Kapolda: Kalau Ditilang, Jangan Mau Menyuap Polisi

Kompas.com - 06/05/2013, 12:13 WIB
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Praktik "menyuap" anggota polisi lalu lintas saat ditilang sudah melekat di telinga masyarakat. Istilah yang dikenal dengan sebutan "jalur damai" itu merupakan cara yang dipilih pengendara untuk "lepas" dari proses hukum.

Menanggapi hal itu, Kepala Polda Metro Jaya Irjen Putut Eko Bayuseno mengatakan, petugas yang melakukan pelanggaran seperti itu tentunya akan ditindak tegas. "Untuk anggota yang melaksanakan 'aksi damai' itu, sudah beberapa ratus yang ditindak tegas ya," kata Putut saat ditemui seusai memimpin apel Operasi Simpatik Jaya 2013, di Polda Metro Jaya, Senin (6/5/2013).

Putut menekankan bahwa praktik seperti itu juga bergantung dari masyarakat pula. Ia meminta agar masyarakat jangan sampai menyuap polisi saat ditilang.

"Itu kan tergantung juga dari masyarakat sendiri. Jangan mau menyuap polisi. Jangan nawar-nawarin untuk damai. Masyarakat jangan mau diminta atau menyodori," ujar Putut.

Untuk diketahui, Polda Metro Jaya memulai Operasi Simpatik Jaya 2013 untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat akan kedisiplinan dan keselamatan berlalu lintas. Operasi akan dilangsungkan mulai Selasa (7/5/2013) selama 21 hari ke depan. Operasi ini dilakukan dengan menggelar patroli, pengamanan, dan juga pengerahan petugas lalu lintas di wilayah yang rawan terjadi pelanggaran lalu lintas.

Direktur Lalu lintas Polda Metro Jaya Kombes Chryshnanda Dwi Laksana pada kesempatan yang sama menuturkan, Operasi Simpatik Jaya menekankan pentingnya keselamatan berlalu lintas.

"Operasi simpatik ini bukan (hanya) untuk tilang menilang, bukan untuk tindak menindak, tetapi bagaimana mengajak warga masyarakat ini peka dan peduli akan keselamatan dirinya sendiri dan orang lain," ujar Chryshnanda.

Ia mengatakan, pada operasi tersebut penindakan akan dilihat dari pelanggaran yang membahayakan keselamatan. "Ingat, masalah keselamatan ini adalah bagian penting, bagaimana kita melihat lalu lintas sini sebagai urat nadi kehidupan," tandasnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Fakta Baru Revitalisasi Monas: Diminta Dihentikan karena Tak Berizin hingga Pohon Menghilang

Fakta Baru Revitalisasi Monas: Diminta Dihentikan karena Tak Berizin hingga Pohon Menghilang

Megapolitan
5 Fakta Ledakan karena Kebocoran Gas Melon di Bekasi

5 Fakta Ledakan karena Kebocoran Gas Melon di Bekasi

Megapolitan
205 Pohon di Monas yang Akan Dipindahkan Menghilang, Ada Di Mana?

205 Pohon di Monas yang Akan Dipindahkan Menghilang, Ada Di Mana?

Megapolitan
Duduk Perkara Pernyataan Menteri Yasonna hingga Didemo Warga Tanjung Priok

Duduk Perkara Pernyataan Menteri Yasonna hingga Didemo Warga Tanjung Priok

Megapolitan
Kelenteng Boen Tek Bio, Simbol Toleransi di Tengah Pasar Lama Kota Tangerang

Kelenteng Boen Tek Bio, Simbol Toleransi di Tengah Pasar Lama Kota Tangerang

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Yasonna Vs Warga Tanjung Priok | Aksi Heroik Sopir Truk Kejar Perampok

[POPULER JABODETABEK] Yasonna Vs Warga Tanjung Priok | Aksi Heroik Sopir Truk Kejar Perampok

Megapolitan
BMKG: Mayoritas Jabodetabek Hujan Kamis Siang

BMKG: Mayoritas Jabodetabek Hujan Kamis Siang

Megapolitan
Kemacetan di Depan Stasiun Poris Kota Tangerang Bikin Pengendara Emosi

Kemacetan di Depan Stasiun Poris Kota Tangerang Bikin Pengendara Emosi

Megapolitan
Terjebak Macet Saat Kabur, Jambret di Depok Ditangkap Polisi

Terjebak Macet Saat Kabur, Jambret di Depok Ditangkap Polisi

Megapolitan
Diimingi Peran Figuran, Seorang Remaja Jadi Korban Pencabulan Agensi Gadungan

Diimingi Peran Figuran, Seorang Remaja Jadi Korban Pencabulan Agensi Gadungan

Megapolitan
Petugas Sudinhub Jaksel Tolong Ibu Hamil Muda dengan Mobil Derek

Petugas Sudinhub Jaksel Tolong Ibu Hamil Muda dengan Mobil Derek

Megapolitan
Ladang Ganja 5 Hektar di Mandailing Natal Ditemukan, Polisi Sempat Jatuh ke Jurang

Ladang Ganja 5 Hektar di Mandailing Natal Ditemukan, Polisi Sempat Jatuh ke Jurang

Megapolitan
Pengelola Belum Tahu Nasib Taman Rusa dalam Revitalisasi Monas

Pengelola Belum Tahu Nasib Taman Rusa dalam Revitalisasi Monas

Megapolitan
Pemkot Tangsel Berkeberatan dengan Wacana Pencabutan Subsidi Gas 3 Kg

Pemkot Tangsel Berkeberatan dengan Wacana Pencabutan Subsidi Gas 3 Kg

Megapolitan
Wakil Wali Kota Tangsel Harap Gaji Pegawai Honorer yang Jadi PPPK Ditanggung APBN

Wakil Wali Kota Tangsel Harap Gaji Pegawai Honorer yang Jadi PPPK Ditanggung APBN

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X