Terminal Baranangsiang Tetap Direvitalisasi

Kompas.com - 07/05/2013, 04:35 WIB
Editor

Bogor, Kompas - Rencana revitalisasi Terminal Baranangsiang di Kota Bogor, Jawa Barat, tetap dilanjutkan kendati sejumlah pemangku kepentingan di terminal itu menolak. Pemerintah Kota Bogor menilai perbaikan terminal yang diintegrasikan dengan hotel dan pusat perbelanjaan justru berdampak positif.

”Pindahnya (bus dari Baranangsiang) pasti, tetapi waktunya yang tidak tahu,” kata Kepala Unit Pelaksana Teknis Terminal, Dinas Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (DLLAJ) Kota Bogor, Empar, di Kota Bogor, Senin (6/5).

Menurut Empar, pascaunjuk rasa menolak hotel dan pusat perbelanjaan di Baranangsiang, akhir pekan lalu, DLLAJ Kota Bogor akan kembali mengajak pemangku kepentingan berdiskusi. Pertemuan lanjutan itu bakal dilakukan pada Mei. Seharusnya, pada 5 Mei, bus dipindahkan dari Baranangsiang karena revitalisasi dimulai.

Dia menambahkan, setelah revitalisasi, kondisi terminal akan lebih baik. Saat ini jumlah bus yang beroperasi hanya 400 dari 800 unit yang mendapat izin. Jumlah penumpang lima tahun terakhir turun dari 8.000 menjadi 5.000 penumpang.

Berdasarkan pantauan, kondisi Terminal Baranangsiang terlihat kumuh. Hampir seluruh plafon di bangunan area penumpang dan loket penjualan tiket bolong. Jalan di dalam terminal juga terlihat berlubang. ”Kalau revitalisasi kami mendukung. Yang kami tolak itu hotel dan pusat perbelanjaan,” ujar Dedy Mihardi, Koordinator Komunitas Masyarakat Terminal Baranangsiang.

Saat ini, warga Baranangsiang masih menunggu keputusan Pemerintah Kota Bogor. Rudy Thehamihardja, pemilik PO Indah Murni, menambahkan, revitalisasi yang ditawarkan Pemkot Bogor itu tidak bisa menyelesaikan persoalan angkutan umum di Kota Bogor.

Menurut rencana, terminal akan dibagi dua, yakni 1,8 hektar untuk bukan terminal, sementara untuk pemberangkatan seluas 3.000 meter persegi dan parkir 5.000 meter persegi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kepala Bidang Fisik dan Prasarana pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Bogor Lorina Darmastuti mengakui, pihaknya sudah mengeluarkan izin lokasi Terminal Baranangsiang dan fasilitas pendukung, termasuk hotel dan pusat perbelanjaan. Namun, idealnya, terminal mendominasi penggunaan lahan di atas 50 persen.

Data Humas Pemkot Bogor, pada 29 Juni 2012, Pemkot Bogor sudah menandatangani perjanjian kerja sama dengan PT Pancakarya Grahatama Indonesia untuk revitalisasi Terminal Baranangsiang. Pemanfaatan aset oleh investor berlaku 30 tahun dengan investasi Rp 462 miliar.(GAL)



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.