Jokowi Ditegur Menteri soal Status Anak di Tanah Sengketa

Kompas.com - 06/05/2013, 17:14 WIB
|
EditorLaksono Hari W

JAKARTA, KOMPAS.com — Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengaku mendapat teguran soal status anak di wilayah sengketa. Teguran itu disampaikan oleh Menteri Pemberdayaan Wanita dan Perlindungan Anak Linda Gumelar saat keduanya bertemu dalam pertemuan tertutup, Senin (6/5/2013) siang.

"Tadi ada teguran Bu Menteri soal penduduk kita enggak ber-KTP sehingga lari ke anak yang enggak punya akta kelahiran dan tak bisa sekolah karena enggak punya akta," ujar Jokowi seusai pertemuan tersebut.

Menanggapi teguran itu, Jokowi langsung memaparkan hasil program yang telah dilakukannya terkait status anak-anak di wilayah sengketa di Ibu Kota. Dua wilayah yang dijadikannya referensi adalah Tanah Merah dan Kampung Beting di Jakarta Utara.

Jokowi mengatakan, beberapa saat setelah menjabat sebagai gubernur, ia langsung menyelesaikan permasalahan status di tanah sengketa tersebut. Salah satunya adalah dengan memberikan RT, RW, KTP, dan kartu keluarga kepada warga di tanah sengketa tersebut. Namun, pemberian identitas resmi itu bukan berarti memberikan status kepemilikan tanah kepada warga.

"Jadi, persoalan itu sudah diselesaikan, dengan catatan sengketa tanah itu enggak masuk ke wilayah pemberian KTP. Artinya, pemberian KTP dan wilayah sengketa itu lain," ujarnya.

Ia mengatakan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan memfokuskan masalah perlindungan anak dan perempuan dalam dua hal. Pertama, menciptakan kota ramah anak melalui peningkatan fasilitas. Kedua, mengadakan komunitas di masyarakat yang menjadi garda depan perlindungan anak.

Warga Tanah Merah dan Kampung Beting, Jakarta Utara, pernah menuntut untuk diberi identitas resmi. Bulan Januari 2013, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengadakan perangkat RT, RW, serta memberikan KTP dan KK bagi warga di sana.

Pada masa sebelumnya, warga di dua wilayah abu-abu tersebut tak dapat mengakses fasilitas yang diberikan oleh pemerintah. Kini mereka dapat menikmati kemudahan-kemudahan, seperti layanan kesehatan dan pendidikan.

Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Pemkot Klaim Kasus Positif Covid-19 di Jakarta Barat Turun Berkat Ronda Keliling

    Pemkot Klaim Kasus Positif Covid-19 di Jakarta Barat Turun Berkat Ronda Keliling

    Megapolitan
    Lurah Sebut PT Khong Guan Janji Beri Jawaban soal Ganti Rugi Warga Senin Pekan Depan

    Lurah Sebut PT Khong Guan Janji Beri Jawaban soal Ganti Rugi Warga Senin Pekan Depan

    Megapolitan
    Demo Tolak UU Cipta Kerja Usai, Kendaraan Sudah Bisa Melintas

    Demo Tolak UU Cipta Kerja Usai, Kendaraan Sudah Bisa Melintas

    Megapolitan
    8 Dugaan Pelanggaran Kampanye Pilkada Tangsel Dilakukan 2 Paslon

    8 Dugaan Pelanggaran Kampanye Pilkada Tangsel Dilakukan 2 Paslon

    Megapolitan
    Musim Hujan, Pemkot Tangerang Siapkan 709 Petugas Siaga Banjir

    Musim Hujan, Pemkot Tangerang Siapkan 709 Petugas Siaga Banjir

    Megapolitan
    Polda Metro Jaya Bakal Gelar Operasi Zebra 26 Oktober-8 November 2020

    Polda Metro Jaya Bakal Gelar Operasi Zebra 26 Oktober-8 November 2020

    Megapolitan
    UPDATE 21 Oktober: 12.748 Pasien Covid-19 Masih Dirawat di Jakarta, 2.120 Orang Meninggal

    UPDATE 21 Oktober: 12.748 Pasien Covid-19 Masih Dirawat di Jakarta, 2.120 Orang Meninggal

    Megapolitan
    Pengendara Mobil yang Buang Kantong Sampah di Kalimalang Menyerahkan Diri ke Polres Metro Bekasi

    Pengendara Mobil yang Buang Kantong Sampah di Kalimalang Menyerahkan Diri ke Polres Metro Bekasi

    Megapolitan
    Dua Desa di Muaragembong Bekasi Terdampak Banjir Rob

    Dua Desa di Muaragembong Bekasi Terdampak Banjir Rob

    Megapolitan
    Kamis Sore, MRT Jakarta Tutup 3 Pintu Stasiun Bundaran HI

    Kamis Sore, MRT Jakarta Tutup 3 Pintu Stasiun Bundaran HI

    Megapolitan
    Bawaslu Tangsel Catat 8 Dugaan Pelangaran Kampanye Pilkada 2020

    Bawaslu Tangsel Catat 8 Dugaan Pelangaran Kampanye Pilkada 2020

    Megapolitan
    Komplotan Begal Duren Sawit Dibekuk Polisi Setelah Curi Tiga Motor

    Komplotan Begal Duren Sawit Dibekuk Polisi Setelah Curi Tiga Motor

    Megapolitan
    Jakarta Denda Warga yang Tolak Vaksin Covid-19, Bagaimana dengan Jawa Barat?

    Jakarta Denda Warga yang Tolak Vaksin Covid-19, Bagaimana dengan Jawa Barat?

    Megapolitan
    Masih PSBB, Pemkot Tangerang Hanya Izinkan Bioskop Drive Thru

    Masih PSBB, Pemkot Tangerang Hanya Izinkan Bioskop Drive Thru

    Megapolitan
    Minim Pengunjung Selama PSBB Transisi, TMII Belum Dapat Untung

    Minim Pengunjung Selama PSBB Transisi, TMII Belum Dapat Untung

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X