Kompas.com - 06/05/2013, 22:47 WIB
Penulis Alsadad Rudi
|
EditorLaksono Hari W

JAKARTA, KOMPAS.com — Niat Adi untuk melanjutkan sekolah di Jakarta tidak berjalan mulus. Bukannya mendapatkan sekolah yang diinginkan, seorang siswa kelas III sebuah SMP di Sempur, Bogor, Jawa Barat, itu justru dipukuli oleh belasan pemuda yang merupakan mantan seniornya di sekolahnya terdahulu, Senin (6/5/2013) dini hari.

Menurut kakak kandung korban, Taufik, peristiwa itu bermula ketika adiknya pergi bersama temannya, Lico, ke salah satu tempat nongkrong di sekitar SMP Negeri 29 di kawasan Mayestik, Jakarta Selatan, Minggu (5/5/2013) malam. Tujuan Adi menemui Lico sekaligus untuk menanyakan informasi seputar sekolah apa saja yang cocok untuknya di wilayah selatan Ibu Kota.

"Karena belum menemukan sekolah yang cocok, kemudian adik saya menemui temannya yang dulunya pernah satu sekolah saat masih sekolah di SMP Negeri 29 di wilayah Mayestik dengan maksud ingin mencari tahu sekolah-sekolah di wilayah Jakarta Selatan," kata Taufik saat mendaftarkan laporan di Mapolsek Metro Kebayoran Lama, Senin (6/5/2013).

Taufik mengatakan, adiknya dulu pernah sekolah di SMP Negeri 29 di kawasan Mayestik. Hanya setahun korban menimba ilmu di sana, setelah itu ia pindah ke SMP Negeri Sempur, Bogor. Saat ini, baik Taufik maupun adiknya berdomisili di Jalan Taman Radio Dalam, Gandaria Utara, Jakarta Selatan.

Saat korban sedang bersantai bersama Lico, tiba-tiba datang salah satu orang berinisial F, yang merupakan teman Lico. Saat itu, dengan nada mengancam, F tiba-tiba ingin meminjam jaket yang dipakai Adi. Saat telah dipinjamkan, ternyata F malah ingin pergi dan membawa kabur jaket tersebut. Adi pun bergegas mengejar F untuk meminta jaket yang dipinjam tersebut hingga sampai ke samping Mal Gandaria City.

"Setibanya di lokasi kejadian, F tanpa diduga memanggil teman-temannya yang berjumlah 10 sampai 15 orang. Adik saya diancam, lalu dikeroyok F dan teman-temannya. F itu merupakan senior dari adik saya saat sekolah di SMPN 29 dan juga merupakan teman Lico," kata Taufik.

Seusai mengeroyok korban, kata Taufik, pelaku bersama teman-temannya merampas handphone BlackBerry milik adiknya. Sepeda motor Honda Beat milik korban juga hendak dijarah, tetapi tidak jadi.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Ketika (pelaku) mau bawa kabur motor, adik saya berhasil melawan dan melarikan diri walaupun sempat babak belur," ujar Taufik.

Atas kejadian tersebut, Adi mengalami luka-luka lebam pada wajah serta luka-luka pada bagian kepala dan tubuhnya. Keluarga korban kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsek Metro Kebayoran Lama dengan harapan para pelaku bisa segera diringkus.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X