Buktikan Jokowi Salah, Penolak MRT Kumpulkan Tanda Tangan

Kompas.com - 07/05/2013, 14:57 WIB
Penulis Alsadad Rudi
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Masyarakat Peduli MRT membuktikan ucapan Joko Widodo bahwa penolak MRT layang hanya tiga orang adalah salah. Mereka mengumpulkan tanda tangan warga Fatmawati yang tidak menyetujui MRT layang.

Sejumlah koordinator dari Masyarakat Peduli MRT ingin membuktikan bahwa penolakan itu bukan kepentingan sekelompok pengusaha, tetapi seluruh warga yang terancam mata pencariannya. Saat ini, mereka sudah mendapatkan sekitar 300 tanda tangan.

"Kami door to door di sepanjang Cipete hingga Blok M untuk menolak pembangunan ini. Sampai saat ini saya mengumpulkan sekitar 150 orang tanda tangan. Bu Waluyo (koordinator yang lain) juga 150. Itu kami mulai dari April, sampai saat ini masih jalan," kata salah seorang koordinator dari Masyarakat Peduli MRT, Derryl Immanalie, di depan Pasar Blok A, Selasa (7/5/2013).

Menurut Derryl, di antara warga yang mereka survei, ada sejumlah warga yang menyatakan mendukung pembangunan MRT layang. Namun, Derryl menuduh, warga yang mendukung adalah pihak yang selama ini menjadi kaki tangan pihak Satpol PP dari kelurahan.

"Cuma 5-10 orang. Mereka yang selama ini dekat dengan Satpol PP," ujar Derryl, yang merupakan pemilik usaha Toko Komputer Retna di Jalan Fatmawati.

Sebelumnya, Jokowi menyatakan bahwa yang menolak pembangunan MRT layang di kawasan Jakarta Selatan hanya tiga orang. Jokowi mengetahui bahwa berdasarkan keluhan warga Fatmawati yang diterimanya, poin yang menjadi keberatan pembangunan, yakni MRT elevated, dapat membuat tempat warga menjadi kumuh. Terlebih, proyek MRT itu dianggap mematikan usaha warga karena tempat yang tertutup.

Baca tentang
    Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


    Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Kontroversi Pernyataan Sekda DKI soal Banjir Dinikmati, Dinilai Tak Punya Empati hingga Tutupi Kesalahan Anies

    Kontroversi Pernyataan Sekda DKI soal Banjir Dinikmati, Dinilai Tak Punya Empati hingga Tutupi Kesalahan Anies

    Megapolitan
    Demo Ojek Online di DPR, Menolak Pembatasan Jalan hingga Sweeping Pengemudi

    Demo Ojek Online di DPR, Menolak Pembatasan Jalan hingga Sweeping Pengemudi

    Megapolitan
    Kronologi Perampokan Toko Emas di Pasar Pecah Kulit, Mengasak 4 Kg Emas hingga Tembak Petugas Sampah

    Kronologi Perampokan Toko Emas di Pasar Pecah Kulit, Mengasak 4 Kg Emas hingga Tembak Petugas Sampah

    Megapolitan
    BMKG: Sabtu Pagi, Jakarta Hujan Lokal

    BMKG: Sabtu Pagi, Jakarta Hujan Lokal

    Megapolitan
    Kerugian Toko Emas Tamansari akibat Disatroni Maling Belum Dapat Pastikan

    Kerugian Toko Emas Tamansari akibat Disatroni Maling Belum Dapat Pastikan

    Megapolitan
    Soal Banjir Dinikmati, PSI DKI Nilai Pernyataan Sekda Menyakiti Hati Masyarakat

    Soal Banjir Dinikmati, PSI DKI Nilai Pernyataan Sekda Menyakiti Hati Masyarakat

    Megapolitan
    Lurah Pastikan Suplai Logistik Pengungsi Banjir Cipinang Melayu Memadai

    Lurah Pastikan Suplai Logistik Pengungsi Banjir Cipinang Melayu Memadai

    Megapolitan
    Polisi Kejar Perampok Bersenjata yang Satroni Toko Emas di Pasar Pecak Kulit

    Polisi Kejar Perampok Bersenjata yang Satroni Toko Emas di Pasar Pecak Kulit

    Megapolitan
    Revitalisasi Monas dan Formula E, Ombudsman: Pejabat yang Rusak Cagar Budaya Bisa Dipidana

    Revitalisasi Monas dan Formula E, Ombudsman: Pejabat yang Rusak Cagar Budaya Bisa Dipidana

    Megapolitan
    Banjir Makin Tinggi, Warga Cipinang Melayu Kembali Penuhi Posko Pengungsian

    Banjir Makin Tinggi, Warga Cipinang Melayu Kembali Penuhi Posko Pengungsian

    Megapolitan
    Masker Ilegal di Cakung Didistribusikan ke Rumah Sakit

    Masker Ilegal di Cakung Didistribusikan ke Rumah Sakit

    Megapolitan
    Ombudsman Minta Revitalisasi Monas dan Sirkuit Formula E Dimoratorium

    Ombudsman Minta Revitalisasi Monas dan Sirkuit Formula E Dimoratorium

    Megapolitan
    Banjir Lagi di Cipinang Melayu, Warga Mulai Mengungsi

    Banjir Lagi di Cipinang Melayu, Warga Mulai Mengungsi

    Megapolitan
    Saudi Larang Umrah Sementara, 48 Jemaah Asal Bekasi Batal Berangkat

    Saudi Larang Umrah Sementara, 48 Jemaah Asal Bekasi Batal Berangkat

    Megapolitan
    Drainase Buruk hingga Persoalan Mandeknya Normalisasi Bakal Jadi Prioritas Pansus Banjir Jakarta

    Drainase Buruk hingga Persoalan Mandeknya Normalisasi Bakal Jadi Prioritas Pansus Banjir Jakarta

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X