Kompas.com - 09/05/2013, 13:25 WIB
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengimbau kepada aparatnya agar tidak menggunakan kekerasan dalam menata pedagang kaki lima (PKL).

"Intinya, penataan pedagang tidak sesuai dengan keinginan mereka, tidak langsung digerebek-gerebek," kata Jokowi seusai mendengarkan keluhan para pedagang Pasar Minggu Blok D, Jakarta Selatan, Kamis (9/5/2013).

Sebelum melakukan penataan PKL, kata dia, sebaiknya para aparat, baik dari personel Satpol PP, Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (KUKM) DKI, maupun PD Pasar Jaya menempuh jalur komunikasi. Dengan demikian, kedua belah pihak mendapatkan jalan keluar win-win solution.

"Mestinya kan alangkah baiknya kalau mereka diajak bicara dahulu, diajak musyawarah dan dirembuk bareng-bareng begitu," kata Jokowi.

Sebelumnya, Jokowi melakukan tinjauan ke Pasar Minggu Blok D untuk menindaklanjuti laporan para pedagang beberapa waktu lalu. Di pasar tersebut, Jokowi juga meninjau kondisi pasar yang dalam keadaan becek dan tidak tertata rapi.

Kehadiran Jokowi itu disambut para pedagang dengan histeria. Mereka berebut ingin bersalaman dengan Gubernur DKI Jakarta itu. Para pedagang juga meminta Jokowi tidak melupakan janji-janjinya saat kampanye.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca tentang


    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.