Kompas.com - 07/05/2013, 20:03 WIB
|
EditorLaksono Hari W

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Bidang Humas DPP Partai Keadilan Sejahtera Mardani Ali Sera menilai wajar bila semua bakal calon anggota legislatif (bacaleg) Dewan Perwakilan Rakyat yang diusung partai tersebut tak lolos verifikasi Komisi Pemilihan Umum (KPU). Menurutnya, ada salah tafsir dari aturan KPU yang akhirnya membuat seluruh bacaleg PKS tak menyertakan surat kesehatan rohani saat proses pendaftaran.

Eka menjelaskan, seluruh bacaleg PKS tidak menyertakan surat kesehatan rohani karena tidak melibatkan psikolog saat tes kesehatan. Di waktu bersamaan, pada saat masa pendaftaran, panitia nasional pendaftaran bacaleg PKS juga menggunakan format yang sama, yakni tidak menggunakan surat kesehatan rohani. Akibatnya, tak ada satu berkas pun yang dilengkapi dengan surat kesehatan rohani.

"Karena semua diurus Panitia Nasional, formatnya sama, wajar kalau semua keputusannya sama. Kami anggap aturan KPU bisa ditafsirkan cukup dengan surat dokter," kata Eka saat dihubungi, Selasa (7/5/2013).

KPU menyatakan, ada tiga partai politik yang semua bacalegnya tidak memenuhi syarat. Tiga parpol itu adalah Partai Keadilan Sejahtera, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), serta Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI). Hal itu terungkap dalam pengumuman hasil verifikasi 12 parpol peserta Pemilu 2014 oleh KPU di Hotel Sahid, Jakarta, Selasa (7/5/2013).

Dalam pengumuman itu disebutkan, semua data bakal caleg dari PKS, yakni 492 orang, tidak ada yang memenuhi syarat. Begitu pula PPP, yaitu sebanyak 467 orang, dan PKPI sebanyak 330 orang.

Banyak alasan data bakal caleg tidak dapat diterima. Contohnya, adanya bakal caleg ganda, seperti terdaftar di dua parpol, di dua daerah pemilihan, atau di dua lembaga perwakilan. Ada pula kekurangan administrasi, seperti fotokopi ijazah, foto, fotokopi KTP, fotokopi kartu tanda anggota parpol, dan syarat administrasi lain. KPU memberi waktu kepada semua parpol untuk memperbaiki kekurangan mulai 9-22 Mei 2013 pukul 16.00 WIB.

Baca berita terkait dalam topik:
Verifikasi DCS Pemilu 2014
Geliat Politik Jelang 2014

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca tentang


    25th

    Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Satgas: Kasus Covid-19 di Jawa-Bali Menurun, Kecuali di Jateng, DIY, dan Bali

    Satgas: Kasus Covid-19 di Jawa-Bali Menurun, Kecuali di Jateng, DIY, dan Bali

    Nasional
     Proses Hukum Dua Oknum TNI AU Pelaku Kekerasan di Papua Diminta Transparan

    Proses Hukum Dua Oknum TNI AU Pelaku Kekerasan di Papua Diminta Transparan

    Nasional
    Anggota DPR dari PPP Tak Akan Ambil Fasilitas Isolasi Mandiri di Hotel

    Anggota DPR dari PPP Tak Akan Ambil Fasilitas Isolasi Mandiri di Hotel

    Nasional
    Kemenkes: 3 Pasien yang Terinfeksi Corona Varian Delta Plus Sudah Sembuh

    Kemenkes: 3 Pasien yang Terinfeksi Corona Varian Delta Plus Sudah Sembuh

    Nasional
    Komnas HAM Papua Bakal Kawal Tuntas Kasus Kekerasan 2 Prajurit TNI AU di Merauke

    Komnas HAM Papua Bakal Kawal Tuntas Kasus Kekerasan 2 Prajurit TNI AU di Merauke

    Nasional
    Kemenkes: Ada 3 Kasus Covid-19 akibat Varian Delta Plus

    Kemenkes: Ada 3 Kasus Covid-19 akibat Varian Delta Plus

    Nasional
    Vaksinasi Covid-19 Disebut Membantu Perbaiki Kondisi Pandemi Saat ini

    Vaksinasi Covid-19 Disebut Membantu Perbaiki Kondisi Pandemi Saat ini

    Nasional
    Kemenkes: Ada Tren Penurunan Mobilitas Hampir di Semua Wilayah Sejak PPKM Darurat

    Kemenkes: Ada Tren Penurunan Mobilitas Hampir di Semua Wilayah Sejak PPKM Darurat

    Nasional
    Bantuan Sembako di Pekalongan Tak Sesuai, Risma: KPM Harusnya Dapat Rp 200.000

    Bantuan Sembako di Pekalongan Tak Sesuai, Risma: KPM Harusnya Dapat Rp 200.000

    Nasional
    Kemenkes Sebut Vaksinasi Covid-19 Dua Dosis Bisa Lindungi Pasien dari Risiko Kematian hingga 73 Persen

    Kemenkes Sebut Vaksinasi Covid-19 Dua Dosis Bisa Lindungi Pasien dari Risiko Kematian hingga 73 Persen

    Nasional
    Kemenkes Sebut Pasien Covid-19 yang Sudah Divaksin Sekali 90 Persen Sembuh, Dosis Lengkap 100 Persen

    Kemenkes Sebut Pasien Covid-19 yang Sudah Divaksin Sekali 90 Persen Sembuh, Dosis Lengkap 100 Persen

    Nasional
    Anggota DPR Bakal Dapat Fasilitas Isoman di Hotel, Fraksi PKS: Tak Perlu, Cukup Fungsikan Fasilitas yang Dimiliki

    Anggota DPR Bakal Dapat Fasilitas Isoman di Hotel, Fraksi PKS: Tak Perlu, Cukup Fungsikan Fasilitas yang Dimiliki

    Nasional
    KJRI Jeddah Imbau Umat Muslim Indonesia Tunda Rencana Umrah

    KJRI Jeddah Imbau Umat Muslim Indonesia Tunda Rencana Umrah

    Nasional
    Satgas Covid-19: Jangan Khawatir Kehabisan Stok Vaksin

    Satgas Covid-19: Jangan Khawatir Kehabisan Stok Vaksin

    Nasional
    Dinkes Sumsel: BOR di RS Rujukan Covid-19 Capai 80 Persen, ICU Sudah Penuh

    Dinkes Sumsel: BOR di RS Rujukan Covid-19 Capai 80 Persen, ICU Sudah Penuh

    Nasional

    Video Rekomendasi

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X