Basuki: Kalau Ada Warga Mati, Saya Tuntut Pembela HAM

Kompas.com - 13/05/2013, 10:13 WIB
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Dituduh melakukan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) membuat Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama kesal. Dia pun mengancam akan menuntut balik para pembela HAM tersebut karena juga telah melakukan pelanggaran HAM atas 10 juta penduduk warga Jakarta.

"Saya ingatkan kepada saudara yang membela, kalau sampai ada warga yang mati, maka Anda pembela HAM yang akan saya tuntut. Karena Anda telah melanggar HAM hampir 10 juta penduduk Jakarta," tegas pria yang akrab disapa Ahok itu di Balaikota Jakarta, Senin (13/5/2013).

Basuki menjelaskan, kalau revitalisasi tersebut dilakukan untuk memperkuat dinding serta menormalisasi waduk sehingga menambah kapasitas daya tampungnya. Pemprov DKI harus segera menormalisasi karena saat ini ketinggian air laut sudah mencapai 2,8 meter di atas permukaan waduk. Apabila tidak dilakukan penguatan, bendungan bisa roboh yang kemungkinan besar mengakibatkan korban jiwa.

"Ini air lautnya sudah mencapai 2,8 meter di atas permukaan danau. Kalau bendungan ini roboh, akan banyak orang mati," kata Basuki.

Dalam penataan bantaran Waduk Pluit, Basuki menegaskan bahwa Pemprov DKI tidak akan menggusur bangunan ilegal selama rumah susun (rusun) yang berada di sisi kanan waduk belum siap dibangun. Selain itu, bila rusun tersebut sudah jadi, Pemprov DKI juga akan meminta Perusahaan Listrik Negara (PLN) untuk mencabut aliran listrik di sepanjang rumah bantaran Waduk Pluit.

"Kalau rusun sudah siap, maka kami minta PLN cabut listriknya. Karena mereka itu tinggal di tanah ilegal, milik negara. Di dalam UU Agraria ada aturan, kalau Anda menempati tanah negara, bisa dicabut listriknya," kata mantan Bupati Belitung Timur tersebut.

Baca tentang


    Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    7.666 Orang Ajukan SIKM, Hanya 1.422 yang Disetujui

    7.666 Orang Ajukan SIKM, Hanya 1.422 yang Disetujui

    Megapolitan
    Kepala Bocah WNA Tersangkut di Besi Teralis, Dibebaskan Petugas Damkar

    Kepala Bocah WNA Tersangkut di Besi Teralis, Dibebaskan Petugas Damkar

    Megapolitan
    Siapkan New Normal, Kabupaten Tangerang Izinkan Tempat Ibadah Dibuka

    Siapkan New Normal, Kabupaten Tangerang Izinkan Tempat Ibadah Dibuka

    Megapolitan
    Dua Hari, 160 Kendaraan dari Luar Kota Dipaksa Putar Balik Saat Hendak Masuk Jaksel

    Dua Hari, 160 Kendaraan dari Luar Kota Dipaksa Putar Balik Saat Hendak Masuk Jaksel

    Megapolitan
    Warga Cempaka Putih Timur Panen Bersama Sayuran Hidroponik di Tengah PSBB

    Warga Cempaka Putih Timur Panen Bersama Sayuran Hidroponik di Tengah PSBB

    Megapolitan
    Sopir Bajaj Jadi Tersangka Terkait Tabrakan dengan Bus Transjakarta di Pademangan

    Sopir Bajaj Jadi Tersangka Terkait Tabrakan dengan Bus Transjakarta di Pademangan

    Megapolitan
    Masuk Jakarta Tanpa SKIM, 4 Warga Lenteng Agung Karantina Mandiri, Rumah Dipasang Stiker

    Masuk Jakarta Tanpa SKIM, 4 Warga Lenteng Agung Karantina Mandiri, Rumah Dipasang Stiker

    Megapolitan
    THR TGUPP Tak Dipangkas, Ketua Komisi A DPRD: Ini soal Empati

    THR TGUPP Tak Dipangkas, Ketua Komisi A DPRD: Ini soal Empati

    Megapolitan
    Pemkot Bekasi Bagikan Masker Kain ke Seluruh Tempat Ibadah yang Boleh Beroperasi

    Pemkot Bekasi Bagikan Masker Kain ke Seluruh Tempat Ibadah yang Boleh Beroperasi

    Megapolitan
    Periode PSBB Jawa Barat dan Depok Beda, Asosiasi Mal Bingung

    Periode PSBB Jawa Barat dan Depok Beda, Asosiasi Mal Bingung

    Megapolitan
    Dari Tegal, 4 Warga Lenteng Agung Masuk Jakarta Tanpa SIKM, Lurah Bingung

    Dari Tegal, 4 Warga Lenteng Agung Masuk Jakarta Tanpa SIKM, Lurah Bingung

    Megapolitan
    Asosiasi: Mal di Depok Buka jika PSBB Selesai

    Asosiasi: Mal di Depok Buka jika PSBB Selesai

    Megapolitan
    171.046 Kendaraan Menuju Jakarta Dalam 3 Hari Arus Balik Lebaran

    171.046 Kendaraan Menuju Jakarta Dalam 3 Hari Arus Balik Lebaran

    Megapolitan
    Penjelasan BKD soal Pemotongan Tunjangan PNS DKI Terkait Pandemi Covid-19

    Penjelasan BKD soal Pemotongan Tunjangan PNS DKI Terkait Pandemi Covid-19

    Megapolitan
    Simak Jadwal PPDB SD dan SMP Tahun Ajaran 2020-2021 di Kota Tangerang

    Simak Jadwal PPDB SD dan SMP Tahun Ajaran 2020-2021 di Kota Tangerang

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X