Kompas.com - 06/05/2013, 21:12 WIB
|
EditorLaksono Hari W

JAKARTA, KOMPAS.com — Rencana Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menjadikan wilayah Jakarta Selatan, Jakarta Utara, dan Jakarta Pusat sebagai wilayah percontohan ramah anak pada tahun 2013 dinilai salah sasaran.

Sekretaris Jenderal Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Samsul Ridwan mengatakan, Jokowi tidak mempertimbangkan fakta di lapangan bahwa wilayah Jakarta Timur (Jaktim) sangat mendesak untuk dijadikan sasaran program ramah anak. Ia mengatakan, berdasarkan data yang diterima Komnas PA, baik tahun 2012 maupun 2013, Jaktim memiliki tingkat kasus kekerasan seksual paling tinggi dibandingkan wilayah lain. Namun, Jaktim tidak masuk dalam prioritas penetapan wilayah ramah anak oleh mantan Wali Kota Surakarta tersebut.

"Artinya sesungguhnya Gubernur Jokowi tidak mempertimbangkan fakta di lapangan, padahal sudah sering kali kita sampaikan ke Pemprov DKI, Jakarta Timur itu paling banyak kasus kekerasan terhadap anak," ujarnya saat dihubungi pada Kamis (6/5/2013) sore.

Menurut Samsul, seharusnya Pemprov DKI Jakarta memperlakukan hal yang sama dalam pengembangan kota ramah anak. Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan tantangan yang berat bagi sang gubernur. Selain karena kasus kekerasan pada anak di Jakarta tinggi, Jokowi punya kredibilitas yang baik soal menjadikan kota ramah anak ketika menjadi Wali Kota Surakarta dahulu.

"Jika Jokowi gagal menciptakan kota layak anak di DKI Jakarta, maka perlu dipertanyakan, ada apa dan mengapa Kota Surakarta menjadi parameter kota layak bagi anak," ujarnya.

Meski belum melihat kebijakan konkret dari Jokowi terhadap perlindungan anak di Jakarta, Samsul berharap agar Jokowi menjadi garda depan ikon perlindungan anak terhadap kekerasan seperti yang dilakukan Jokowi di Surakarta. Menurut Samsul, Jokowi harus membuktikan jika dirinya benar-benar memiliki komitmen tersebut.

Sebelumnya diberitakan, Jokowi menetapkan Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, dan Jakarta Utara sebagai wilayah percontohan ramah anak tahun 2013. Jokowi mengatakan bahwa penetapan ketiga wilayah tersebut baru tahap awal. Ia akan mengembangkan wilayah lain untuk menjadi kota yang ramah anak.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.