Kompas.com - 09/05/2013, 13:53 WIB
Penulis Alsadad Rudi
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Penolakan pelaku bisnis di Jalan Fatmawati terkait proyek MRT layang dianggap wajar oleh mantan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso. Menurut dia, penolakan warga terhadap pembangunan juga terjadi di kota-kota besar dunia.

"Di kota-kota besar yang lain juga begitu. Jadi, harus dipikirkan bagaimana sosialisasi yang gencar agar masyarakat bisa memahami," kata Bang Yos saat dihubungi pada Kamis (9/5/2013).

Terkait rencana pembangunan MRT saat ini, Bang Yos merasa telah cukup baik dan dia mendukung Gubernur DKI Joko Widodo. Dia kembali menegaskan bahwa penolakan dari warga hanya soal masalah sosialisasi.

"Saat dulu saya yang tanda tangan di Tokyo bersama Pak Budiono yang waktu itu Menteri Keuangan. Pembangunannya di era Jokowi sejauh ini secara garis besar masih seperti rencana semula," katanya.

Sebelumnya, sejumlah pelaku usaha di kawasan Jalan Fatmawati, Jakarta Selatan, menyatakan menolak pembangunan jalur MRT layang yang melewati tempat usaha mereka. Menurut mereka, jika nantinya jalur MRT layang dibangun, akan memakan lahan parkir di depan toko mereka yang nantinya berpengaruh terhadap jumlah pengunjung toko.

Jokowi pun mengakui bahwa penolakan pembangunan MRT layang di kawasan Jakarta Selatan hanya masalah sosialisasi. Dia akan melakukan pendekatan dengan warga yang menolak.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.