Ada Mandor yang Kenal dengan Dua Makelar Bos Kuali

Kompas.com - 10/05/2013, 15:33 WIB
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Penyidik kepolisian tengah mendalami keterangan dari seorang mandor berinisial TD yang sudah ditahan dalam kasus perbudakan di pabrik kuali milik Yuki Irawan (41). Keterangan yang didalami penyidik terkait dua "makelar" pencari buruh berinisial T (sebelumnya ditulis P) dan U yang ternyata dikenal oleh TD.

"Di antara mandor, ternyata ada yang kenal dengan mereka (T dan U). TD salah satu mandor yang sudah ditahan ini, yang berhubungan langsung dengan T, baik di Lampung maupun U di Jawa Barat," kata Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto di Mapolda Metro Jaya, Jumat (10/5/2013).

Rikwanto mengatakan, pihaknya juga sedang mendalami keterangan dari beberapa mandor lainnya yang mungkin kenal dan punya hubungan dengan T dan U. Hal itu untuk menguak lebih dalam terkait bagaimana kedua orang yang belum diketahui keberadaannya itu merekrut pekerja, prosesnya seperti apa, bagaimana cara mengantar calon pekerja ke tersangka Yuki, dan bayaran kepada keduanya.

"Ini yang nanti kita dalami ya," ujar Rikwanto.

Sebelumnya, Yuki diketahui kerap menggunakan jasa T dan U untuk menjaring pekerja. T biasa bertugas mencari tenaga kerja di wilayah Lampung, sementara U mencari tenaga kerja di wilayah Cianjur, Jawa Barat. Setiap tenaga kerja yang menjadi terget akan dibayar per kepala oleh Yuki.

Baca tentang


    Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Setelah Ada Temuan Buaya 2,5 Meter, Damkar Kota Depok Sisir Kali Pesanggrahan Sawangan

    Setelah Ada Temuan Buaya 2,5 Meter, Damkar Kota Depok Sisir Kali Pesanggrahan Sawangan

    Megapolitan
    93 Pengendara Kena Tegur dalam Sosialisasi Ganjil Genap di Jalan Gunung Sahari

    93 Pengendara Kena Tegur dalam Sosialisasi Ganjil Genap di Jalan Gunung Sahari

    Megapolitan
    Kasatpol PP DKI: Satpol PP Jangan Dimaki, Jangan Dibenci

    Kasatpol PP DKI: Satpol PP Jangan Dimaki, Jangan Dibenci

    Megapolitan
    Akan Maju Pilkada, Muhamad Resmi Mundur dari Jabatan Sekda Tangsel

    Akan Maju Pilkada, Muhamad Resmi Mundur dari Jabatan Sekda Tangsel

    Megapolitan
    Polisi Klaim Temukan Petunjuk Terduga Pembunuh Wanita di Margonda Residence Depok

    Polisi Klaim Temukan Petunjuk Terduga Pembunuh Wanita di Margonda Residence Depok

    Megapolitan
    Pria Ini Nekat Jadi Anggota BNN Gadungan karena Terlilit Utang Rp 100 Miliar

    Pria Ini Nekat Jadi Anggota BNN Gadungan karena Terlilit Utang Rp 100 Miliar

    Megapolitan
    Sering Tawuran dan Membegal, Anggota Geng Motor 'Maju Kena Mundur Kena' Diciduk Polisi

    Sering Tawuran dan Membegal, Anggota Geng Motor 'Maju Kena Mundur Kena' Diciduk Polisi

    Megapolitan
    Wanita Tewas di Margonda Residence Depok, Polisi Temukan Palu

    Wanita Tewas di Margonda Residence Depok, Polisi Temukan Palu

    Megapolitan
    Operasi Patuh Jaya, Pengendara Motor Dominasi Pelanggaran di Jakarta Timur

    Operasi Patuh Jaya, Pengendara Motor Dominasi Pelanggaran di Jakarta Timur

    Megapolitan
    Tipu Pencari Kerja, ASN Kota Tangerang Beraksi Bersama Tiga Oknum Lain

    Tipu Pencari Kerja, ASN Kota Tangerang Beraksi Bersama Tiga Oknum Lain

    Megapolitan
    Rumah Lawan Covid-19 Tangsel Siap Bantu Jakarta Sediakan Tempat Karantina

    Rumah Lawan Covid-19 Tangsel Siap Bantu Jakarta Sediakan Tempat Karantina

    Megapolitan
    Terkait Hoaks Obat Covid-19, Polisi Panggil Anji dan Hadi Pranoto Pekan Ini

    Terkait Hoaks Obat Covid-19, Polisi Panggil Anji dan Hadi Pranoto Pekan Ini

    Megapolitan
    Warga Kabupaten Bekasi yang Tak Pakai Masker Bisa Kena Denda Maksimal Rp 250.000

    Warga Kabupaten Bekasi yang Tak Pakai Masker Bisa Kena Denda Maksimal Rp 250.000

    Megapolitan
    Dinkes Jakarta: Persepsi Masyarakat Belum Anggap Covid-19 sebagai  Ancaman

    Dinkes Jakarta: Persepsi Masyarakat Belum Anggap Covid-19 sebagai Ancaman

    Megapolitan
    Pasang Wifi untuk Belajar Siswa Kurang Mampu, F-PAN Minta Pemprov DKI Lakukan Hal yang Sama

    Pasang Wifi untuk Belajar Siswa Kurang Mampu, F-PAN Minta Pemprov DKI Lakukan Hal yang Sama

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X