Kompas.com - 10/05/2013, 07:04 WIB
Penulis Alsadad Rudi
|
EditorPalupi Annisa Auliani

JAKARTA, KOMPAS.com — Kekhawatiran pelaku usaha di kawasan Jalan Fatmawati bahwa usaha mereka akan mati apabila mass rapid transportation (MRT) dibangun berupa jalur layang (elevated) dinilai berlebihan. Pembangunan MRT dengan pola layang sekalipun, disebut justru bakal semakin mengembangkan kawasan itu.

"Wilayah yang dilalui akan memperoleh keuntungan karena akan ada 160 ribu orang per hari yang bolak-balik," kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Udar Pristono dalam acara dialog Ada Apa Berita dengan tajuk "Warga Protes, MRT Jalan Terus" di JAK TV, Kamis (9/5/2013) malam. Berbicara melalui telepon interaktif, Udar mencontohkan MRT di Bangkok, Thailand, yang separuh rutenya juga menggunakan jalur layang terbukti tak mematikan ekonomi di kawasan yang dilintasi.

Justru, kata Udar, keberadaan MRT membuat nilai jual properti akan meningkat. "Memang tanahnya akan terpotong, tetapi nilainya akan makin berkembang. Negara-negara tetangga juga demikian. Seperti Skytrain di Bangkok yang seluruhnya melayang," jelasnya.

Sejumlah warga Jakarta Selatan yang tergabung dalam Masyarakat Peduli MRT menentang keras apabila Pemprov DKI Jakarta memaksakan pembangunan MRT Jalur Layang di sepanjang rute Sisingamangaraja-Lebak Bulus. Menurut mereka, rencana tersebut akan mematikan perekonomian di sepanjang ruas itu.

Pembangunan MRT rencananya akan dilakukan sepanjang Lebak Bulus di Jakarta Selatan hingga Kampung Bandan, Jakarta Pusat. Proyek ini terdiri dari dua jenis konstruksi, yakni jalur bawah tanah (underground) dari Kampung Bandan hingga Jalan Sisingamangaraja, dan jalur layang (elevated) mulai Jalan Sisingamangaraja hingga Lebak Bulus.

Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X