Kompas.com - 09/05/2013, 21:56 WIB
Penulis Alsadad Rudi
|
EditorErvan Hardoko

JAKARTA, KOMPAS.com - Dalam upayanya menolak pembangunan MRT layang, warga Jakarta Selatan yang tergabung dalam Masyarakat Peduli MRT muncul dalam acara dialog di JAK TV, Kamis (9/5/2013) malam.

Dalam acara dialog "Ada Apa Berita" dengan tajuk "Warga Protes, MRT Jalan Terus" itu, Masyarakat Peduli MRT diwakili Alex Taroreh dan Lieus Sungkarisma.

Hadir pula anggota DPRD DKI Jakarta dari Komisi D Muhammad Sanusi. Sementara Pemprov DKI Jakarta diwakili Kepala Dinas Perhubungan Udar Pristono. 

Dalam dialog tersebut, Masyarakat Peduli MRT kembali menegaskan mereka tidak menolak dibangunnya MRT tetapi mereka menginginkan pembangunannya menggunakan jalur bawah tanah (subway).

Selain itu mereka menginginkan agar Pemprov DKI lebih transparan dalam hal Amdal, karena selama ini pemda belum pernah memperlihatkan Amdal yang diduga belum beres itu.

"MRT mutlak untuk menyelesaikan kemacetan tapi prosesnya buru-buru, kami tidak pernah dilihatkan AMDAL-nya. Jadi keluarkan AMDAL-nya dan tunjukan pada kita," kata Lieus.

Menanggapi hal itu, Udar Pristono menjelaskan MRT Jakarta adalah proyek yang telah dicanangkan sejak lama. Jadi sangat tidak mungkin jika proyek itu tidak memiliki AMDAL.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain itu, masih kata Udar, rencana kontruksi MRT yang ada saat ini sudah tidak mungkin lagi diubah, sebab telah dianggarkan dan sudah menjadi keputusan final.

"Tidak mudah mengubah sesuatu karena ini sudah mempertimbangkan biaya dan efisiensi. Kalau kita ubah kita tidak akan bangun-bangun," ujar Udar.

Menanggapi hal itu, Muhammad Sanusi menyarankan agar warga segera menyurati pimpinan DPRD DKI untuk meminta segera dilakukaanya mediasi.

Sanusi siap ditunjuk menjadi mediator antara Pemprov DKI dan warga.

"Bapak-bapak mungkin bisa menyurati para pimpinan di DPRD, saya akan memediasikan," ujar Sanusi.

Seperti diketahui, sejumlah warga Jakarta Selatan yang tergabung dalam Masyarakat Peduli MRT menentang keras apabila Pemprov DKI Jakarta tetap memaksakan pembangunan MRT Jalur Layang di sepanjang rute Sisingamangaraja-Lebak Bulus.

Pembangunan MRT dilakukan sepanjang Lebak Bulus di Jakarta Selatan hingga Kampung Bandan, Jakarta Pusat. Proyek ini terdiri dari dua jenis konstruksi, yakni jalur bawah tanah (underground) dari Kampung Bandan hingga Jalan Sisingamangaraja, dan jalur layang (elevated) mulai Jalan Sisingamangaraja hingga Lebak Bulus.



25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X