Penusuk dan Pembakar Motor di Terminal Pulogadung Diburu

Kompas.com - 13/05/2013, 16:37 WIB
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Identitas pelaku penusukan tukang ojek bernama Naser dan pembakar tiga sepeda motor dalam keributan antara anggota FBR dan sejumlah preman di Terminal Pulogadung, Jakarta Timur, Minggu (12/5/2013) malam, telah diketahui. Saat ini pelaku masih dicari.

"Yang sedang kita cari pertama yang menusuk (tukang ojek), kemudian yang membakar (tiga motor). Walaupun kita sudah tahu mereka-mereka siapa," kata Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto, di Mapolda Metro Jaya, Senin (13/5/2013).

Rikwanto menjelaskan, kejadian berawal saat Naser mendapatkan penumpang yang hanya membayar setengah ongkos ojek. Terjadi cekcok antara Naser dan penumpangnya.

"Si penumpang yang merasa tersudut kemudian memanggil teman-temannya," ujar Rikwanto.

Begitu teman-temannya berkumpul, kata Rikwanto, timbul keberanian dari penumpang ojek itu, yang kemudian melanjutkan cekcok. Tukang ojek itu kemudian ditusuk oleh salah seorang kelompok preman, teman penumpang ojek tersebut.

Rikwanto mengatakan, kelompok yang melakukan penusukan terhadap korban itu jumlahnya makin banyak dan membakar tiga motor ojek yang ada di lokasi itu. "Setelah itu, baru komunitas yang ada di sana, yang dikatakan FBR itu, berkumpul juga di situ. Sempat akan terjadi tawuran, tapi bisa kita cegah," kata Rikwanto.

"Kemudian kita padamkan motor-motor yang terbakar, dan kita koordinasi dengan pihak-pihak yang terkait di situ, temasuk juga dari ormas yang bersangkutan (FBR) supaya tidak timbul keributan yang berkelanjutan," tambah Rikwanto.

Setelah kepolisian meyakinkan pihak-pihak yang terlibat, situasi bisa terkendali. Hingga kini, diakui Rikwanto, belum ada pihak-pihak yang diamankan dari keributan dengan kekerasan tersebut.

"Kita kerja sama dengan pemimpin-pemimpinnya untuk menyerahkan mereka-mereka yang melakukan tindak pidana, sambil kita mengimbau kepada mereka untuk menyerahkan diri dan mencari mereka untuk ditangkap," katanya.

Sejumlah pasal pun menanti para pelaku sesuai dengan perbuatan dari pelaku kejadian tersebut. "Yang jelas di situ ada Pasal 170 KUHP Perusakan terhadap Barang, kemudian ada Pasal 351 KUHP tentang Penganiayaan yang Mengakibatkan Luka Berat. Ancaman hukumannya lima tahun ke atas," jelasnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polres Jakbar Amankan 254 Kilogram Ganja di Sumatera Utara

Polres Jakbar Amankan 254 Kilogram Ganja di Sumatera Utara

Megapolitan
Detik-detik Aksi Penodongan di Warteg, Pelaku Awalnya Memesan Makanan

Detik-detik Aksi Penodongan di Warteg, Pelaku Awalnya Memesan Makanan

Megapolitan
KA Tawang Jaya Anjlok, Sejumlah Perjalanan KRL Terganggu

KA Tawang Jaya Anjlok, Sejumlah Perjalanan KRL Terganggu

Megapolitan
Kereta Api Tawang Jaya Anjlok di Perlintasan Pasar Senen

Kereta Api Tawang Jaya Anjlok di Perlintasan Pasar Senen

Megapolitan
Korban Meninggal akibat Kecelakaan Bus Pariwiasata di Subang Bertambah Satu

Korban Meninggal akibat Kecelakaan Bus Pariwiasata di Subang Bertambah Satu

Megapolitan
Pemerintah Hapus Tenaga Honorer, Pemkot Tangsel Prihatin akan Nasib Pegawai

Pemerintah Hapus Tenaga Honorer, Pemkot Tangsel Prihatin akan Nasib Pegawai

Megapolitan
Kejar Tersangka hingga ke Sumatera, Polres Jakbar Ungkap Peredaran Ganja Lintas Provinsi

Kejar Tersangka hingga ke Sumatera, Polres Jakbar Ungkap Peredaran Ganja Lintas Provinsi

Megapolitan
Diduga Peras PNS, Oknum Wartawan di Bogor Ditangkap Polisi

Diduga Peras PNS, Oknum Wartawan di Bogor Ditangkap Polisi

Megapolitan
Modus Pemalak Sopir Truk di Kapuk Kamal, Bagikan Karcis dengan Nama Polisi Fiktif

Modus Pemalak Sopir Truk di Kapuk Kamal, Bagikan Karcis dengan Nama Polisi Fiktif

Megapolitan
Mulai Februari, Tilang Elektronik Berlaku untuk Pengendara Sepeda Motor di Jakarta

Mulai Februari, Tilang Elektronik Berlaku untuk Pengendara Sepeda Motor di Jakarta

Megapolitan
Pemalak Sopir Truk di Kapuk Kamal Ditangkap Setelah Video Pemalakan Viral

Pemalak Sopir Truk di Kapuk Kamal Ditangkap Setelah Video Pemalakan Viral

Megapolitan
Warga Was-was dengan Keberadaan Sarang Tawon Vespa di Bintaro

Warga Was-was dengan Keberadaan Sarang Tawon Vespa di Bintaro

Megapolitan
Dugaan Penyiksaan Lutfi, IPW Sebut Oknum Polisi Lakukan Cara Nazi

Dugaan Penyiksaan Lutfi, IPW Sebut Oknum Polisi Lakukan Cara Nazi

Megapolitan
PKS DKI Sebut Nama Baru Cawagub Tak Perlu Lewati Fit And Proper Test

PKS DKI Sebut Nama Baru Cawagub Tak Perlu Lewati Fit And Proper Test

Megapolitan
Polisi Tembak Polisi di Depok Dituntut Hukuman 13 Tahun Penjara

Polisi Tembak Polisi di Depok Dituntut Hukuman 13 Tahun Penjara

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X