Kerap Jadi Jurkam PDI-P, Jokowi: Ikhlaaas...

Kompas.com - 13/05/2013, 16:10 WIB
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Gubernur DKI Joko Widodo menampik menjadi boneka partai karena kerap ditugasi partainya, PDI Perjuangan, untuk menjadi juru kampanye beberapa calon pimpinan daerah. Jokowi mengaku ikhlas dalam melaksanakan amanat.

"Ikhlaaaas," ujar Jokowi saat ditemui wartawan di Gedung Balaikota, Senin (13/5/2013) sore.

Mantan Wali Kota Surakarta tersebut mengaku tugas partai menjadi juru kampanye di daerah lain tidak bertentangan dengan jabatan sebagai gubernur. Pasalnya, Jokowi melakukan tugas itu pada setiap akhir pekan atau tanggal merah.

"Libur itu adalah hak saya. Mau saya pakai untuk liburan, untuk keluarga, untuk kampanye, itu kan hak saya," lanjut Jokowi.

Seperti diketahui, partai berlambang banteng bermoncong putih tersebut kerap menugaskan Gubernur blusukan tersebut untuk menjadi juru kampanye bagi kader PDI Perjuangan yang maju dalam pesta demokrasi itu di berbagai daerah di Indonesia.

Tercatat, telah empat kali partai pimpinan Megawati Soekarnoputri tersebut menugaskan Jokowi menjadi jurkam, yakni di Jawa Barat, Sumatera Utara, Bali, serta di Jawa Tengah. Sekadar informasi, dua dari daerah pemilihan, yakni Jawa Barat serta Sumatera Utara, calon dari PDI Perjuangan kalah.

Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Kasus Kerumunan di Petamburan, Polda Metro Periksa Rizieq Shihab 1 Desember

    Kasus Kerumunan di Petamburan, Polda Metro Periksa Rizieq Shihab 1 Desember

    Megapolitan
    UPDATE 29 November: Kasus Aktif di DKI Jadi 9.947 Orang

    UPDATE 29 November: Kasus Aktif di DKI Jadi 9.947 Orang

    Megapolitan
    Mulai Hari Ini, PT KAI Daop 1 Buka Pemesanan Tiket Jarak Jauh untuk 43 KA

    Mulai Hari Ini, PT KAI Daop 1 Buka Pemesanan Tiket Jarak Jauh untuk 43 KA

    Megapolitan
    Polda Metro Layangkan Surat Pemanggilan Rizieq Shihab Terkait Kerumunan di Petamburan

    Polda Metro Layangkan Surat Pemanggilan Rizieq Shihab Terkait Kerumunan di Petamburan

    Megapolitan
    Menyoal Rizieq Shihab yang Tinggalkan RS Diam-diam dari Segi Aturannya

    Menyoal Rizieq Shihab yang Tinggalkan RS Diam-diam dari Segi Aturannya

    Megapolitan
    Positif Covid-19, Wagub DKI Tertular dari Staf Pribadinya

    Positif Covid-19, Wagub DKI Tertular dari Staf Pribadinya

    Megapolitan
    Positif Covid-19, Wagub DKI Riza Patria dalam Kondisi Stabil dan Isolasi Mandiri

    Positif Covid-19, Wagub DKI Riza Patria dalam Kondisi Stabil dan Isolasi Mandiri

    Megapolitan
    Wagub DKI Riza Patria Positif Covid-19

    Wagub DKI Riza Patria Positif Covid-19

    Megapolitan
    UPDATE 29 November: Tambah 49 Kasus Baru, Covid-19 di Kabupaten Bekasi Jadi 6.807

    UPDATE 29 November: Tambah 49 Kasus Baru, Covid-19 di Kabupaten Bekasi Jadi 6.807

    Megapolitan
    Balita Meninggal Saat Diajak Mengemis, Polisi: Sudah Sakit 4 Hari Sebelumnya

    Balita Meninggal Saat Diajak Mengemis, Polisi: Sudah Sakit 4 Hari Sebelumnya

    Megapolitan
    Balita Meninggal saat Dibawa Mengemis, Polisi Sebut Tak Temukan Tanda-tanda Kekerasan

    Balita Meninggal saat Dibawa Mengemis, Polisi Sebut Tak Temukan Tanda-tanda Kekerasan

    Megapolitan
    Bantah Rizieq Shihab Kabur dari RS, FPI: Bodoh Akut yang Bicara!

    Bantah Rizieq Shihab Kabur dari RS, FPI: Bodoh Akut yang Bicara!

    Megapolitan
    Polemik Pasca Rizieq Shihab di Tanah Air: 7 Pejabat Dicopot, Klaster Covid-19, hingga Tindak Pidana

    Polemik Pasca Rizieq Shihab di Tanah Air: 7 Pejabat Dicopot, Klaster Covid-19, hingga Tindak Pidana

    Megapolitan
    FPI Benarkan Rizieq Shihab Tinggalkan RS Ummi Bogor dan Tak Lagi Dirawat

    FPI Benarkan Rizieq Shihab Tinggalkan RS Ummi Bogor dan Tak Lagi Dirawat

    Megapolitan
    Janji Anies dan Kritik soal Syarat NIK dan KK pada Smart E-budgeting

    Janji Anies dan Kritik soal Syarat NIK dan KK pada Smart E-budgeting

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X