Relokasi Warga, Pola Pendekatan Harus Diperbaiki

Kompas.com - 13/05/2013, 16:51 WIB
|
EditorRusdi Amral

JAKARTA, KOMPAS.com — Rencana relokasi warga dari Waduk Pluit, Jakarta Utara, mendapat sorotan sosiolog Universitas Indonesia, Imam B Prasodjo. Menurut dia, pendekatan hukum sulit dipakai untuk menyelesaikan relokasi warga di sana. Pendudukan waduk sudah berlangsung bertahun-tahun. Negara harus ikut menanggung beban kesalahan masa lalu sehingga tidak ada pihak yang dirugikan.

"Pendekatan kemanusiaan lebih baik dilakukan, bukan pendekatan hukum. Warga harus paham bahwa pendudukan area Waduk Pluit akan semakin memperburuk ancaman banjir di Jakarta. Sementara pemerintah harus mempertimbangkan bahwa mereka yang tidak ikut menyerobot tanah negara tidak bisa disalahkan. Orang pertama yang salah," kata Imam, Senin (13/5/2013).

Relokasi warga dari Waduk Pluit bukan perkara gampang. Perlu pembicaraan yang serius dan panjang. Setiap pihak, baik pemerintah maupun warga, harus saling memahami persoalan yang terjadi. "Yang harus didorong adalah menyelamatkan warga yang harus menanggung beban dari persoalan di Waduk Pluit. Warga yang terancam banjir harus diselamatkan, warga yang meninggalkan area waduk juga harus diselamatkan," katanya.

Saat ini ada belasan sampai puluhan ribu warga yang tinggal di kawasan Waduk Pluit. Pemerintah harus menjamin pekerjaan dan tempat tinggal warga setelah pindah dari area waduk. Kenyataan ini harus ditanggung negara karena rentetan persoalan masa lalu sehingga warga bisa menempati area Waduk Pluit.

Dia mengingatkan agar jangan sampai ada pihak yang memanfaatkan persoalan relokasi warga dari Waduk Pluit. Jika perlu, pemerintah pusat harus turun tangan membantu Pemprov DKI merelokasi warga dari sana.

Baca tentang


    Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Ojek Online Dilarang Angkut Penumpang di Kelurahan Zona Merah Depok

    Ojek Online Dilarang Angkut Penumpang di Kelurahan Zona Merah Depok

    Megapolitan
    CFD Kota Bekasi Kembali Digelar Besok, PKL Dilarang Berjualan

    CFD Kota Bekasi Kembali Digelar Besok, PKL Dilarang Berjualan

    Megapolitan
    Ojek Online Boleh Angkut Penumpang di Depok Mulai 7 Juli, Jika...

    Ojek Online Boleh Angkut Penumpang di Depok Mulai 7 Juli, Jika...

    Megapolitan
    Vaksin Covid-19 Belum Ditemukan, Wagub DKI Minta Warga Terbiasa Jalankan Protokol Kesehatan

    Vaksin Covid-19 Belum Ditemukan, Wagub DKI Minta Warga Terbiasa Jalankan Protokol Kesehatan

    Megapolitan
    Wagub DKI Sebut Banyak Pedagang Pasar yang Tak Mau Dites Swab

    Wagub DKI Sebut Banyak Pedagang Pasar yang Tak Mau Dites Swab

    Megapolitan
    Cemburu, Suami Bacok Istri di Hadapan Anak di Bekasi

    Cemburu, Suami Bacok Istri di Hadapan Anak di Bekasi

    Megapolitan
    Petugas Sekuriti Diduga Cabuli 4 Anak di Tangerang, KPAI: Edukasikan Anak soal Cari Pertolongan

    Petugas Sekuriti Diduga Cabuli 4 Anak di Tangerang, KPAI: Edukasikan Anak soal Cari Pertolongan

    Megapolitan
     Wagub DKI: Kami Gencar Lakukan Tes Covid-19 dan Lampaui Standar WHO

    Wagub DKI: Kami Gencar Lakukan Tes Covid-19 dan Lampaui Standar WHO

    Megapolitan
    Kampus UI Jadi Lokasi Pelaksanaan UTBK 2020, Ini Protokol Kesehatannya

    Kampus UI Jadi Lokasi Pelaksanaan UTBK 2020, Ini Protokol Kesehatannya

    Megapolitan
    Wagub DKI Sebut Pengunjung Mal Saat PSBB Transisi Hanya 20-30 Persen

    Wagub DKI Sebut Pengunjung Mal Saat PSBB Transisi Hanya 20-30 Persen

    Megapolitan
    Federasi Serikat Guru: PPDB Zonasi Bina RW Akan Jadi Masalah Baru

    Federasi Serikat Guru: PPDB Zonasi Bina RW Akan Jadi Masalah Baru

    Megapolitan
    Alasan Pemprov DKI Pilih PSBB Transisi Dibanding New Normal

    Alasan Pemprov DKI Pilih PSBB Transisi Dibanding New Normal

    Megapolitan
    Polisi dan Pemkot Tangsel Bakal Buat Aturan untuk Pesepeda

    Polisi dan Pemkot Tangsel Bakal Buat Aturan untuk Pesepeda

    Megapolitan
    Pesepeda di Tangsel Akan Diawasi Polisi Tiap Akhir Pekan

    Pesepeda di Tangsel Akan Diawasi Polisi Tiap Akhir Pekan

    Megapolitan
    UPDATE Covid-19 Depok: Tambahan 12 Pasien Positif dalam Sehari

    UPDATE Covid-19 Depok: Tambahan 12 Pasien Positif dalam Sehari

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X