai pemberian tersebut harus dilaporkan untuk mencegah gratifikasi.

KPK wajib memverifikasi apakah ada konflik kepentingan dari pemberian bas tersebut. Sesuai Pasal 16 Undang-Undang KPK dan Pasal 12B Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi, setiap pejabat atau penyelenggara negara tak boleh menerima hadiah apa pun terkait jabatannya. Pejabat atau penyelenggara negara yang menerima hadiah tersebut harus melaporkan pada KPK.

Baca tentang


    Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Tiga Kegiatan Ini Diperbolehkan Selama PSBB di DKI, Simak Syaratnya...

    Tiga Kegiatan Ini Diperbolehkan Selama PSBB di DKI, Simak Syaratnya...

    Megapolitan
    Begini Pembatasan Operasional Kendaraan Pribadi Selama PSBB di Jakarta

    Begini Pembatasan Operasional Kendaraan Pribadi Selama PSBB di Jakarta

    Megapolitan
    Pemprov DKI Jakarta Buka Peluang Kucurkan Insentif bagi Pelaku Usaha Terdampak PSBB

    Pemprov DKI Jakarta Buka Peluang Kucurkan Insentif bagi Pelaku Usaha Terdampak PSBB

    Megapolitan
    PT KAI Akan Kembalikan Penuh Biaya Tiket Penumpang Kereta yang Kena Dampak PSBB Jakarta

    PT KAI Akan Kembalikan Penuh Biaya Tiket Penumpang Kereta yang Kena Dampak PSBB Jakarta

    Megapolitan
    Selama PSBB, Penggunaan Kendaraan Pribadi Hanya untuk Beli Kebutuhan Pokok

    Selama PSBB, Penggunaan Kendaraan Pribadi Hanya untuk Beli Kebutuhan Pokok

    Megapolitan
    BMKG: Siang Nanti Jabodetabek Bakal Diguyur Hujan

    BMKG: Siang Nanti Jabodetabek Bakal Diguyur Hujan

    Megapolitan
    Selama PSBB, Hanya Ada 7 Keberangkatan Kereta Jarak Jauh dari Jakarta

    Selama PSBB, Hanya Ada 7 Keberangkatan Kereta Jarak Jauh dari Jakarta

    Megapolitan
    Warga Dilarang Berkerumun Lebih dari 5 Orang Selama PSBB

    Warga Dilarang Berkerumun Lebih dari 5 Orang Selama PSBB

    Megapolitan
    Selain Jam Operasional, Jumlah Penumpang di KRL Juga Dibatasi Selama PSBB

    Selain Jam Operasional, Jumlah Penumpang di KRL Juga Dibatasi Selama PSBB

    Megapolitan
    Selama PSBB Jakarta, Penumpang Mobil Pribadi Dibatasi Hanya 50 Persen

    Selama PSBB Jakarta, Penumpang Mobil Pribadi Dibatasi Hanya 50 Persen

    Megapolitan
    Semua Fasilitas Umum Ditutup Selama PSBB di Jakarta, Tak Boleh Ada Kerumunan

    Semua Fasilitas Umum Ditutup Selama PSBB di Jakarta, Tak Boleh Ada Kerumunan

    Megapolitan
    Selama PSBB Jakarta, Kendaraan Pribadi Hanya Boleh Diisi Penumpang 50 Persen

    Selama PSBB Jakarta, Kendaraan Pribadi Hanya Boleh Diisi Penumpang 50 Persen

    Megapolitan
    Anies: PSBB Keputusan Besar, tetapi Bukan Keputusan yang Berat

    Anies: PSBB Keputusan Besar, tetapi Bukan Keputusan yang Berat

    Megapolitan
    Selama PSBB, Anies Minta Kegiatan Ibadah dan Keagamaan Dilakukan di Rumah

    Selama PSBB, Anies Minta Kegiatan Ibadah dan Keagamaan Dilakukan di Rumah

    Megapolitan
    Anies: Jadikan PSBB untuk Mempererat Solidaritas, Bukan Penderitaan

    Anies: Jadikan PSBB untuk Mempererat Solidaritas, Bukan Penderitaan

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X