Kompas.com - 06/05/2013, 15:17 WIB
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menilai syarat pinjaman yang ditawarkan Japan International Coorporation Agency (JICA) untuk pembangunan mass rapid transit (MRT) sangat menguntungkan Pemprov DKI Jakarta. Selain tenggang pengembalian pinjaman diberikan dalam jangka waktu 40 tahun, dan yang lebih menguntungkan lagi, beban pengembalian pinjaman itu dibagi dua, yaitu 49 persen pemerintah pusat dan 51 persen pemerintah daerah.

"Ya kita untunglah. Cicilannya 40 tahun, apalagi pusat nanggung 49 persen," kata Basuki di Balaikota Jakarta, Senin (6/5/2013).

Selain itu, ia mengungkapkan, dalam pengerjaan konstruksi fisik dapat melibatkan perusahaan lokal Jakarta atau badan usaha milik egara (BUMN) dan badan usaha milik daerah (BUMD) DKI. Walaupun distribusi dari Jepang, dalam pengerjaan pembangunan MRT itu juga akan bekerja sama dengan PT Wijaya Karya (Wika), salah satu BUMN. Pinjaman dari Jepang, kata dia, jauh lebih murah dan mudah apabila dibandingkan dengan pinjaman dari Bank Dunia.

"Pinjaman dari Jepang ini lebih murah, dia juga mau mengajak BUMN kita sebagai partner desain. Jangan seperti Bank Dunia kemarin, BUMN kita mau ikut tender ditolak, BUMD juga ditolak. Itu yang tidak benar," kata mantan Bupati Belitung Timur itu.

Pengembalian pinjaman dalam jangka waktu 40 tahun sudah cukup meringankan karena pembayaran utang bisa dicicil. Dia berharap pinjaman lunak dari luar negeri seperti JICA bisa diikuti oleh para pendonor pinjaman lainnya.

Untuk diketahui, pada Kamis (2/5/2013) lalu, Pemprov DKI telah melaksanakan soft launching pembangunan MRT di Bundaran Hotel Indonesia. Pembangunan MRT akan dilakukan dalam tiga paket. Adapun pembangunannya akan dilakukan oleh kontraktor pemenang tender, yakni Wijaya Karya dan Shimizu, Jaya Konstruksi dan Obayashi, serta Hutama Karya dan Sumitomo Mitsui Construction Company.

Pada tahap pertama pembangunan MRT, yakni dari Lebak Bulus sampai Bundaran HI, jalur MRT akan terpasang sepanjang 15,7 kilometer. Proyek ini diperkirakan akan menghabiskan dana sebesar 125 miliar yen atau sekitar Rp 12,5 triliun.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca tentang


    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.