KPK Juga Segel Rumah Istri Fathanah di Citayam, Depok

Kompas.com - 10/05/2013, 17:31 WIB
Penulis Alsadad Rudi
|
EditorLaksono Hari W

JAKARTA, KOMPAS.com — Selain menyita rumah Ahmad Fathanah di Pesona Khayangan, Margonda, Depok, Jawa Barat, Komisi Pemberantasan Korupsi juga menyegel rumah atas nama Sefti Sanustika, istri Fathanah, di Jalan Berlian II Nomor 15, Permata Depok, Citayam, Depok, Jumat (10/5/2013) sore.

Rombongan dari KPK tiba sekitar pukul 16.30 dengan dipimpin Yuri Leonard Siahaan. Tidak lama setelah datang, petugas KPK langsung menemui Etti Suhaeti yang menghuni rumah tersebut. Etti adalah ibu kandung dari Sefti.

Petugas KPK tidak lama berada di rumah tersebut dan hanya memasang papan penyegelan. Sekitar pukul 16.45, rombongan KPK yang datang dengan menggunakan dua mobil telah meninggalkan rumah tersebut.

Etti mengatakan, rumah itu dibeli dua tahun sebelum Sefti menikah dengan Fathanah. Ia mengaku rumah itu dibeli dengan uang pribadinya, tetapi atas nama putrinya. Sertifikat rumah tersebut telah disita oleh KPK pada April lalu.

Rumah berlantai dua dengan empat kamar itu memiliki luas 157 meter persegi. Rumah ini berjarak sekitar 20 menit dari Jalan Margonda, tempat rumah Fathanah yang sebelumnya disegel.

Fathanah dan mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera, Luthfi Hassan Ishaaq, menjadi tersangka dalam kasus dugaan korupsi dan pencucian uang terkait penambahan kuota impor daging sapi. Keduanya diduga menerima pemberian hadiah atau janji dari Direktur PT Indoguna Utama Juard Effendi dan Arya Abdi Effendi. Pemberian uang tersebut diduga berkaitan dengan jasa Luthfi dan Fathanah dalam mengupayakan penambahan kuota impor daging sapi untuk PT Indoguna.

Terkait penyidikan kasus Fathanah, KPK pernah memeriksa Sefti dua kali. Dia dianggap tahu seputar aset Fathanah. KPK menduga Fathanah melakukan pencucian uang dengan menyamarkan uang hasil tindak pidana korupsi. Fathanah diduga mentransfer uang ke sejumlah pihakatau membeli aset yang diatasnamakan orang lain.

Sejauh ini, KPK telah menyita sejumlah aset terkait Fathanah. KPK menyita Honda Jazz terkait Fathanah dari model cantik Vitalia Shesya, Honda Freed dari penyanyi dangdut bernama Tri Kurnia Rahayu, serta barang-barang mewah lainnya dari dua perempuan itu. Selain itu, KPK menemukan aliran dana Rp 20 juta dan 1.800 dollar AS ke Ayu Azhari yang kemudian uang tersebut dikembalikan Ayu ke KPK beberapa waktu lalu.

Uang Fathanah juga diduga mengalir ke kas PKS untuk mendanai pemenangan Wali Kota Makassar Ilham Arif Sirajuddin dalam Pemilihan Gubernur Sulawesi Selatan 2013-2018 dan ke Saldi Matta, adik Presiden PKS Anis Matta. Beberapa waktu lalu, Saldi mengaku dapat transferan uang Rp 50 juta dari Fathanah. Uang itu, menurut dia, merupakan pembayaran utang. Fathanah meminjam uang Rp 50 juta dari Saldi pada September tahun lalu dan baru dibayarkan pada Januari 2013.

Bukan hanya itu, Fathanah juga disebut menyiapkan uang Rp 1,3 miliar untuk mengurus proyek pembangkit listrik tenaga surya (PLST) di Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal. Belum diketahui kepada siapa uang Rp 1,3 miliar itu diberikan.

Baca juga:
Kisah KPK Memburu Mobil-mobil Mewah Terkait Luthfi Hasan
Soal Mobil yang Akan Disita KPK, Luthfi Bilang Enggak 'Nonton' TV
Ada 'Daging' untuk Pak Luthfi...
Ditanya Mobil-mobil Mewahnya, Luthfi Cuma Senyum
Sederet Mobil Mewah Terkait Luthfi Hasan Ishaaq

Ikuti berita terkait kasus ini dalam topik:
Skandal Suap Impor Daging Sapi

Baca tentang
    Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


    Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    5 Fakta Ledakan karena Kebocoran Gas Melon di Bekasi

    5 Fakta Ledakan karena Kebocoran Gas Melon di Bekasi

    Megapolitan
    205 Pohon di Monas yang Akan Dipindahkan Menghilang, Ada Di Mana?

    205 Pohon di Monas yang Akan Dipindahkan Menghilang, Ada Di Mana?

    Megapolitan
    Duduk Perkara Pernyataan Menteri Yasonna hingga Didemo Warga Tanjung Priok

    Duduk Perkara Pernyataan Menteri Yasonna hingga Didemo Warga Tanjung Priok

    Megapolitan
    Kelenteng Boen Tek Bio, Simbol Toleransi di Tengah Pasar Lama Kota Tangerang

    Kelenteng Boen Tek Bio, Simbol Toleransi di Tengah Pasar Lama Kota Tangerang

    Megapolitan
    [POPULER JABODETABEK] Yasonna Vs Warga Tanjung Priok | Aksi Heroik Sopir Truk Kejar Perampok

    [POPULER JABODETABEK] Yasonna Vs Warga Tanjung Priok | Aksi Heroik Sopir Truk Kejar Perampok

    Megapolitan
    BMKG: Mayoritas Jabodetabek Hujan Kamis Siang

    BMKG: Mayoritas Jabodetabek Hujan Kamis Siang

    Megapolitan
    Kemacetan di Depan Stasiun Poris Kota Tangerang Bikin Pengendara Emosi

    Kemacetan di Depan Stasiun Poris Kota Tangerang Bikin Pengendara Emosi

    Megapolitan
    Terjebak Macet Saat Kabur, Jambret di Depok Ditangkap Polisi

    Terjebak Macet Saat Kabur, Jambret di Depok Ditangkap Polisi

    Megapolitan
    Diimingi Peran Figuran, Seorang Remaja Jadi Korban Pencabulan Agensi Gadungan

    Diimingi Peran Figuran, Seorang Remaja Jadi Korban Pencabulan Agensi Gadungan

    Megapolitan
    Petugas Sudinhub Jaksel Tolong Ibu Hamil Muda dengan Mobil Derek

    Petugas Sudinhub Jaksel Tolong Ibu Hamil Muda dengan Mobil Derek

    Megapolitan
    Ladang Ganja 5 Hektar di Mandailing Natal Ditemukan, Polisi Sempat Jatuh ke Jurang

    Ladang Ganja 5 Hektar di Mandailing Natal Ditemukan, Polisi Sempat Jatuh ke Jurang

    Megapolitan
    Pengelola Belum Tahu Nasib Taman Rusa dalam Revitalisasi Monas

    Pengelola Belum Tahu Nasib Taman Rusa dalam Revitalisasi Monas

    Megapolitan
    Pemkot Tangsel Berkeberatan dengan Wacana Pencabutan Subsidi Gas 3 Kg

    Pemkot Tangsel Berkeberatan dengan Wacana Pencabutan Subsidi Gas 3 Kg

    Megapolitan
    Wakil Wali Kota Tangsel Harap Gaji Pegawai Honorer yang Jadi PPPK Ditanggung APBN

    Wakil Wali Kota Tangsel Harap Gaji Pegawai Honorer yang Jadi PPPK Ditanggung APBN

    Megapolitan
    Simpan Sabu di Setang Motor, Pria Ini Diciduk Tim Rajawali di Jatinegara

    Simpan Sabu di Setang Motor, Pria Ini Diciduk Tim Rajawali di Jatinegara

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X