Kompas.com - 10/05/2013, 13:01 WIB
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Satu kuburan ditemukan berada di pabrik kuali milik Yuki Irawan (41), tersangka kasus perbudakan puluhan buruh pekerjanya. Penemuan kuburan itu menimbulkan gosip adanya buruh yang dimakamkan di lokasi pabrik.

Namun, hal itu dibantah oleh Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Metro Jaya Komisaris Besar (Pol) Rikwanto. Menurutnya, makam itu adalah kuburan putri Yuki yang meninggal pada usia 3 tahun akibat sakit.

"Yang jelas makam itu adalah makam dari putrinya Yuki yang meninggal tahun 1997 karena sakit muntaber," kata  Rikwanto di Mapolda Metro Jaya, Jumat (10/5/2013).

Rikwanto meminta jangan sampai informasi yang tidak berdasarkan fakta tersebar kemudian menjadi pembenaran sehingga seolah-olah dianggap benar terjadi. Masyarakat diminta tidak menyebarkan isu atau rumor tentang adanya buruh yang dimakamkan jika tidak dipastikan validitasnya.

"Jadi keterangan yang didapat di masyarakat itu keterangan yang belum punya dasar yang jelas, dan sumber informasinya tidak valid," ujarnya.

Masih terkait adanya makam di sana, Rikwanto mengatakan, masyarakat di sekitar tempat tinggal Yuki sudah mengetahui adanya kuburan tersebut. Jadi, hal itu bukan merupakan hal yang baru diketahui masyarakat setempat.

"Kalau masalah dimakamkan di situkan hak dia (Yuki) pribadi," ujar Rikwanto.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara itu, Rikwanto mempersilakan masyarakat untuk memberikan informasi jika mengetahui adanya kejahatan pada buruh ke Polresta Tangerang. Hal itu, menurutnya, bisa menjadi informasi tambahan penyelidikan terhadap kasus tersebut.

Baca tentang


    25th

    Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X