Komnas HAM: Harusnya Warga Waduk Pluit Dikreditkan Rumah

Kompas.com - 13/05/2013, 14:43 WIB
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Pemerintah diminta memberikan jaminan tempat yang layak untuk warga. Jika ada pemindahan bagi warga Waduk Pluit, maka harus dipastikan di mana tempat mereka akan tinggal sehingga warga menjadi jelas dan bisa hidup dengan layak.

"Paling enggak disiapin kredit rumah, rumah murah. Sampai sekarang enggak ada dialog," kata Siane Indriani, anggota Komnas HAM di Waduk Pluit, Jakarta Utara, Senin (13/5/2013).

Untuk itu, Komnas HAM mendatangi lokasi ini supaya bisa langsung mendengar aspirasi dari warga. Menurut Siane, seharusnya diadakan dialog langsung supaya pemerintah bisa dengar pendapat warga.

Sementara itu, Ketua Komnas HAM Siti Nur Laila mengatakan, kedatangan pihaknya ke sekitar Waduk Pluit ingin melihat keadaan warga yang tinggal di bantaran Waduk Pluit bagian utara. Menurut dia, warga di waduk ini seharusnya ditempatkan di tempat yang layak. Kalaupun ada pemindahan, jangan sampai ada intimidasi dari pemerintah.

Pantauan Kompas.com, warga yang tinggal di RT 19 RW 17 turut berbondong-bondong datang ke sekolah SDS Bintang Pancasila untuk berdialog bersama Komnas HAM. Mereka juga mengeluarkan yel-yel menolak penggusuran yang akan dilakukan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Baca tentang


    Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Pilkada Depok, PSI Manfaatkan Kesempatan untuk Perkuat Mesin Partai

    Pilkada Depok, PSI Manfaatkan Kesempatan untuk Perkuat Mesin Partai

    Megapolitan
    [HOAKS] Data BIN Tetapkan Jakarta Zona Hitam Covid-19

    [HOAKS] Data BIN Tetapkan Jakarta Zona Hitam Covid-19

    Megapolitan
    Ditjen Perkeretapian Hentikan Pembongkaran Struktur Bata Kuno di Proyek DDT Stasiun Bekasi

    Ditjen Perkeretapian Hentikan Pembongkaran Struktur Bata Kuno di Proyek DDT Stasiun Bekasi

    Megapolitan
    Warga Jakarta Bisa Gelar Lomba dan Kegiatan 17 Agustus, asalkan...

    Warga Jakarta Bisa Gelar Lomba dan Kegiatan 17 Agustus, asalkan...

    Megapolitan
    Polisi Buru Tetangga yang Diduga Bawa Kabur Remaja Asal Cengkareng

    Polisi Buru Tetangga yang Diduga Bawa Kabur Remaja Asal Cengkareng

    Megapolitan
    Seorang Ibu Laporkan Tetangga, Diduga Bawa Kabur Anaknya Berusia 14 Tahun

    Seorang Ibu Laporkan Tetangga, Diduga Bawa Kabur Anaknya Berusia 14 Tahun

    Megapolitan
    Bandara Soekarno-Hatta Operasikan Heliport Komersial Mulai 23 Agustus

    Bandara Soekarno-Hatta Operasikan Heliport Komersial Mulai 23 Agustus

    Megapolitan
    PSI Nilai Koalisi Gerindra dan PDI-P Tak Serius Menang di Pilkada Depok 2020

    PSI Nilai Koalisi Gerindra dan PDI-P Tak Serius Menang di Pilkada Depok 2020

    Megapolitan
    Ledakan Covid-19 Kota Bogor, PNS Hingga Puluhan Pegawai Puskesmas Positif Corona

    Ledakan Covid-19 Kota Bogor, PNS Hingga Puluhan Pegawai Puskesmas Positif Corona

    Megapolitan
    Saat 867 Pohon Harus Diganti dan Direlokasi karena Imbas Proyek MRT Fase 2A

    Saat 867 Pohon Harus Diganti dan Direlokasi karena Imbas Proyek MRT Fase 2A

    Megapolitan
    Penumpang KRL Tak Tertib hingga Rusak Pagar Stasiun Tanah Abang, Personel TNI-Polri Dikerahkan

    Penumpang KRL Tak Tertib hingga Rusak Pagar Stasiun Tanah Abang, Personel TNI-Polri Dikerahkan

    Megapolitan
    UPDATE 11 Agustus: Covid-19 di Kota Bekasi Capai 626 Kasus Positif

    UPDATE 11 Agustus: Covid-19 di Kota Bekasi Capai 626 Kasus Positif

    Megapolitan
    Akhir Rentetan Penembakan Misterius yang Incar Pengedara di Tangsel

    Akhir Rentetan Penembakan Misterius yang Incar Pengedara di Tangsel

    Megapolitan
    Kebakaran Selama 8 Jam, 987 Jiwa Kehilangan Tempat Tinggal di Tambora

    Kebakaran Selama 8 Jam, 987 Jiwa Kehilangan Tempat Tinggal di Tambora

    Megapolitan
    [POPULER JABODETABEK] Babak Baru Pemerkosaan di Bintaro | Penembakan Misterius di Tangsel Lukai 8 Korban

    [POPULER JABODETABEK] Babak Baru Pemerkosaan di Bintaro | Penembakan Misterius di Tangsel Lukai 8 Korban

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X